Cara Mencairkan ASI Beku dari Freezer yang Benar
Mama punya stok ASI yang disimpan dalam freezer? Yuk cek artikel ini untuk mengetahui cara mencairkan ASI beku dari freezer yang benar.

Mama punya stok ASI yang disimpan dalam freezer? Yuk cek artikel ini untuk mengetahui cara mencairkan ASI beku dari freezer yang benar. Ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan, lho!
Penting bagi bayi untuk menerima ASI eksklusif di enam bulan pertama kehidupannya. Karena itu stok ASI menjadi kebutuhan bagi para ibu yang baru melahirkan, terutama Mama yang hendak kembali bekerja sehingga tidak bisa menyusui langsung.
Cara Mencairkan ASI
Berikut ini merupakan beberapa cara untuk mencairkan ASI yang bisa Mama ikuti.
1. Cairkan stok ASI yang paling lama

Setiap kali memerah ASI, tuliskan tanggal dan jam pada kantong ASI. Lalu susun di freezer secara berurutan, misalnya yang paling lama ada di belakang kemudian yang paling baru ada di depan.
Saat hendak mencairkan stok ASI, keluarkan kantong ASI yang paling lama. Sistem ini juga dikenal dengan istilah FIFO alias first in first out.
2. Letakkan di kulkas
Mama bisa mencairkan ASI dengan memindahkannya dari freezer ke suhu kulkas. Ini cocok Mama lakukan ketika tidak sedang terburu-buru. Biasanya butuh waktu 12 jam untuk ASI dapat mencair dengan metode ini.
Menurut CDC, gunakan ASI dalam waktu 24 jam setelah ASI mencair di kulkas. Hitungan dapat Mama mulai setelah ASI benar-benar mencair ya, bukan sejak Mama memindahkannya dari freezer. Lebih dari 24 jam, sebaiknya ASI jangan Mama gunakan karena sudah terlalu lama.
3. Letakkan dalam wadah air hangat
Kalau Mama perlu waktu lebih cepat, maka rendamlah dalam wadah berisi air hangat. Dengan metode ini, ASI bisa meleleh dalam waktu 20 menit saja. Air hangat, ya. Jangan air panas.
-
Tempatkan kantong ASI ke dalam air hangat.
-
Jaga ketinggian air di bawah tutup kantong ASI untuk mencegah kontaminasi.
-
Saat air hangat sudah jadi dingin, segera ganti dengan air hangat yang baru.
-
Lakukan terus sampai ASI mencair.
4. Letakkan di bawah air hangat yang mengalir
Ini adalah cara tercepat untuk melelehkan ASI.
-
Taruh kantong ASI di bawah air mengalir, untuk awal gunakan air dingin biasa.
-
Perlahan tingkatkan suhu air yang mengalir menjadi hangat, jangan sampai panas.
-
Terus pegang kantong ASI sampai mencair dengan sempurna.
Terkadang ASI yang Mama cairkan dengan cara ini sedikit memiliki bau dan rasa yang tidak biasa. Namun ini bukan berarti kualitas ASI buruk.
Bau dan rasa yang aneh disebabkan oleh enzim lipase yang secara alami memecah lemak dalam ASI selama penyimpanan. ASI masih bisa digunakan. Bayi mungkin kurang suka rasanya.
Baca juga: Apa Kandungan Gizi ASI Hindmilk Foremilk dan Manfaatnya?
Penting! Jangan Lakukan Ini Saat Mencairkan ASI

Ma, perhatikan hal-hal berikut ini sebelum mencairkan ASI, ya.
1. Jangan gunakan microwave atau direbus
CDC mengingatkan bahwa cara ini dapat merusak nutrisi penting dalam ASI. Metode ini juga berpotensi membuat ASI cair dengan tidak merata, ada titik yang panas dan ada yang masih dingin. Apabila diberikan ke bayi, titik panas ini dapat membakar mulut dan tenggorokan Si Kecil. Wah, jangan sampai terjadi ya, Ma.
2. Perhatikan batas waktu setelah ASI mencair
Setelah benar-benar cair, ASI boleh disimpan di kulkas hingga 24 jam. Di suhu ruang, ASI yang sudah cair sebaiknya dipakai dalam 1–2 jam. Kalau bayi tidak habis meminum ASI dan sudah lebih dari 2 jam, Mama bisa membuang sisa ASI tersebut.
3. Jangan bekukan ulang
ASI yang sudah mencair dengan metode apa pun tidak boleh Mama bekukan kembali. Jadi rencanakan pencairan air susu dengan baik ya, Ma. Supaya tidak ada ASI yang terbuang sia-sia.
Baca juga: Menu Sahur untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lebih Deras
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.