Cara Membedong Bayi Baru Lahir yang Benar dengan Gambar
Teknik membedong bayi perlu dikuasai setiap orang tua. Simak cara membedong bayi baru lahir yang benar agar nyaman dengan gambar berikut ini!

Sejak dulu kala, bayi baru lahir selalu dibedong. Praktik ini pun masih dilakukan sampai sekarang. Supaya Si Kecil bisa merasa nyaman, Mama perlu tahu cara membedong bayi baru lahir yang benar. Yuk ikuti tipsnya di artikel ini.
Tidak hanya sekedar membungkus bayi dengan selimut halus, ternyata membedong bayi baru lahir bisa membuatnya merasa nyaman sehingga mudah tertidur lho.
“Jika dilakukan dengan benar, membedong bayi dapat menjadi teknik yang efektif untuk membantu menenangkan bayi dan meningkatkan kualitas tidurnya.”, The American Academy of Pediatrics.
Mengapa demikian? Bayi baru lahir bisa dibilang sedang mengalami transisi setelah keluar dari rahim ke dunia luar. Karena itu, membedong bayi membuatnya merasa hangat dan aman seperti saat di dalam kandungan Mama.
Manfaat Membedong Bayi

1. Seperti dipeluk
Selain terasa seperti saat dalam kandungan, kehangatan yang didapat saat dibedong juga membuat bayi nyaman seperti ketika dipeluk Mama atau Papa. Sentuhan pelukan terbukti memiliki efek neuorologis yang memicu respons menenangkan diri, menstabilkan detak jantung dan menurunkan kadar kortisol. Membedong bayi juga memberikan efek yang serupa sehingga bayi merasa nyaman.
2. Tidur lebih cepat dan lebih nyenyak
Saking nyamannya dibedong, bayi baru lahir akan dapat tidur nyenyak dalam waktu lama. Selain baik untuk bayi, ini juga baik untuk Mama supaya dapat beristirahat lebih tenang.
3. Membantu menenangkan bayi yang rewel
Ketika bayi menangis lama dan sulit ditenangkan, bedong bisa dicoba sebagai salah satu cara menenangkannya. Ini menenangkan, bukan mengobati, penyebab kolik tidak diatasi oleh bedong.
4. Mencegah SIDS
Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang ditidurkan dengan posisi tengkurap akan berisiko tinggi mengalami sudden infant death syndrome (SIDS), terutama pada bayi di bawah satu tahun. Sementara itu, The American Association of Pediatrics melaporkan bahwa bedong dapat membantu mempertahankan posisi terlentang selama bayi tidur.
Baca juga: 11 Cara Perawatan Bayi yang Perlu Dikuasai Orang Tua
Cara Membedong Bayi Baru Lahir yang Benar
Untuk bisa mendapatkan manfaat maksimal dari membedong, Mama perlu tahu cara membedong bayi baru lahir yang benar. Yuk ikuti langkah-langkah berikut ini.
-
Tekuk sedikit kain bagian atas lalu letakkan bayi dalam posisi telentang di atas kain bedong seperti pada gambar.
-
Lipat kain sebelah kiri hingga menutupi tubuh bayi, selipkan ujung kain ke pinggang kanan bayi. Jangan terlalu ketat, pastikan ada sedikit ruang untuk bayi bergerak.
-
Tekuk kain bagian bawah ke bahu kiri bayi.
-
Lipat sisa kain sebelah kiri ke kanan.
-
Kaitkan ujung kain agar tidak mudah lepas.
Cukup oleskan pada dada, perut dan telapak kaki setiap habis mandi atau kapan pun diperlukan.

Baca juga: Bahaya Menghirup Minyak Kayu Putih Pada Bayi
Hindari Kesalahan Membedong Bayi yang Sering Dilakukan
Membedong bayi terlihat mudah, namun hati-hati ya Ma. Jangan sampai Mama melakukan beberapa kelalaian yang bisa berbahaya.
-
Jangan terlalu kencang, tapi jangan pula terlalu longgar. Pastikan ada celah 2-3 jari di antara kain bedong dan dada bayi. Longgarkan juga bagian kaki supaya ia nyaman bergerak.
-
Jangan gunakan pakaian berlapis dan selimut yang tebal karena itu bisa membuat bayi kepanasan dan tidak nyaman.
-
Jangan lagi membedong bayi ketika ia sudah bisa berguling. Ini bisa berbahaya sebab bayi berpotensi berguling saat tidur, kemudian ia akan sulit kembali ke posisi telentang karena tubuhnya dibedong.
Sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membedong bayi baru lahir yang benar? Selamat membedong ya, Ma. Kalau bayi sudah tidur nyenyak, Mama bisa me time deh.
Lihat produk Mama’s Choice di Shopee
Artikel terkait: Kapan Waktu yang Tepat untuk Memandikan Bayi Baru Lahir?
Yang Perlu Diluruskan tentang Bedong
Bedong tidak mencegah SIDS. Membedong dapat menenangkan sebagian bayi dan membantunya tidur lebih lelap, dan itu alasan yang cukup untuk memakainya. Tetapi tidak ada bukti bahwa bedong menurunkan risiko sudden infant death syndrome, yang terbukti menurunkan risiko adalah menidurkan bayi telentang pada permukaan rata dan kokoh, tanpa bantal, selimut tebal, atau boneka.
Berhenti membedong saat bayi mulai mencoba berguling, bukan menunggu sampai ia benar-benar bisa. Bayi yang terbedong lalu berguling ke posisi tengkurap tidak bisa mendorong badannya kembali, dan itu situasi yang berbahaya. Bagi sebagian bayi, tanda ini muncul sejak usia dua bulan.
Jangan terlalu kencang di area pinggul. Kaki Si Kecil harus tetap bebas menekuk dan terbuka ke samping (posisi kodok) di dalam bedong. Membedong kaki lurus dan rapat menekan sendi panggul yang belum stabil dan berisiko menyebabkan displasia panggul.
Soal Kolik
Menekan atau memijat perut bayi bukan pengobatan kolik, dan tidak ada minyak yang mengobati gangguan pencernaan.
Yang bisa membantu bayi lebih tenang: menggendong, kontak kulit ke kulit, suara white noise, dan menyendawakan setelah menyusu. Bila tangisannya sangat berlebihan, disertai muntah menyemprot, ada darah pada tinja, berat badan tidak naik, atau bayi tampak lemas, itu bukan kolik biasa dan perlu diperiksa dokter.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
