Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Belum Puput Pusar

Cara memandikan bayi baru lahir tidak boleh sembarangan, apalagi yang belum puput pusar. Yuk ikuti 7 langkah mudahnya dengan gambar di sini!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Ibu menggendong bayi yang baru lahir

Siapa setuju, salah satu kegiatan yang bikin orang tua baru deg-degan adalah memandikan bayi yang baru lahir? Duh, sudah kagok, ditambah lagi kalau tali pusarnya belum lepas. Eits, tapi jangan cemas dulu, Ma. Belajar cara memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar lengkap dengan gambar di sini yuk! 

Penting! Area Tali Pusar Harus Tetap Kering

cara memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar

Selama kehamilan, tali pusar berfungsi untuk membawa nutrisi dan darah dari Mama ke bayi. Setelah persalinan, tali pusar biasanya tidak langsung terlepas, namun akan puput sendiri dalam satu hingga tiga minggu.

**Selama belum puput, Mama wajib menjaga area tali pusar tetap bersih dan kering agar tidak infeksi. Kalau sampai basah, segera keringkan tali pusar dengan cara menepuk-nepuk perlahan dengan handuk bersih dan lembut.

Karena itu, bayi yang tali pusarnya masih menempel butuh dimandikan dengan cara khusus, tidak di dalam bak seperti yang Mama lihat di televisi. 

Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Belum Puput Pusar

Yuk ikuti langkah-langkah berikut:

cara memandikan bayi baru lahir yang belum puput pusar

1. Persiapkan alat mandi bayi

Langkah pertama untuk memandikan bayi adalah mempersiapkan alat mandi Si Kecil, Ma. Pastikan alat mandi bayi sudah siap sebelum melepaskan pakaian bayi: sebaskom air hangat, handuk, waslap, sabun, minyak telon.

2. Baringkan bayi

Selanjutnya, Mama bisa baringkan Si Kecil di atas handuk dengan permukaan yang rata. Bungkus badan Si Kecil kecuali pada bagian yang akan dibersihkan.

3. Bersihkan tali pusar

Tali pusar tidak perlu dikorek atau dibersihkan rutin dengan cotton bud, alkohol, atau cairan antiseptik. Biarkan terbuka supaya kering sendiri, dan lipat popok di bawahnya agar tidak tergesek.

Cotton bud hanya dipakai bila ada kotoran atau rembesan yang perlu dibersihkan, lap lembut di pangkalnya, lalu keringkan. Selebihnya, cukup hindari area itu terkena air.

4. Mandikan dengan waslap

Setelah itu, mandikan bayi dari kepala menggunakan waslap dan air saja. Lap wajahnya dari atas ke bawah, telinga, kemudian rambut.

5. Masukkan sabun bayi

Langkah selanjutnya, Mama bisa masukkan 1-2 tetes sabun bayi ke dalam air di baskom. Celupkan waslap terlebih dahulu ke dalam air sabun, lalu peras.

6. Bersihkan anggota tubuh bayi lainnya

Usapkan waslap dari bagian atas tubuh lalu ke tangan dan kaki. Perhatikan area lipatan leher, ketiak, kemaluan. Bersihkan kemaluan dari arah depan ke belakang.

7. Keringkan tubuh bayi dengan handuk

Setelah selesai, keringkan tubuh bayi dengan handuk baru. Lalu pijat sambil balurkan minyak telon. Dan jika ada area kulit yang ruam, berikan salep ruam. Artikel Terkait: Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Tips Lainnya

Agar momen mandi bayi lebih aman dan menyenangkan, ada beberapa tips yang perlu Mama ketahui:

1. Bayi baru lahir tidak perlu dimandikan setiap hari

Tiga kali seminggu sudah cukup, asalkan area popoknya selalu bersih. Memandikan bayi yang baru lahir setiap hari bisa membuat kulitnya jadi kering. 

2. Pastikan hangat

Mandi pagi atau sore tidak masalah, namun pastikan suhu air dan ruangan cukup hangat. Suhu air yang tepat sekitar 37°C, hangat seperti suhu tubuh. Uji dulu dengan siku atau pergelangan tangan bagian dalam: air harus terasa hangat, bukan panas dan bukan suam-suam kuku.

3. Selektif memilih sabun bayi

Ma, alaupun sabun sudah berlabel khusus bayi, tapi Mama tetap perlu mencermati kandungannya. Hindari sabun dengan bahan kimia yang berpotensi mengiritasi untuk kulit sensitif bayi, seperti SLS (sodium lauryl sulfate), parfum, paraben, serta alkohol. Mama juga perlu menghindari sabun dengan embel-embel antibakteri, kecuali antibakteri alami (misalnya dari lavender). Sebab antibakteri dari bahan kimia berpotensi membuat kulit bayi iritasi. Perhatikan juga kadar ph-nya ya, Ma. Sabun bayi harus punya kadar ph yang sesuai dengan kulit Si Kecil, yaitu 5,5. Baca juga: Ciri-Ciri Bayi Alergi Sabun Mandi

Memilih Sabun Bayi yang Aman dan Lembut

Diperkaya dengan Lavender & Chamomileuntuk efek relaksasi bagi bayi, serta formula Natural Bubble-Rich Bebas Sulfatyang akan membuat waktu mandi jadi makin menyenangkan.

Untuk bayi baru lahir yang belum puput pusar, Mama cukup gunakan satu atau dua tetes saja. Campurkan ke dalam air hangat, lalu rendam handuk, dan lap ke seluruh tubuh.

Jadi Mama bisa semakin tenang dalam menggunakannya!

Kalau sampai lebih dari tiga minggu tali pusar Si Kecil belum juga puput, sebaiknya Mama hubungi dokter supaya bisa diketahui penyebabnya. 

Semoga informasi ini membantu Mama, ya. Selamat memandikan Si Kecil!

Memilih Sabun Bayi yang Aman dan Lembut

Artikel Terkait: Daftar Perlengkapan Mandi Bayi Baru Lahir yang Wajib Dimiliki

Tanda Tali Pusar Perlu Diperiksakan

Jangan mengoleskan minyak, bedak, atau ramuan apa pun pada tali pusar.

Segera periksakan bila muncul kemerahan yang meluas di kulit sekitar pusar, keluar nanah, berbau tidak sedap, berdarah terus-menerus, atau Si Kecil demam.

Soal produk mandi: kandungan lavender atau label antibakteri tidak membuat sebuah formula otomatis lebih aman untuk bayi baru lahir. Untuk minggu-minggu pertama, air hangat saja sudah memadai; bila memakai pembersih, pilih yang lembut dan hentikan bila timbul iritasi.

Sumber:

Healthline.com

Healthline.com

Pampers.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami