Cara Melebatkan dan Merawat Rambut Bayi yang Aman
Setiap Mama pasti menginginkan Si Kecil lahir dengan sempurna, rupawan, dan bahkan memiliki rambut yang tebal.

Setiap Mama pasti menginginkan Si Kecil lahir dengan sempurna, rupawan, dan bahkan memiliki rambut yang tebal. Tetapi memang tidak semua bayi lahir dengan rambut tebal ya Ma. Maka Mama perlu mencari cara melebatkan rambut bayi dan merawat rambut bayi yang aman.
Nah bagi Mama yang mau tau cara melebatkan rambut bayi serta merawat rambut bayi yuk simak di sini!
Pertumbuhan rambut pada bayi
Sebelum membahas cara melebatkan rambut bayi, Mama perlu tahu proses pertumbuhan rambut pada bayi. Warna dan kuantitas rambut bayi sejak lahir dipengaruhi oleh faktor genetik. Biasanya pertumbuhan rambut terjadi berkisar pada minggu ke-30 masa kehamilan. Inilah yang membuat beberapa bayi akan lahir dengan memiliki rambut di kepalanya.
Selain genetik, hormon juga berpengaruh terhadap jumlah rambut yang dimiliki oleh bayi sejak lahir. Kadar hormon ini tinggi di dalam kandungan, sehingga mempercepat pertumbuhan rambut. Namun, setelah melahirkan kadar hormon turun secara drastis. Inilah yang menyebabkan pertumbuhan rambut bayi melambat.
Setelah lahir, rambut bayi akan memasuki siklus pertumbuhan baru. Kondisi ini menyebabkan kerontokan pada rambut bayi. Tetapi Mama tidak perlu khawatir, karena akan tumbuh rambut baru menggantikan kerontokan yang dialami oleh bayi.
Cara melebatkan rambut bayi
Walaupun rambut tipis pada bayi merupakan hal yang normal, Mama tetap bisa kok mengupayakan agar rambut Si Kecil menjadi tebal. Caranya dengan mengikuti cara merawat rambut bayi yang aman berikut ini.
1. Oleskan cocount atau castor oil
Cara melebatkan rambut bayi yang pertama adalah menggunakan minyak kelapa. Minyak kelapa kaya akan vitamin E alami dengan sifat antioksidan. Pilih minyak kelapa organik atau ekstra virgin ya, Ma. Jika tidak ada, boleh juga diganti dengan castor oil.
Memijat minyak dapat meningkatkan sirkulasi darah ke kulit kepala sehingga meningkatkan pertumbuhan rambut. Selain itu, minyak kelapa dan castor akan menambah kilau rambut serta mencegah kerontokan.
Mama dapat mengoleskan minyak dengan lembut ke kulit kepala bayi beberapa kali seminggu untuk merangsang pertumbuhan rambut yang lebih tebal. Setelah dioles, diamkan selama 20 menit, lalu bilas kulit kepala bayi dengan air hangat.
2. Menyisir dan memijat kepala bayi
Menyisir dan memijat kulit kepala bayi dengan lembut juga dapat merangsang pertumbuhan rambut lho Ma! Sebab perawatan ini dapat mendorong sirkulasi darah pada kulit kepala dan folikel rambut.
Mama bisa menyisir dan memijat kulit kepala setelah mengoleskan minyak kelapa secara lembut selama beberapa menit. Selain bermanfaat untuk rambut, pijatan ini akan menenangkan bayi sehingga mudah membuatnya tertidur.
Baca juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Benar Beserta Gambarnya
3. Keramas secara teratur
Selain membersihkan kepala, keramas secara teratur pada bayi juga dapat melonggarkan pori-pori kulit. Membersihkan kulit kepala juga bisa membantu mengurangi kotoran menumpuk yang memperlambat proses pertumbuhan rambut. Keramaskan bayi dalam selang waktu 2-3 hari.
Tips yang perlu diingat saat memilih sampo bayi adalah Mama perlu memastikan sampo tersebut bebas bahan kimia seperti paraben, sulfat (SLS/SLES), dan pewarna, sebab bahan-bahan ini bisa merusak rambut bayi yang masih ‘perawan’, natural, dan sehat. Akibatnya rambut bayi menjadi kering dan tidak tumbuh sempurna.
Diformulasikan dengan pH seimbang dan hipoalergenik, sampo ini tidak perih di mata. Setelah mengusapkan sampo, segera bilas kepala bayi menggunakan air hangat.
4. Potong rambut
Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa memotong rambut bayi bisa membuatnya tumbuh lebih cepat. Namun dari pengalaman beberapa Mama yang sudah mencoba, mereka merasa rambut Si Kecil menjadi lebih tebal setelah dipotong. Jadi Mama juga boleh mencoba cara ini untuk melebatkan rambut bayi.
5. Beri MPASI yang bernutrisi
Jika bayi sudah berusia 6 bulan dan mulai mengonsumsi MPASI, ia bisa mendapatkan nutrisi tambahan untuk pertumbuhan rambutnya. Untuk menyuburkan rambut, Mama perlu memberikan makanan yang kaya akan zat besi, vitamin A, vitamin B, dan protein.
Nutrisi ini bisa Mama dapatkan melalui labu, wortel, buah mangga, kacang polong, ikan, daging, telur, biji-bijian, dan sayuran hijau untuk dijadikan MPASI.
Demikian cara melebatkan dan tips merawat rambut bayi yang aman dan alami. Selamat mencoba dan semoga cara ini berhasil ya Ma!
Lihat rangkaian perawatan bayi Mama’s Choice di Shopee
Artikel terkait: Kapan Waktu Memandikan Bayi Baru Lahir yang Tepat?
Yang Bisa dan Tidak Bisa Dijanjikan
Perawatan lembut menjaga kondisi rambut, bukan menambah folikel. Minyak kelapa memang terbukti mengurangi kehilangan protein pada batang rambut, tetapi itu soal kondisi helainya, bukan bukti bahwa rambut bayi akan tumbuh lebih cepat atau lebih tebal. Belum ada penelitian pada bayi yang mendukung janji itu.
Mencukur atau memotong rambut tidak membuatnya tumbuh lebih tebal. Jumlah folikel sudah ditentukan sejak dalam kandungan dan tidak berubah karena dipotong. Rambut yang baru dipotong terasa lebih kasar di ujungnya sehingga terkesan lebih tebal, tetapi kecepatan tumbuhnya sama saja.
Rambut janin mulai berkembang jauh sebelum minggu ke-30. Folikel rambut mulai terbentuk pada trimester pertama, dan lanugo, rambut halus pertama, sudah muncul sekitar akhir trimester pertama hingga awal trimester kedua. Ketebalan rambut saat lahir berbeda-beda pada setiap bayi, dan itu normal.
Soal memilih sampo: gunakan sampo lembut yang sesuai untuk bayi, bilas sampai bersih, dan hentikan pemakaian jika timbul iritasi. Klaim bahwa paraben, sulfat, atau pewarna merusak rambut bayi dan menghambat pertumbuhannya tidak didukung bukti sebagai pernyataan menyeluruh, begitu pula gagasan bahwa mencuci rambut "membuka pori" dan mempercepat pertumbuhan.
Rambut tipis pada bayi umumnya bukan masalah. Sebagian besar menebal dengan sendirinya di tahun pertama hingga kedua.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

