Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Celana Dalam Ibu Hamil Sesak? Ini Tips Memilih yang Baru

Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil mulai membesar. Mama mungkin merasa sesak saat menggunakan celana dalam yang biasa digunakan.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Celana Dalam Ibu Hamil Sesak? Ini Tips Memilih yang Baru

Memasuki trimester kedua, perut ibu hamil mulai membesar. Mama mungkin merasa sesak saat menggunakan celana dalam yang biasa digunakan. Itu tandanya Mama membutuhkan celana dalam hamil yang baru! Bagaimana cara memilih celana dalam untuk ibu hamil? Yuk, simak tipsnya di sini!

Cara Memilih Celana Dalam untuk Ibu Hamil

Pada trimester pertama, Mama mungkin masih menggunakan celana dalam yang biasa digunakan sebelum hamil. Namun saat memasuki trimester kedua, ukuran janin dalam perut Mama semakin membesar. Wajar bila Mama merasa tidak nyaman dan membutuhkan celana dalam baru. Untuk itu, berikut 5 tips membeli celana dalam ibu hamil untuk Mama!

1. Perhatikan usia kandungan

Tidak usah terlalu cepat dalam membeli celana dalam, Ma. Jika usia kandungan masih kurang dari 12 minggu, biasanya ukuran kandungan belum terlalu besar. Pada saat tersebut, Mama belum disarankan untuk membeli celana dalam hamil baru. 

celana dalam untuk ibu hamil, celana dalam hamil, celana dalam ibu hamil

Dikhawatirkan, celana dalam hamil yang Mama beli tidak sesuai dengan ukuran perut Mama saat kandungan sudah berkembang nanti. Sebaiknya, belilah celana dalam saat usia kandungan mendekati 20 minggu. Selain itu, Mama juga bisa membeli celana dalam setiap akan memasuki trimester baru.

2. Bahan atau Material yang Nyaman

Pilihlah celana dalam dengan bahan atau material yang nyaman untuk Mama gunakan sehari-hari. Mama bisa menggunakan bahan yang menyerap keringat, agar tidak gerah dan menimbulkan gatal. 

Bahan yang lembut seperti katun, atau nilon dan spandex, bisa jadi pilihan yang tepat karena bersifat lentur serta aman untuk ibu hamil.

3. Tipe Celana Dalam Hamil

celana dalam untuk ibu hamil, celana dalam hamil, celana dalam ibu hamil

Selain bahan dan material, Mama juga dapat memilih tipe celana dalam berdasarkan kenyamanannya. Terdapat dua jenis celana dalam, yaitu:

  • Above the bump (over the bump)

  • Below the bump (under the bump)

Celana dalam dengan tipe over the bump dapat Mama gunakan saat perut sudah membesar. Tipe celana di atas perut ini akan nyaman digunakan karena dapat menyangga perut dan punggung Mama, serta tidak akan menekan perut saat duduk.

Berbeda dengan tipe celana under the bump, Mama bisa gunakan celana ini di awal kehamilan. Tipe celana di bawah perut ini juga lebih nyaman digunakan saat cuaca panas karena tidak membuat Mama merasa gerah.

Baca juga: 10 Perlengkapan Ibu Hamil yang Pasti Berguna, Mama Sudah Punya?

4. Ukuran Celana Dalam Ibu Hamil

Tidak hanya perut Mama yang membesar, lho! Seiring bertambahnya usia kehamilan, paha dan bokong Mama pun turut membesar. Maka dari itu, penting bagi Mama untuk memilih ukuran celana dalam yang tidak membuat sesak. Untuk itu, sebaiknya Mama menggunakan celana dalam dengan satu ukuran lebih besar.

Hal ini dimaksudkan agar Mama tidak merasa sesak dengan tersedianya ruang untuk perut. Namun semua kembali pada diri Mama, apakah Mama menyukai celana dalam yang agak longgar atau celana dalam yang pas dengan perut Mama.

5. Warna dan mode yang disukai

celana dalam untuk ibu hamil, celana dalam hamil, celana dalam ibu hamil

Pada saat hamil, Mama berhak untuk tampil stylish dengan warna dan model celana dalam yang Mama suka. Walaupun hanya pakaian dalam, suasana hati Mama akan menjadi baik jika mengenakan sesuatu yang Mama senangi. 

Mama bisa menggunakan celana dalam berwarna cerah maupun netral sesuai selera Mama. Yang penting nyaman saat Mama gunakan, ya!

Sekarang Mama tidak perlu bingung dalam memilih celana dalam untuk ibu hamil, karena Mama sudah mengetahui tipsnya! Jangan lupa untuk selalu mengutamakan kenyamanan Mama dan sang buah hati di dalam perut.

Sehat dan berbahagia selalu ya, Ma! Semoga tulisan ini bermanfaat!

5. Warna dan mode yang disukai

Artikel terkait: Cara Memakai dan Merawat Nursing Bra (BH Menyusui)

Kenapa dan Kapan Ukuran Berubah

Perut bukan satu-satunya yang membesar. Panggul melebar sebagai persiapan persalinan, dan volume cairan tubuh bertambah cukup banyak, keduanya membuat pinggul dan paha ikut berubah.

Perubahan biasanya terasa di trimester kedua, lalu sekali lagi menjelang akhir kehamilan. Karena itu membeli banyak sekaligus di awal sering berakhir dengan tumpukan yang tidak terpakai.

Yang lebih hemat: beli beberapa saat mulai terasa sesak, lalu tambah lagi bila perlu.

Tanda Celana Dalam Sudah Terlalu Sesak

Sering diabaikan karena dianggap wajar. Padahal tidak.

  • Bekas karet yang lama hilang di pinggang atau paha
  • Kesemutan atau kebas di paha bagian depan
  • Karet yang menekan tepat di perut bawah
  • Gatal atau kemerahan di lipatan paha
  • Harus menarik-narik sepanjang hari

Pakaian dalam yang terlalu ketat juga menahan kelembapan, dan itu memperbesar kemungkinan infeksi jamur, yang sudah lebih mudah terjadi selama kehamilan.

Merawatnya Supaya Awet

Cuci dengan tangan atau mode lembut, dengan deterjen tanpa pewangi kuat. Sisa deterjen dan parfum adalah pemicu iritasi paling umum di area sensitif.

Hindari pemutih dan pelembut pakaian pada bagian selangkangan. Keringkan dengan diangin-anginkan, bukan mesin pengering, agar karet tidak cepat melar.

Ganti setiap hari, dan dua kali sehari bila cuaca panas atau keputihan sedang banyak.

Setelah Melahirkan

Kebutuhannya berubah lagi, dan berbeda tergantung cara melahirkan.

Setelah persalinan normal, yang dibutuhkan adalah model yang menahan pembalut nifas dengan aman dan berbahan katun.

Setelah caesar, pilih model berpinggang tinggi yang karetnya berada di atas bekas sayatan. Celana dalam berpinggang rendah duduk tepat di luka dan mengganggu penyembuhan.

Perut tidak langsung kembali seperti sebelum hamil. Ukuran kehamilan trimester kedua biasanya masih terpakai beberapa minggu setelah melahirkan, dan itu normal.

Ringkasnya

Beli sedikit-sedikit sesuai perubahan, pilih katun yang menyerap, pastikan karet tidak menekan perut, dan setelah caesar pilih yang pinggangnya tinggi.

Berapa Banyak yang Perlu Disiapkan

Patokan yang realistis: lima sampai tujuh potong per tahap kehamilan, cukup untuk mencuci setiap dua hari tanpa kehabisan.

Menyiapkan lebih banyak di awal jarang terpakai, karena ukurannya berubah lagi. Menyiapkan terlalu sedikit berarti mencuci setiap hari, yang jarang terjadi pada minggu-minggu paling melelahkan.

Untuk masa nifas, siapkan tambahan beberapa potong yang memang disiapkan untuk kotor, perdarahan nifas berlangsung dua sampai enam minggu, dan pembalut tidak selalu menahan sempurna.

Mitos yang Sering Terdengar

"Harus selalu model tinggi menutupi perut." Tidak harus. Sebagian Mama justru lebih nyaman dengan model rendah yang duduk di bawah perut. Yang penting karetnya tidak menekan.

"Katun saja sudah cukup." Katun memang paling menyerap, tetapi campuran dengan sedikit elastane membuatnya mengikuti perubahan bentuk tanpa melar permanen.

"Celana dalam khusus hamil wajib dibeli." Tidak wajib. Ukuran yang lebih besar dari biasanya, dengan bahan yang tepat, sering sudah menyelesaikan masalah.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga