Malaria pada Bayi: Gejala, Cara Mencegah, dan Mengobati
Di sini ada penjelasan terkait gejala, cara mencegah dan mengobati malaria pada bayi, baca dan pahami selengkapnya yuk, Ma!

Tahukah Mama, bayi yang baru lahir dan berusia kurang dari 12 bulan merupakan kelompok yang paling rentan terkena malaria? Simak penjelasan terkait gejala, cara mencegah dan mengobati malaria pada bayi di sini!
Bayi berusia di bawah 12 bulan termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami malaria berat.
Yang perlu diluruskan adalah soal kekebalannya. Pada bulan-bulan pertama, bayi mendapat perlindungan sementara dari antibodi ibu yang menyeberang melalui plasenta dan dari hemoglobin janin yang masih tersisa. Perlindungan itu berkurang setelah sekitar 3–6 bulan, dan sejak titik itu bayi menjadi lebih rentan, karena perlindungan bawaan tadi menghilang sementara kekebalannya sendiri belum terbentuk.
Konsekuensinya sama pentingnya untuk semua usia bayi: malaria pada bayi dapat memburuk dengan sangat cepat dan termasuk kondisi kegawatdaruratan..
Bagaimana Malaria Menginfeksi Bayi?
Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Umumnya, jenis parasit yang menyebabkan malaria adalah Plasmodium vivax dan Plasmodium falciparum. Kedua jenis parasit ini disebarkan oleh nyamuk Anopheles.
Penyebaran penyakit malaria dapat terjadi sepanjang tahun, namun jumlah kasus terkena malaria meningkat selama dan setelah musim hujan. Hal ini disebabkan oleh cuaca lembab dan terdapatnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak bagi nyamuk.
Penting untuk Mama ketahui bahwa nyamuk Anopheles menggigit pada malam hari, berbeda dengan nyamuk pembawa demam berdarah atau chikungunya yang menggigit pada siang hari. Maka dari itu, diperlukan langkah proteksi bayi dari nyamuk selama 24 jam.

Bagaimana Gejala Malaria pada Bayi?
Berikut ini merupakan gejala-gejala malaria pada bayi:
-
Demam dan menggigil
-
Batuk dan pilek
-
Mudah mengantuk
-
Nafsu makan menurun
-
Diare (biasanya dengan feses berwarna hijau)
-
Sakit perut
-
Muntah
-
Beberapa bayi mengalami hipotermia
-
Bernapas lebih cepat
Bagaimana Malaria pada Bayi Diobati?
Malaria hanya dapat disembuhkan dengan obat antimalaria, dan hanya dokter yang boleh menentukannya. Cairan, istirahat, dan parasetamol adalah perawatan pendukung untuk kenyamanan, bukan pengobatan, dan tidak boleh dijadikan penanganan utama.
Bayi yang demam setelah berada di daerah endemis malaria perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan hari itu juga untuk pemeriksaan darah. WHO menganjurkan pengobatan dimulai dalam 24 jam sejak demam muncul, karena malaria berat pada anak kecil dapat berkembang dalam hitungan jam.
Beberapa hal yang perlu Mama ketahui tentang pengobatannya:
- Jenis obat dan dosisnya ditentukan berdasarkan jenis parasit, berat badan bayi, dan usianya, tidak ada dosis umum yang bisa diperkirakan sendiri
- Obat harus dihabiskan sesuai anjuran meski bayi sudah tampak membaik; berhenti di tengah jalan membuat parasit bertahan dan penyakit kambuh
- Jangan memberi obat antimalaria sisa dari anggota keluarga lain, dan jangan membeli sendiri tanpa diagnosis
- Obat penurun demam boleh diberikan hanya sesuai dosis dari tenaga kesehatan
Segera ke IGD bila bayi kejang, sangat lemas atau sulit dibangunkan, napasnya cepat atau berat, menolak minum, muntah terus-menerus, kencingnya sangat sedikit, kulitnya pucat, atau tampak kuning. Itu tanda malaria berat.
Cara Mencegah Malaria pada Bayi
Utamanya, langkah pencegahan malaria dimulai dengan menjauhkan tempat berkembang biaknya nyamuk dari lingkungan rumah Mama. Usahakan untuk menjauhkan atau menutup genangan air di sekitar rumah ya, Ma! Selain itu Mama juga dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Pakaikan baju berwarna terang pada bayi
Hindari pakaian berwarna gelap pada bayi ya Ma, karena biasanya warna gelap lebih menarik perhatian nyamuk. Selain itu Mama dapat memilih baju dengan lengan atau celana panjang yang dapat melindungi permukaan kulit bayi dari gigitan nyamuk.
2. Gunakan kelambu saat bayi tidur
Untuk menghindari gigitan nyamuk, Mama dapat memasang kelambu pada tempat tidur bayi. Kelambu dapat digunakan pada siang dan malam hari untuk mengurangi resiko gigitan nyamuk demam berdarah dan chikungunya.
3. Pilih tempat yang sejuk untuk bayi
Apabila memungkinkan Mama dapat memasang AC di kamar bayi dengan temperatur yang sejuk. Hal ini disebabkan oleh udara sejuk yang tidak disukai nyamuk.
4. Jauhkan kamar anak dari semak belukar
Semak belukar dan pagar tanaman merupakan tempat nyamuk bersarang. Maka dari itu penting bagi Mama untuk memilih kamar yang tidak dekat dengan semak-semak atau pagar tanaman.
5. Kelambu berinsektisida: perlindungan utama, bukan lotion
Perlu diletakkan dengan urutan yang benar: untuk malaria, kelambu berinsektisida (insecticide-treated net) adalah cara pencegahan dengan bukti paling kuat, karena nyamuk Anopheles menggigit pada malam hari saat bayi tidur. WHO menempatkannya sebagai andalan pencegahan, bersama kawat kasa pada jendela dan pintu.
Lotion anti nyamuk berperan sebagai pelengkap, bukan pengganti kelambu, dan ada batas usianya:
- Di bawah 2 bulan: tidak dianjurkan memakai lotion anti nyamuk apa pun. Andalkan kelambu, pakaian lengan panjang tipis, dan kawat kasa
- Di atas 2 bulan: boleh memakai produk yang terdaftar BPOM sesuai petunjuk pada kemasan
- Oleskan pada kulit terbuka saja, hindari tangan bayi, sekitar mata, dan mulut
- Jangan mengoleskan di bawah pakaian, dan cuci setelah tidak diperlukan lagi
Bila Mama tinggal di atau bepergian ke daerah endemis, tanyakan ke dokter apakah Si Kecil memerlukan profilaksis (obat pencegahan), untuk sebagian daerah, ini dianjurkan.
Demikian penjelasan tentang gejala, cara mencegah, dan mengobati malaria pada bayi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat ya, Ma!
Lihat rangkaian perawatan bayi Mama’s Choice di Shopee
Artikel terkait: Tips Bijak Memilih Obat Nyamuk yang Aman untuk Bayi
Malaria pada Bayi Adalah Kegawatdaruratan
Malaria pada bayi dapat memberat dengan cepat, dalam hitungan jam, bukan hari. Bayi dengan demam atau gejala yang dicurigai malaria memerlukan pemeriksaan dan pengobatan segera oleh tenaga kesehatan. Pencegahan gigitan nyamuk tidak menggantikan diagnosis dan obat antimalaria.
Segera bawa ke fasilitas kesehatan bila Si Kecil menunjukkan:
-
Demam, terutama bila tinggal di atau baru bepergian ke daerah endemis malaria
-
Menyusu atau makan jauh berkurang, atau menolak sama sekali
-
Tampak lemas, sulit dibangunkan, atau tidak seresponsif biasanya
-
Napas cepat atau tampak berat
-
Kejang
-
Kuning pada kulit dan mata, atau kencing berwarna gelap
Diagnosis malaria memerlukan pemeriksaan darah, tidak bisa ditegakkan dari gejala saja, karena demam pada bayi punya banyak penyebab lain. Obat antimalaria juga harus diresepkan dokter; jenis dan dosisnya bergantung pada jenis parasit, usia, dan berat badan bayi.
Kelambu, pakaian tertutup, dan penolak nyamuk sesuai usia tetap penting, tetapi sebagai pencegahan, bukan pengobatan.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
