Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

4 Cara Mencegah & Mengatasi Gigi Berlubang Pada Anak Balita

Pertumbuhan gigi anak sudah harus diperhatikan sejak dini. Jangan sampai gigi Si Kecil terlanjur berlubang. Faktanya, masalah gigi bukan persoalan sepele.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
4 Cara Mencegah & Mengatasi Gigi Berlubang Pada Anak Balita

Pertumbuhan gigi anak sudah harus diperhatikan sejak dini. Jangan sampai gigi Si Kecil terlanjur berlubang. Yuk simak cara mencegah dan mengatasi gigi berlubang pada anak balita 3 tahun di sini!

Masalah Gigi Berlubang pada Anak 3 Tahun

Selain berat dan tinggi badan bayi, Mama juga perlu memberi perhatian ekstra pada gigi si Kecil, sebab letaknya yang tertutup mulut seringkali diabaikan. Padahal banyak sistem saraf dalam mulut yang berhubungan dengan anggota tubuh lainnya. Jadi ketika gigi berlubang atau sakit, bisa jadi akan berdampak ke penyakit lain.

Faktanya, masalah gigi bukan persoalan sepele. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas 2018) menyebut bahwa 93% anak usia dini mengalami gigi berlubang.

“Indonesia dilaporkan memiliki keparahan early childhood caries (ECC) yang tinggi dengan 90% anak usia 3-5 tahun memiliki karies gigi.”, World Health Organization

Duh, jangan sampai terjadi pada Si Kecil ya, Ma. Masalah pada gigi berawal dari kebiasaan-kebiasaan buruk yang terus menumpuk. Yuk cegah masalah gigi balita sejak dini.

Penyebab Gigi Berlubang Pada Balita

gigi berlubang pada anak 3 tahun

Proses kerusakan gigi dimulai dari pertemuan bakteri di mulut dengan makanan mengandung gula. Pertemuan tersebut menghasilkan asam yang menggerogoti struktur gigi dengan menghabiskan kalsium.

Bakteri itu juga membuat tingkat asam pada plak meningkat sehingga mengikis email. Setelah terkikis terus menerus dalam waktu lama, maka permukaan gigi akan rapuh dan muncul lah lubang.

Ada beberapa tanda yang kemungkinan menunjukkan bahwa Si Kecil sedang mengalami kerusakan gigi:

  • Ada bintik putih atau hitam di gigi anak, ini menandakan email gigi sudah mulai rusak.

  • Si Kecil menangis atau mengeluh sakit di gigi.

  • Gigi anak jadi lebih sensitif terhadap panas atau dingin.

Selain makanan manis, faktor genetik juga berperan. Kalau Mama atau Papa memiliki gigi dengan email yang lebih lembut (sehingga lebih mudah mengalami gigi berlubang), bisa jadi itu akan menurun pada anak.

Bagaimana Mencegah dan Mengatasi Gigi Berlubang?

Mama tidak perlu khawatir karena gigi berlubang dapat dicegah dengan berbagai kebiasaan berikut ini:

1. Batasi gula

Gula memang manis, tapi ternyata dampaknya tidak semanis rasanya. Tidak hanya total konsumsi gula, frekuensi konsumsi gula juga perlu diperhatikan. Karena gigi yang berulang kali terpapar gula akan membuat struktur gigi terkikis terus menerus.

Selain permen, karbohidrat bertepung seperti biskuit dan sereal atau jus buah dan susu juga mengandung gula yang perlu dibatasi.

2. Hindari berbagi alat

Tidak hanya berbagi sikat gigi yang harus dicegah, kadang tanpa sadar Mama memasukkan sendok bayi ke mulut Mama, lalu sendok itu kembali digunakan untuk menyuapi bayi. Hal ini bisa membuat bakteri dari mulut Mama berpindah ke Si Kecil.

3. Rajin sikat gigi

3. Rajin sikat gigi

Segera setelah gigi anak tumbuh, orang tua sudah harus mengajarkan anak untuk membersihkan gigi. Mulai dari menggunakan air, lalu perlahan menggunakan pasta gigi. Sikat gigi dua kali sehari. Hindari anak tidur dengan botol susu, supaya tidak ada gula menempel selama Si Kecil tidur.

4. Ke dokter gigi

Sebelum usia satu tahun atau setelah anak mulai tumbuh gigi, lakukanlah kunjungan rutin ke dokter gigi, setidaknya 6 bulan sekali. Ini penting untuk mengetahui kondisi gigi balita supaya kerusakan gigi bisa dicegah.

Kalau gigi balita sudah terlanjur berlubang, dokter akan melakukan penambalan gigi supaya lubang tidak semakin besar. Menambal gigi susu dapat membuat gigi jadi lebih awet, ini penting supaya anak tidak kehilangan gigi susu sebelum waktunya.

Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Mengajari anak untuk menggosok gigi bisa jadi sebuah tantangan, sebab biasanya anak akan menolak. Di awal-awal, balita akan kesulitan mengkoordinasikan tangannya untuk menyikat gigi. Alasan lain mereka menolak sikat gigi adalah karena tidak suka dengan rasanya.

Jangan khawatir, teruslah sabar mengajari anak menggosok gigi. Perlahan ia akan mulai terbiasa. Supaya proses sikat gigi jadi menyenangkan, gunakan pasta gigi dengan rasa yang disukai anak. Tapi pastikan kandungannya aman untuk balita ya., Ma!

Sekarang sudah ada Mama’s Choice Baby & Kids Toothpaste dengan 2 varian rasa kesukaan anak, yaitu bubble gum dan stoberi. Selain disukai anak, Mama juga pasti senang karena pasta gigi ini aman untuk anak.

Ajari Anak Sikat Gigi Sejak Dini

Tidak seperti pasta gigi anak lain, Mama’s Choice Baby & Kids Toothpaste tidak mengandung flouride dan sulfat (SLS/SLES).

Paparan flouride terlalu banyak punya dampak negatif untuk anak. Antara lain menyebabkan gigi menguning (fluorosis). Bahkan [Environmental Health Perspective](https://www.huffpost.com/entry/fluoride_n_2479833 target=) menyebut bahwa fluoride bisa merusak kinerja otak.

Sementara itu, sulfat punya banyak efek samping. Contohnya membuat kerusakan jaringan di rongga mulut, sariawan berulang, hingga gangguan hormon.

Sebagai pengganti fluoride dan sulfat, Mama’s Choice Baby & Kids Toothpaste menggunakan bahan alami yang lebih aman.

  • Hydroxyapatite, memulihkan mineral untuk gigi kuat dan sehat.

  • Organic calendula, mencegah dan mengurangi iritasi di gusi.

  • Natural xylitol, kurangi pertumbuhan bakteri sekaligus cegah gigi berlubang.

Jadi sudah tidak bingung lagi ya memilih pasta gigi untuk anak. Si kecil suka dengan rasanya, Mama pun tenang dengan kandungannya.

Terus semangat ajari anak sikat gigi ya, Ma! Rajin sikat gigi, sakit gigi pun pergi.

Mama’s Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait: Pasta Gigi Tanpa Fluoride: Kapan Masuk Akal Dipilih?

Gigi yang Sudah Berlubang Tidak Bisa Menutup Sendiri

Ini yang paling sering disalahpahami: lubang pada gigi anak tidak bisa disembuhkan atau ditutup kembali hanya dengan menyikat gigi atau mengganti pasta gigi.

Pasta gigi berfluoride dalam jumlah sesuai usia membantu memperlambat dan mencegah kerusakan baru, dan pada tahap paling awal, ketika baru berupa bercak putih dan belum berlubang, remineralisasi memang mungkin. Tetapi lubang yang sudah terbentuk memerlukan penanganan dokter gigi.

Takaran sesuai usia:

  • Di bawah 3 tahun: sebesar sebutir beras

  • 3–6 tahun: sebesar biji kacang polong

Dampingi anak saat menyikat gigi agar pasta giginya tidak ditelan, dan ajari meludah begitu ia mampu.

Jangan menunda pemeriksaan dengan alasan "ini kan cuma gigi susu". Gigi susu yang berlubang bisa menimbulkan nyeri, infeksi, dan mengganggu gigi permanen yang sedang terbentuk di bawahnya.

Sumber:

fkg.ui.ac.id

apps.who.int

parents.com

toothfairypediatricdental.com

healthline.com

[huffpost.com](https://www.huffpost.com/entry/fluoride_n_2479833 target=)

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

500 ribu+ terjualBaby & Kids Toothpaste

Best seller·Oral Care

Baby & Kids Toothpaste

Rp 49.000Rp 69.000hemat 29%

4.9 · 17 ulasan

Baca juga