Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kenali Cara Mendeteksi dan Penyebab Bayi Terlilit Tali Pusar

Bayi terlilit tali pusar sering terjadi selama masa kehamilan. Meskipun begitu, Mama tetap harus waspada dan mengetahui penyebab kondisi ini.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Bidan perempuan berhijab

Bayi terlilit tali pusar sering terjadi selama masa kehamilan. Meskipun begitu, Mama tetap harus waspada dan mengetahui penyebab kondisi ini. Berikut penjelasannya, Ma!

Kondisi bayi yang terlilit tali pusar

Tali pusar (tali pusat) merupakan sumber kehidupan bagi bayi yang ada dalam kandungan Mama. Seperti dikutip dari Healthline, bayi mendapatkan makanan, oksigen, darah, dan nutrisi yang mereka butuhkan dari tali pusar ini. Namun, jika tali pusar ini melilit leher bayi hingga 360 derajat penuh, maka komplikasi pada masa kehamilan dapat terjadi.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam National Center for Biotechnology Information menyatakan bahwa kondisi bayi terlilit tali pusar umumnya terjadi sekitar 12 persen pada usia kehamilan 24–26 minggu dan sekitar 37 persen pada trimester ketiga menjelang kelahiran.

Mama tidak perlu khawatir, karena umumnya lilitan tali pusar jarang membahayakan nyawa bayi. Hampir separuh kasus lilitan tali pusar dapat lepas dengan sendirinya karena pengaruh pergerakan posisi bayi dalam kandungan.

Baca juga: Cara Tepat Merawat Tali Pusar Bayi Baru Lahir

Tanda-tanda yang harus Mama waspadai

Umumnya, kondisi bayi terlilit tali pusar tidak menunjukkan tanda selama kehamilan. Kondisi ini dapat terlihat melalui pemeriksaan USG oleh dokter.

Namun, Mama perlu waspada juga jika mengalami tanda-tanda berikut ini:

  • Bayi menjadi kurang bergerak dalam minggu-minggu terakhir kehamilan.

  • Gerakan janin berkurang dari pola biasanya. Acuan yang dipakai secara klinis adalah metode count to 10: mulai trimester ketiga, hitung gerakan saat bayi sedang aktif, normalnya terkumpul minimal 10 gerakan dalam 2 jam. Kurang dari itu, atau berbeda jelas dari pola harian Si Kecil, perlu segera diperiksa.

  • Detak jantung bayi melambat saat persalinan

Penyebab bayi terlilit tali pusar

Salah satu penyebab utama bayi terlilit tali pusar adalah pergerakannya yang begitu aktif selama dalam kandungan. Akibatnya, tali pusar yang umumnya sepanjang 50 cm dapat melilit leher dan badan bayi hingga 360 derajat.

Tali pusar yang sehat dilindungi oleh lapisan jeli yang disebut Wharton’s Jelly. Lapisan jeli ini berfungsi untuk membuat tali pusar tidak gampang melilit tubuh bayi, sekalipun bayinya aktif bergerak dalam kandungan.

Selain itu, kehamilan kembar juga dapat menyebabkan bayi terlilit tali pusar. Anak kembar dua atau lebih memiliki tali pusar yang berbeda. Oleh karena itu, tali pusar tersebut dapat menjadi kusut dan membelit bayi.

Penyebab bayi terlilit tali pusar

Secara keseluruhan, kondisi bayi terlilit tali pusar tidak begitu berbahaya bagi Mama maupun Si Kecil. Sekalipun komplikasi terjadi akibat kondisi ini, Mama tidak perlu khawatir. Hal yang terpenting adalah Mama harus melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter atau bidan sesuai jadwal.

Sampaikan segala keluhan yang Mama rasakan selama masa kehamilan agar dokter atau bidan dapat segera menanganinya. Ingat, Mama tetap harus rileks karena stres justru dapat berdampak buruk bagi bayi dalam kandungan.

Penyebab bayi terlilit tali pusar

Lengkapi juga perjalanan Mama selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui dengan Mama’s Choice. Berbagai kebutuhan Mama mulai dari perawatan tubuh selama hamil hingga perlengkapan menyusui Si Kecil tersedia di Mama’s Choice. Mama tidak perlu khawatir karena Mama’s Choice menggunakan bahan-bahan alami yang aman bagi ibu hamil dan bayi.

Semoga sekarang Mama jadi lebih tenang dalam masa penantian kelahiran Si Kecil. Selamat mempersiapkan diri untuk persalinan nanti, Ma!

Artikel lainnya: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir yang Belum Puput Pusar

Seberapa Sering Ini Sebenarnya Terjadi

Ini penting diketahui lebih dulu, karena mengubah cara membaca berita ini di ruang USG.

Tali pusar yang melilit leher bayi ditemukan pada sekitar satu dari tiga persalinan. Sebagian besar di antaranya berjalan tanpa masalah, dan bayinya lahir sehat.

Tali pusar dirancang untuk ini. Ia dilapisi jeli Wharton, jaringan kenyal yang menjaga pembuluh darah di dalamnya tetap terbuka meski tali tertekuk atau melingkar.

Kenapa Bisa Terjadi

Bayi bergerak, berputar, dan berguling di dalam rahim sepanjang kehamilan. Tali pusar yang panjang dan air ketuban yang banyak memberi ruang gerak lebih besar, sehingga lilitan lebih mungkin terbentuk.

Tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, dan tidak ada yang dilakukan Mama yang menyebabkannya. Posisi tidur, aktivitas, dan olahraga tidak membuat tali pusar melilit.

Apa yang Dipantau Dokter

Bila terlihat pada USG, yang dinilai adalah apakah aliran darahnya terganggu, dan lilitannya sendiri tidak menjadi soal.

Jumlah lilitan dan seberapa erat.

Aliran darah tali pusar, yang dinilai dengan USG Doppler.

Pertumbuhan janin, bila aliran darah terganggu dalam waktu lama, pertumbuhan biasanya melambat lebih dulu.

Denyut jantung janin selama persalinan, dipantau lewat CTG.

Pengaruhnya pada Persalinan

Lilitan tali pusar sendiri bukan alasan otomatis untuk operasi caesar. Banyak bayi dengan lilitan lahir normal, dan bidan atau dokter melepaskan lilitan itu saat kepala lahir.

Yang mengubah rencana adalah bagaimana bayi merespons kontraksi. Bila denyut jantungnya menunjukkan tanda tertekan, keputusan diambil berdasarkan itu, bukan berdasarkan temuan USG beberapa minggu sebelumnya.

Yang Bisa Mama Lakukan

Yang paling berguna adalah memantau gerakan bayi setiap hari mulai trimester ketiga.

Kenali pola gerak bayi Mama sendiri, dan pakai count to 10 sebagai patokan: minimal 10 gerakan dalam 2 jam saat bayi sedang aktif. Yang paling perlu segera dilaporkan adalah perubahan dari pola biasanya, terutama gerakan yang berkurang atau berhenti.

Bila gerakan berkurang, jangan menunggu sampai besok, dan jangan mencoba membangunkan bayi dengan minuman manis lebih dulu. Hubungi bidan atau rumah sakit hari itu juga. Pemeriksaannya cepat dan menenangkan.

Ringkasnya

Terjadi pada sekitar satu dari tiga persalinan, sebagian besar tanpa masalah, dan tidak disebabkan oleh apa pun yang Mama lakukan.

Yang dipantau adalah aliran darah dan pertumbuhan, bukan lilitannya sendiri. Yang perlu Mama lakukan adalah mengenali pola gerak bayi dan melaporkan perubahannya segera.

Sumber:

babycentre.co.uk

birthinjuryguide.org

healthline.com

ncbi.nlm.nih.gov

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga