Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Mengatasi Bayi Sungsang Setelah 7 Bulan dengan Posisi

Posisi bayi sungsang di atas 7 bulan atau jelang persalinan memang terkadang membuat Mama khawatir. Yuk cari tahu selengkapnya di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Anak mendengarkan perut ibunya yang hamil

Posisi bayi sungsang di atas 7 bulan atau jelang persalinan memang terkadang membuat Mama khawatir. Tidak heran jika Mama mencari cara mengatasi agar bayi tidak sungsang lagi, misalnya dengan terus melakukan posisi sujud yang benar. Yuk cari tahu selengkapnya di sini!

Kehamilan sungsang adalah kondisi ketika janin berada dalam posisi kepala di atas rahim Mama, sehingga kaki bayi mengarah ke jalan lahir yaitu vagina. Posisi bayi sungsang di atas 7 bulan yang tidak kunjung berputar berpotensi membahayakan proses persalinan normal. Pada umumnya jika hal ini terjadi, dokter akan merekomendasikan tindakan caesar.

Meski posisi bayi sungsang memiliki kelebihan dari segi medis, banyak Mama tetap merasa khawatir. Hal ini dapat dimengerti, sebab persalinan caesar memakan biaya yang tidak sedikit.

Tapi Mama jangan khawatir dulu, yuk coba memperbaikinya dengan melakukan posisi sujud ini. 

Apa manfaat posisi sujud saat kehamilan?

Posisi sujud atau dikenal juga sebagai knee-to-chest merupakan gerakan yang dapat dilakukan oleh Mama untuk memperbaiki posisi bayi sungsang. Latihan ini memanfaatkan gravitasi untuk mendorong bayi agar merubah posisi kepalanya ke arah vagina Mama. 

Posisi sujud ternyata tidak hanya dapat memperbaiki posisi bayi sungsang saja. Gerakan ini juga tetap bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan Mama bagi bayi yang sudah berada pada posisi normal, yakni:

  • Membetulkan posisi kepala yang tertunduk ataupun terkunci di pinggir atau tengah panggul.

  • Mengoptimalkan posisi bayi yang tinggi.

  • Membetulkan tangan bayi pada panggul yang bisa menghambat persalinan.

Langkah-langkah posisi sujud yang benar agar bayi tidak sungsang

Untuk melakukan posisi sujud, Mama bisa melakukan sendiri atau dengan bantuan orang lain, terutama ahli. Berikut merupakan langkah-langkah untuk melakukan posisi sujud yang benar agar bayi bayi tidak sungsang. 

  • Cari permukaan yang aman, rata, dan nyaman untuk melakukan posisi sujud, misalnya di alas yoga.

  • Mulai dengan duduk bersimpuh.

  • Angkat kedua tangan Mama, kemudian tempelkan lengan (mulai dari telapak tangan hingga siku) sejajar dengan dada ke permukaan tempat tidur atau lantai.

  • Angkat bokong Mama ke arah atas seperti membentuk huruf A, dengan lutut dan lengan yang menempel pada permukaan tempat tidur atau lantai sebagai penopang tubuh.

  • Tahan posisi ini selama 5-15 menit, dan lakukan 2 kali dalam sehari.

Posisi ini akan membuat rahim Mama mengembang, sehingga memberikan ruang bagi bayi untuk memutar posisi. Jika saat melakukan posisi sujud Mama merasakan posisi bayi sedang berubah, bersandarlah pada satu lengan. Gunakan lengan yang lainnya untuk mengelus lembut belakang kepala bayi ke arah jalan lahir atau vagina.

Tips Melakukan Posisi Sujud

Dalam melakukan posisi sujud, sebaiknya perut dalam kondisi kosong. Jangan makan terlebih dahulu agar tidak begah.

Agar janin merespon usaha Mama untuk memutar posisinya, Mama dapat memutar musik yang menyenangkan ketika melakukan sujud. Letakkan musik di bagian dekat vagina, agar bayi mengikuti sumber suara tersebut.

Apabila Mama mendapat bantuan saat melakukan posisi sujud, orang tersebut dapat menggunakan kain panjang atau rebozo yang dililitkan pada paha Mama bagian atas. Hal ini dapat mengurangi beban tubuh yang ditopangkan pada dada selama posisi sujud. 

Mama juga perlu mengetahui beberapa kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan Mama untuk bersujud, misalnya tekanan darah tinggi (preeklamsia). Selain itu posisi ini juga tidak dianjurkan jika Mama memiliki terlalu banyak cairan ketuban. Karenanya, pastikan berkonsultasi dengan dokter kandungan sebelum melakukan tindakan apapun ya Ma. 

Selain melakukan posisi sujud, dokter kandungan mungkin akan menyarankan Mama untuk sering mengepel jongkok agar bayi memutar posisinya.

Itulah cara mengatasi bayi sungsang 7 bulan dengan posisi sujud yang benar. Yuk, langsung coba gerakan ini di rumah!

Selain melakukan posisi sujud, usahakan untuk juga mengembangkan afirmasi positif dan menjauhi stres agar kehamilan Mama selalu sehat hingga persalinan. Dan jangan lupa untuk selalu menjalankan gaya hidup sehat serta menghindari paparan toksin dalam produk perawatan Mama sehari-hari, ya.

Untuk produk perawatan yang aman, halal, dan natural, selalu percayakan pada Mama’s Choice. Di sini, Mama bisa mendapatkan berbagai produk perawatan ibu dan bayi berkualitas dengan yang harga terjangkau.

Tunggu apa lagi?

Tips Melakukan Posisi Sujud

Yang Perlu Diketahui tentang Posisi Sujud dan Cara Lain

Posisi sujud (knee-to-chest), memutar musik di perut bagian bawah, jongkok, atau mengepel dengan posisi merangkak, semuanya populer, dan semuanya belum terbukti membuat bayi sungsang berputar.

Beberapa penelitian kecil pernah menelaah posisi seperti ini, tetapi hasilnya tidak konsisten dan bukti keseluruhannya lemah. Jadi tidak ada salahnya mencobanya bila terasa nyaman, posisi ini umumnya aman, tetapi tidak bisa dijanjikan mengubah posisi bayi atau menghindarkan Mama dari operasi caesar.

Yang perlu dibicarakan dengan dokter menjelang akhir kehamilan:

  • External cephalic version (ECV): prosedur memutar bayi dari luar perut yang dilakukan tenaga medis, biasanya ditawarkan sekitar usia kehamilan 36–37 minggu. Ini satu-satunya cara memutar bayi sungsang yang bukti keberhasilannya jelas.

  • Rencana persalinan bila bayi tetap sungsang: caesar terencana atau persalinan sungsang pervaginam, tergantung kondisi Mama, jenis sungsangnya, dan pengalaman tim penolong.

Banyak bayi juga berputar sendiri sebelum minggu ke-36, jadi posisi sungsang pada usia kehamilan 7 bulan belum tentu menetap.

Sumber:

Spinningbabies.com

Bestdoulas.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga