Bayi Menangis Saat Tidur: Penyebab dan Cara Menenangkan
Menangis menjadi salah satu cara bayi berkomunikasi. Jangan panik dulu, Ma. Yuk, simak pembahasannya berikut ini, Ma!

Menangis menjadi salah satu cara bayi berkomunikasi. Namun, jika bayi tiba-tiba menangis saat tidur, mungkin Mama menjadi khawatir dan merasa ada yang salah dari Si Kecil. Jangan panik dulu, Ma. Bayi tiba-tiba menangis saat tidur adalah hal yang wajar dan biasanya bukan masalah serius.
Mama hanya perlu mengenali penyebab Si Kecil menangis saat tidur sehingga dapat mengatasinya dengan tepat. Yuk, simak pembahasannya berikut ini, Ma!
Kenapa Bayi Menangis Saat Tidur?

Mama perlu mencari tahu penyebab bayi menangis saat tidur. Perlu diingat nih, Ma, bayi baru lahir mungkin akan mendengus, menangis, atau bahkan menjerit saat tidur. Tubuh mereka masih belum terlatih untuk membentuk siklus tidur yang teratur sehingga membuatnya sering terbangun atau mengeluarkan suara-suara aneh saat tidur.
Menangis adalah hal yang wajar dan menjadi bentuk utama seorang bayi saat berkomunikasi dengan orang tuanya. Selama bayi tidak memiliki gejala tambahan yang mengkhawatirkan, seperti tanda-tanda penyakit, maka menangis adalah hal yang normal dalam proses tumbuh kembang Si Kecil.
Berikut ini beberapa penyebab yang sering membuat bayi menangis saat tidur:
1. Siklus tidur yang belum matang
Bayi di bawah usia 1 tahun belum punya kemampuan kognitif untuk bermimpi buruk, jadi tangisan tengah malam hampir tidak pernah berasal dari mimpi. Yang terjadi biasanya lebih sederhana: bayi baru lahir menghabiskan sekitar separuh waktu tidurnya di fase tidur aktif. Di fase ini ia bisa mendengus, menggeliat, merengek, membuka mata sebentar, bahkan menangis pendek, sambil tetap tertidur. Fase ini berangsur berkurang seiring siklus tidurnya matang.
2. Refleks Moro (refleks kaget)
Saat merasa seperti jatuh, misalnya ketika dibaringkan dari gendongan, bayi baru lahir merentangkan kedua tangan lalu menariknya kembali. Ini refleks Moro, refleks normal yang ada sejak lahir dan biasanya menghilang sekitar usia 4–6 bulan. Refleks ini sering membangunkan bayi dan membuatnya menangis, terutama saat ia dipindahkan ke permukaan yang datar.
3. Perubahan posisi tidur
Bayi senang tidur dalam pelukan orang tuanya karena adanya kehangatan dan kenyamanan yang tercipta. Namun, saat bayi dipindahkan ke tempat tidurnya, biasanya ia akan menangis karena kaget dengan perubahan posisi tidur.
4. Merasa kurang nyaman
Popok yang basah karena pipis atau BAB, merasa lapar, serta kedinginan merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan bayi merasa kurang nyaman saat tidur. Akibatnya, bayi akan menangis saat tidur bahkan menjadi bangun.
Baca juga: Waktu Jam Tidur Bayi yang Baru Lahir hingga 12 Bulan
5 Tips Mengatasi Bayi Menangis Kencang Saat Tidur
1. Jangan terburu-buru menenangkan Si Kecil
Saat bayi tiba-tiba menangis kencang dalam tidurnya, sering kali ia sebenarnya masih tertidur, ini terjadi di fase tidur aktif, dan wajar pada bayi baru lahir.
Jadi tunggu sebentar sebelum menggendong, Ma. Sering kali Si Kecil berhenti sendiri saat masuk ke tahap tidur lelap. Tetapi kalau tangisannya makin kencang atau ia benar-benar terbangun, tetap datangi dan tenangkan. Bayi baru lahir tidak bisa 'dimanja' dengan direspons.
2. Awasi posisi tidur Si Kecil

Kemungkinan lain penyebab bayi tiba tiba menangis saat tidur adalah posisi tubuh yang tidak tidak nyaman. Perhatikan apakah Si Kecil terjepit di sudut tempat tidur, atau mungkin kakinya berada di antara bilah tempat tidur bayi. Pastikan Si Kecil tidur pada posisi tubuh berada di tengah kasur.
3. Usap perut dan tenangkan Si Kecil
Jika posisi tidur Si Kecil sudah benar namun ia tetap menangis, cara selanjutnya yang bisa Mama lakukan adalah mengusap perutnya dan mencoba menenangkannya. Mama juga bisa mengeluarkan suara lembut untuk memberi tahu Si Kecil bahwa Mama berada di sisinya untuk menghibur ia yang sedang menangis.
4. Periksa popok Si Kecil
Jika bayi belum berhenti menangis hingga lebih dari dua menit, maka Mama perlu memeriksa popok Si Kecil. Mungkin saja ia pipis atau BAB, sehingga Mama perlu mengganti popoknya. Namun, jika setelah ditengok, popoknya masih bersih dan kering, kemungkinan lainnya adalah bayi merasa lapar.
5. Bedong tubuh Si Kecil

Bedong yang membungkus tubuh bayi dapat menenangkan sebagian bayi baru lahir. Tetapi ada dua batas keamanan yang tidak boleh dilewati.
Hentikan bedong segera setelah Si Kecil menunjukkan tanda mulai bisa berguling, biasanya sekitar usia 2–3 bulan, kadang lebih awal. Bayi yang terbedong lalu berguling ke posisi tengkurap tidak bisa mendorong tubuhnya kembali, dan ini meningkatkan risiko sudden infant death syndrome (SIDS).
Jangan mengikat bagian pinggul dan kaki dengan kencang. Kaki Si Kecil harus tetap bebas menekuk dan terbuka ke samping (posisi kodok) di dalam bedong. Membedong kaki dalam posisi lurus dan rapat menekan sendi panggul yang belum stabil dan berisiko menyebabkan displasia panggul.
Selain itu, bayi yang dibedong harus selalu ditidurkan telentang, dan pastikan tidak ada bagian kain yang longgar sampai bisa menutupi wajahnya.
Artikel terkait: Cara Mengatasi Bayi Rewel dan Susah Tidur di Malam Hari
Tips Mengatasi Bayi Menangis Saat Tidur
Jika bayi tidur tiba-tiba menangis kencang karena lapar, Mama bisa memberikan ASI secara langsung sambil memeluknya dengan hangat. Kalau cara ini masih belum berhasil membuat Si Kecil tenang, kemungkinan besar ia sedang terganggu pencernaannya, Ma.
Kalau Si Kecil tampak tidak nyaman di perutnya, pijat lembut searah jarum jam dan gerakan kaki seperti mengayuh sepeda bisa membantu gas keluar.
Pilih bedong yang menyisakan ruang gerak di bagian panggul dan kaki. International Hip Dysplasia Institute menyebut bedong yang membiarkan kaki menekuk dan terbuka sebagai bedong yang aman untuk panggul.
Sekarang Mama sudah tahu bagaimana mengatasi bayi yang tidur tiba-tiba menangis kencang. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma!
Sumber:
“How to Soothe a Baby Who’s Crying in Their Sleep.” Baby Crying in Sleep: How to Soothe Them, www.healthline.com/health/parenting/baby-crying-in-sleep. Accessed 6 Feb. 2023.
Villines, Z. “Baby Crying in Sleep: What’s Normal and How to Soothe Them.” Baby Crying in Sleep: What’s Normal and How to Soothe Them, www.medicalnewstoday.com/articles/324327. Accessed 6 Feb. 2023.
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
