Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Krim Ruam Popok: Cara Memilih dan Memakainya dengan Benar

Krim ruam popok hanya bekerja jika dipilih dan dipakai dengan benar. Ini bahan yang perlu dicari, yang harus dihindari, dan cara mengoleskan yang tepat.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit 3 menit baca
Rangkaian perawatan bayi di sekeliling si Kecil

Krim ruam popok terlihat seperti kategori yang sederhana, sampai Mama berdiri di depan rak dan menemukan selusin pilihan dengan klaim yang mirip.

Dua hal menentukan hasilnya: memilih formula yang tepat, dan memakainya dengan cara yang benar. Yang kedua sama pentingnya, dan lebih sering keliru.

Cara kerja krim ruam popok

Krim ruam bukan obat. Fungsinya membentuk lapisan penghalang antara kulit bayi dan sumber iritasi, urine, tinja, gesekan, dan kelembapan yang terperangkap.

Lapisan itu memberi kulit kesempatan memperbaiki diri. Karena itu krim yang dioleskan di atas kulit yang masih lembap justru bekerja melawan tujuannya: ia mengunci kelembapan di dalam.

Bahan yang perlu dicari

Bahan penenang untuk kulit yang sudah meradang:

  • Centella asiatica: meredakan iritasi dan mendukung perbaikan kulit
  • Chamomile: menenangkan kulit sensitif
  • Green tea: meredakan peradangan
  • Sweet almond oil: melembapkan tanpa terasa berat

Bahan pelembap untuk memperbaiki sawar kulit yang rusak.

Tekstur yang cepat menyerap dan tidak lengket. Krim yang berat dan lengket menahan panas di area yang sudah lembap.

Bahan yang sebaiknya dihindari

  • Parfum: pemicu iritasi paling umum pada kulit bayi
  • Alkohol: mengeringkan dan memperih kulit yang sedang terbuka
  • Mineral oil dan petroleum dalam jumlah besar, sebagian Mama memilih menghindarinya
  • Paraben
  • Pewarna

Cari juga keterangan hypoallergenic dan teruji dermatologis, serta nomor BPOM yang bisa dicek.

Cara memakainya dengan benar

Urutan ini yang paling sering menentukan keberhasilan.

1. Bersihkan dengan lembut

Air hangat dan kapas atau kain lembut. Selama ruam berlangsung, hindari tisu basah beralkohol atau berparfum. Tepuk-tepuk, jangan digosok.

2. Pastikan benar-benar kering

Ini langkah yang paling sering dilewati. Beri waktu 30 detik sampai satu menit, atau kipas-kipas dengan tangan. Krim di atas kulit lembap memerangkap air dan memperlambat penyembuhan.

3. Oleskan tipis untuk pencegahan, sedikit lebih tebal untuk ruam aktif

Untuk pencegahan harian, lapisan tipis merata sudah cukup. Untuk ruam yang sudah muncul, lapisan pelindung yang sedikit lebih tebal membantu.

4. Jangan gosok sisa krim sampai bersih

Saat ganti popok berikutnya, bersihkan kotoran dengan lembut dan biarkan sisa krim yang masih menempel. Menggosoknya sampai bersih merusak kulit yang sedang memperbaiki diri.

5. Beri waktu tanpa popok

Sepuluh sampai lima belas menit beberapa kali sehari. Udara adalah bagian dari perawatan.

Kapan dipakai

Untuk pencegahan: setiap habis mandi, pada area yang rentan, area popok, lipatan leher, ketiak.

Untuk ruam aktif: setiap kali ganti popok, dan periksa setiap dua jam selama ruam berlangsung.

Uji efikasi internal Mama's Choice pada 30 responden (2021) menunjukkan ruam mereda dalam tiga kali pemakaian. Di polling krim ruam popok komunitas theAsianparent Indonesia, media yang satu grup dengan Mama's Choice namun beroperasi independen, September 2021 (n=1.892), tiga merek nyaris seri di puncak, krim kami 317 suara, Pure Baby 322, Sleek 314, tanda pasar yang sehat di mana Mama membandingkan bahan, bukan sekadar nama.

Kapan krim tidak cukup

Periksakan bayi ke dokter bila:

  • Ruam tidak membaik setelah tiga hari
  • Muncul lepuh, luka terbuka, atau nanah
  • Ruam merah terang dengan batas tegas dan bintik kecil di sekelilingnya, kemungkinan infeksi jamur, yang membutuhkan obat antijamur, bukan krim penghalang
  • Ruam menyebar ke luar area popok
  • Bayi demam atau tampak sangat kesakitan

Krim penghalang tidak menyembuhkan infeksi jamur. Jika ruam terus kembali meski perawatan sudah benar, itu petunjuk yang perlu ditindaklanjuti.

Pertanyaan yang sering diajukan

Krim ruam popok dioleskan tebal atau tipis?
Untuk pencegahan, oleskan tipis dan merata. Untuk ruam yang sudah muncul, lapisan yang sedikit lebih tebal membantu melindungi kulit dari kontak berikutnya dengan urine dan tinja. Yang terpenting kulit harus benar-benar kering lebih dulu.
Apakah perlu membersihkan krim lama sebelum mengoleskan yang baru?
Tidak perlu digosok sampai bersih. Menggosok kulit yang sedang iritasi memperparah kerusakan. Bersihkan kotoran dengan lembut, keringkan, lalu oleskan krim baru di atasnya.
Bolehkah memakai krim ruam popok di area lain?
Banyak krim ruam berbahan lembut aman untuk lipatan leher, ketiak, dan area lain yang rentan lembap. Periksa keterangan produk, dan hindari area mata.

Sumber

  • Polling komunitas theAsianparent Indonesia tentang krim ruam popok — Sep 2021 (n=1.892)
  • Mama's Choice Efficacy Test 2021 (n=30)

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

250 ribu+ terjualBaby Rash Cream

Baby Care

Baby Rash Cream

Rp 93.900Rp 129.000hemat 27%

4.9 · 95 ulasan

Baby Skin Vitamin Lotion

Baby Care

Baby Skin Vitamin Lotion

Rp 68.900Rp 109.000hemat 37%

4.9 · 267 ulasan

Baca juga