Bau Badan Saat Hamil? Ini 3 Tips Memilih Deodorant
Saat hamil hingga menyusui, terjadi berbagai perubahan hormon yang membuat bau badan Mama jadi lebih tajam. Tapi jangan asal pilih.

Saat hamil hingga menyusui, terjadi berbagai perubahan hormon yang membuat bau badan Mama jadi lebih tajam. Jangan khawatir, hal ini sangat normal dan dapat diatasi dengan deodorant. Tapi jangan asal pilih. Yuk simak dulu 3 tips memilih deodorant penghilang bau badan yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Penyebab Bau Badan
Mengutip dari situs Very Well Family, setidaknya ada 3 hal yang menjadi penyebab bau badan saat hamil.
-
Perubahan hormon yang memengaruhi produksi keringat dalam tubuh.
-
Peningkatan berat badan. Mama jadi lebih mudah berkeringat saat bergerak dengan kondisi janin yang terus membesar.
-
Stress dan cemas saat hamil memancing kelenjar dalam tubuh memproduksi lebih banyak keringat.
Tips Memilih Deodorant Penghilang Bau Badan

Bau badan dapat terjadi karena adanya pertemuan antara keringat dengan bakteri di ketiak. Mama bisa mengatasinya dengan deodorant untuk bau badan. Tapi tidak semua deodorant aman untuk ibu hamil dan menyusui. Supaya tidak salah pilih, simak tips di bawah ini ya.
1. Pilih Deodorant dengan Kandungan Antiperspirant
Kandungan antiperspirant menahan keringat keluar dari kelenjarnya. Yang bisa melakukannya hanya garam aluminium; tidak ada bahan alami yang bekerja seperti itu, jadi produk bebas aluminium adalah deodoran, bukan antiperspiran.
Antiperspiran dibuat dari garam aluminium, yang pada sebagian orang bisa menimbulkan iritasi. Kaitannya dengan kanker payudara dan alzheimer sering disebut, tetapi American Cancer Society menyatakan tidak ada bukti yang mendukungnya. Memilih formula bebas aluminium adalah preferensi, bukan penghindaran bahaya. Bila Mama lebih nyaman menghindarinya, pilih deodoran bebas aluminium dengan bahan seperti dead sea mineral dan ekstrak lemon.
2. Pastikan Deodorant Tidak Mengandung Alkohol
Tidak hanya kandungan alkohol dalam minuman, alkohol dalam skincare dan deodorant juga perlu dihindari oleh ibu hamil dan menyusui. Selain membahayakan janin dalam jangka panjang, alkohol juga dapat memunculkan reaksi alergi pada kulit. Kulit jadi terlalu kering sehingga lebih mudah teriritasi.
3. Hindari Penggunaan Deodorant yang Mengandung Pemutih
Saat ini sudah banyak produk deodorant penghilang bau badan yang mengklaim dapat memutihkan ketiak yang kusam. Hati-hati dengan pernyataan ini, sebab bisa jadi terdapat kandungan merkuri (Hg).
Merkuri memang dapat memutihkan kulit, tapi juga ada bahaya yang mengintai. Dalam jangka pendek, paparan merkuri dapat menyebakan kulit teriritasi. Sementara dalam jangka panjang, kandungan merkuri bisa mengakibatkan keracunan sistemik yang merusak tubuh.
4. Pilih Deodorant yang Aman Digunakan Saat Hamil dan Menyusui
Terakhir, cara agar tidak bau badan yang paling baik adalah dengan memilih produk deodorant yang yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Ciri-cirinya adalah tidak mengandung toksin seperti alkohol, aluminium, merkuri, paraben, serta lebih banyak menggunakan bahan natural.
Deodorant yang memenuhi syarat aman untuk ibu hamil dan menyusui adalah Mama’s Choice Dry Serum Deodorant. Krim deodoran dengan triple action formula untuk ketiak cerah, tetap kering dan halus.
Mama’s Choice menggunakan bahan-bahan alami pilihan untuk mengatasi bau badan tanpa membahayakan kulit dan janin. Pertama, ada dead sea mineral sebagai pengganti aluminium. Kandungan ini bekerja pada bau badan, bukan pada produksi keringat: yang menekan produksi keringat adalah garam aluminium, dan formula ini tidak mengandungnya.
Kedua, ada niacinamide sebagai pengganti merkuri (Hg). Niacinamide berfungsi mencerahkan ketiak yang kusam, serta aman untuk ibu hamil dan menyusui. Terakhir ada ekstrak lemon yang kaya akan vitamin C untuk menutrisi kulit ketiak.
Mama’s Choice Dry Serum Deodorant sudah banyak mendapatkan review deodorant penghilang bau badan terbaik dari para Mama. Menurut mereka, krim deodoran yang satu ini cepat kering, ampuh mengurangi bau badan, dan efektif mencerahkan ketiak. Asyik, Mama jadi lebih percaya diri deh!
Selain tidak mengandung toksin,Mama’s Choice Dry Serum Deodorant juga memiliki sertifikasi Halal dan sudah terdaftar BPOM. Ketiak wangi dan cerah, Mama pun bisa tenang karena kandungannya aman untuk ibu hamil dan menyusui.
Itu dia cara menghilangkan bau badan secara alami dengan memilih deodorant yang aman untuk ibu hamil dan menyusui. Bye bye ketiak bau!
Baca juga: Apakah Antiperspirant Berbahaya? Ini Faktanya!
Kenapa Bau Badan Berubah Saat Hamil
Ada beberapa hal yang terjadi bersamaan, dan tidak satu pun berarti Mama kurang bersih.
Kelenjar keringat lebih aktif. Volume darah bertambah dan suhu tubuh sedikit naik, sehingga tubuh berkeringat lebih banyak untuk mendinginkan diri.
Hormon mengubah aktivitas kelenjar apokrin di ketiak, yang keringatnya berinteraksi dengan bakteri kulit dan menghasilkan bau.
Penciuman menajam. Sebagian besar Mama mencium baunya jauh lebih tajam daripada orang lain, kadang baunya tidak berubah sama sekali, hanya persepsinya.
Perubahan pola makan. Bawang, rempah tertentu, dan asupan protein tinggi bisa terasa pada keringat.
Ini hampir selalu mereda setelah melahirkan.
Deodoran atau Antiperspiran
Keduanya sering dikira sama, padahal bekerja berbeda.
Deodoran mengurangi bau dengan menekan pertumbuhan bakteri. Ia tidak menghentikan keringat.
Antiperspiran mengurangi jumlah keringat, umumnya dengan garam aluminium yang menyumbat sementara saluran keringat.
Bagi banyak Mama, deodoran saja sudah cukup selama kehamilan, terutama bila keluhannya bau dan bukan basah.
Soal aluminium: kekhawatiran yang mengaitkannya dengan kanker payudara dan penyakit Alzheimer tidak didukung bukti yang memadai. Banyak Mama tetap memilih menghindarinya selama hamil, dan itu pilihan yang sah, tetapi alasannya kehati-hatian, bukan bahaya yang terbukti.
Cara Memakainya Supaya Bekerja
Pakai pada kulit yang benar-benar kering, bukan setelah mandi saat masih lembap.
Malam hari lebih efektif untuk antiperspiran. Produksi keringat paling rendah saat tidur, sehingga bahan aktifnya sempat bekerja. Ini satu perubahan kecil yang sering langsung terasa.
Jangan dipakai setelah mencukur. Beri jarak setidaknya 12 sampai 24 jam; kulit yang baru dicukur adalah kulit yang lecet halus.
Secukupnya saja. Menumpuk lapisan tidak menambah efek, hanya residu.
Yang Sama Pentingnya
Bahan katun yang menyerap, dan berganti baju begitu terasa lembap. Mengeringkan ketiak dengan menepuk setelah mandi. Mengurangi makanan pemicu bila memang terasa berpengaruh. Dan mencukur atau merapikan rambut ketiak, yang mengurangi permukaan tempat bakteri berkembang.
Kapan Perlu Diperiksakan
Bau badan yang berubah drastis dan tiba-tiba, keringat berlebihan yang membasahi pakaian sepanjang hari tanpa cuaca panas, atau keringat malam yang membuat baju basah kuyup, layak disampaikan saat kontrol.
Periksakan juga bila kulit ketiak menjadi merah, perih, bernanah, atau muncul benjolan yang nyeri, itu bukan masalah deodoran.
Sumber:
Why Is My B.O. So Stinky When I’m Pregnant? (2022, October 5). Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/why-your-bo-might-smell-worse-during-pregnancy-6543081
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
