Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Anak yang Rusak
Berbagai masalah gigi sudah bisa dialami anak sejak bayi. Mulai dari gigi kuning, keropos, hingga berlubang. Jangan sampai gigi anak rusak ya, Ma.

Berbagai masalah gigi sudah bisa dialami anak sejak bayi. Mulai dari gigi kuning, keropos, hingga berlubang. Jangan sampai gigi anak rusak ya, Ma. Simak artikel ini supaya Mama tahu penyebab dan cara mengatasi gigi rusak pada anak!
Penyebab Gigi Anak Rusak
Berikut ini merupakan beberapa penyebab gigi anak rusak. Mama bisa mencermati tiap poinnya untuk mencegah kerusakan pada gigi Si Kecil.
1. Makan makanan manis
Gula yang menempel terlalu lama di mulut bisa menyebabkan lubang pada gigi. Gigi berlubang alias karies gigi terjadi ketika bakteri di mulut bertemu dengan makanan yang mengandung gula. Bakteri mengubah gula menjadi asam.
Dilansir dari situs Johns Hopkins Medicine, seiring waktu, asam yang dibuat oleh bakteri menggerogoti email gigi, menyebabkan gigi berlubang.
Gigi berlubang merupakan persoalan yang banyak dialami anak-anak. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedas 2018) menyebut bahwa 93% anak usia dini mengalami gigi berlubang. Sementara menurut CDC, 1 dari 5 anak usia 5-11 tahun di Amerika setidaknya memiliki satu gigi karies yang tidak dirawat.
2. Bayi tertidur dengan botol susu
Seringkali kita menidurkan bayi dengan botol susu agar tidak rewel. Hal ini membuat susu menempel di mulut bayi sepanjang ia tidur. Susu mengandung gula dan memicu gigi berlubang.
Kerusakan gigi pada bayi bisa berdampak sangat buruk. WebMD menyebut bahwa gigi bayi yang rusak parah dapat menyebabkan gigi abses, dan infeksi dapat menyebar ke tempat lain di tubuh.
3. Tertular bakteri dari orang dewasa
Fiona Sandom, presiden The British Association of Dental Therapists (BADT), menyebut bahwa ada banyak penelitian yang menyebut tentang penularan bakteri penyebab gigi berlubang dari ibu ke bayinya.
“Penyebab utamanya adalah streptococcus mutans (bakteri pemicu karies gigi), yang dapat menular melalui transfer air liur. Berbagi sendok, meniup makanan, dan bahkan mencium mulut balita semuanya menimbulkan risiko.”, Fiona Sandom, Presiden dari Asosiasi Terapis Gigi di Inggris
Riset yang dilakukan klinik kesehatan anak di Finlandia menemukan bahwa penyebab penularan bakteri yang paling umum terjadi adalah karena orang dewasa mencium bibir anak dan berbagi sendok saat makan.
4. Kebiasaan menghisap jari
“Gigi dapat terdorong keluar hingga menonjol. Anak juga mungkin mengalami kesulitan mengucapkan kata-kata. Selain itu, rahang atas dan bawah bisa menjadi tidak sejajar dan langit-langit mulut bisa berubah bentuk.”, WebMD
Menghisap benda seperti jari, dot, atau teether bisa memberikan rasa nyaman bagi anak. Tapi jangan dibiasakan ya, Ma. Terutama kalau Si Kecil sudah umur 5 tahun ke atas, saat gigi permanennya mulai tumbuh.
5. Jarang menyikat gigi
Menyikat gigi nampaknya sepele dan bisa dilakukan dalam waktu tidak sampai 5 menit. Namun ketika diabaikan bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi anak. Mulai dari bau mulut, karang gigi, penumpukan plak, hingga gigi berlubang.
Mama sudah bisa mulai menyikat gigi bayi begitu giginya mulai tumbuh. Menyikat gigi sejak dini selain baik untuk kesehatan gigi, juga dapat membentuk kebiasaan membersihkan gigi pada anak.
Tips Mengatasi Gigi Anak Rusak
Jika gigi anak rusak, maka Mama harus membawanya ke dokter gigi untuk diobati. Setelah itu kebiasaan merawat gigi sudah harus diterapkan supaya gigi tidak rusak lagi.
-
Kurangi makanan dan minuman manis.
-
Jangan berbagi sendok dan mencium bibir anak.
-
Buat anak sibuk bermain supaya ia tidak lagi punya kebiasaan menghisap jari atau dot.
-
Jadikan sikat gigi sebagai aktivitas yang menyenangkan.
Sikat Gigi Asyik dengan Pasta Gigi Anak Tanpa Flouride
Salah satu penyebab anak malas menyikat gigi adalah karena mereka tidak menyukai rasanya. Mama tidak tidak perlu khawatir, karena sebentar lagi akan hadir Mama’s Choice Kids Toothpaste. Pasta gigi anak yang dilengkapi dengan pilihan rasa jeruk dan stoberi yang disukai anak serta aman jika tertelan.
Selain itu pasta gigi yang satu ini berbeda dari pasta gigi anak lainnya karena tidak mengandung flouride dan sulfat. Sebagai gantinya pasta gigi ini menggunakan calcium glycerophosphate dan xylitol serta calendula untuk melindungi dan memelihara gigi. Nantikan kehadirannya ya, Ma!
Itu dia penyebab dan cara mengatasi gigi anak yang rusak. Yuk cegah anak sakit gigi dengan menjaga makanan dan rajin sikat gigi. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Ma!
Artikel terkait: Begini Cara Pasta Gigi Tanpa Fluoride Melindungi Gigi!
Tidak Semua Kerusakan Gigi Sama Penyebabnya
Gigi susu yang rusak sering dianggap satu masalah, padahal penyebabnya berbeda-beda dan penanganannya ikut berbeda:
-
Karies (gigi berlubang): kerusakan akibat asam dari bakteri yang mengolah sisa gula. Ini yang paling umum.
-
Gangguan pembentukan email: email gigi yang tidak terbentuk sempurna sejak awal, sehingga permukaannya tampak kekuningan, berbintik, atau mudah terkikis. Ini bukan karena kurang menyikat.
-
Trauma: gigi retak, patah, atau berubah warna setelah terbentur.
-
Infeksi, bila kerusakan sudah mencapai bagian dalam gigi, bisa muncul abses.
Karena itu kerusakan gigi anak perlu diperiksa dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya, bukan diperkirakan sendiri dari tampilannya.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi
-
Nyeri gigi, apalagi yang membangunkan anak di malam hari
-
Gusi atau pipi bengkak
-
Demam yang menyertai keluhan gigi
-
Gigi patah atau tanggal karena benturan
-
Anak jadi sulit makan atau menghindari sisi tertentu saat mengunyah
Tidak ada pasta gigi atau suplemen yang mengembalikan gigi yang sudah rusak. Yang bisa dilakukan perawatan harian adalah mencegah kerusakan baru dan memperlambat yang sudah ada, perbaikannya sendiri memerlukan tindakan dokter gigi.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
