7 Hal Ini Wajib Ditanyakan ke Dokter Kandungan
Pertama kali ke dokter kandungan? Ini tujuh hal yang layak ditanyakan, dari suplemen dan jadwal kontrol sampai ke mana harus pergi saat darurat.

Pemeriksaan kehamilan pertama seringkali bikin deg-degan, ya! Banyak juga Mama yang bingung, harus mempersiapkan apa saja? Harus menanyakan apa saja? Nah, kali ini Mama’s Choice membuat panduan untuk Mama, tentang pertanyaan saat konsultasi dokter kandungan.

Inilah 7 pertanyaan saat konsultasi dokter kandungan pertama kali:
Dilansir dari laman theAsianparent, seorang ginekolog asal Singapura, dr. Gordon Lim menyarankan ibu hamil untuk mengajukan pertanyaan berikut saat pertama kali mengecek kandungannya.
1. Makanan apa yang boleh dan tidak boleh saya konsumsi?
Tak hanya terkait dengan **pantangan saat hamil,**hal ini juga terkait dengan berat badan Mama. Jika berat badan kurang, Mama tentu akan direkomendasikan makanan yang bisa meningkatkan berat badan. Begitu juga sebaliknya.
Yang perlu diketahui: tidak ada satu angka kenaikan berat badan yang berlaku untuk semua ibu hamil. Anjurannya bergantung pada indeks massa tubuh (IMT) Mama sebelum hamil, rentangnya lebih besar untuk Mama yang sebelumnya kurus, dan lebih kecil untuk Mama yang sebelumnya kelebihan berat badan. Karena itu angka yang tepat untuk Mama sebaiknya dihitung bersama dokter, bukan diambil dari artikel.
2. Adakah vitamin prenatal yang harus saya konsumsi?
Dua nutrisi yang paling sering menjadi inti suplementasi kehamilan adalah asam folat dan zat besi. WHO menganjurkan konsumsi harian 30–60 mg zat besi elemental dan 400 µg (0,4 mg) asam folat selama kehamilan, untuk mencegah anemia dan menurunkan risiko cacat tabung saraf pada janin.
Tanyakan ke dokter dosis yang sesuai untuk Mama, dan sebutkan semua vitamin atau suplemen yang sedang Mama konsumsi, termasuk yang dibeli sendiri, supaya tidak berlebihan atau saling mengganggu.
3. Bagaimana aktivitas saya sehari-hari?
Sampaikan jenis pekerjaan dan kegiatan Mama sehari-hari: apakah banyak berdiri, mengangkat beban, bepergian jauh, atau berkendara sendiri.
Olahraga umumnya justru dianjurkan selama kehamilan yang berjalan normal. Tetapi hal-hal seperti naik motor, perjalanan jauh, atau olahraga tertentu bergantung pada kondisi kehamilan masing-masing, ada yang sepenuhnya aman, ada yang perlu dibatasi bila terdapat faktor risiko. Karena itu jawabannya datang dari dokter yang memeriksa Mama, bukan dari aturan umum.

4. Apakah saya boleh melakukan hubungan seks seperti biasa?
Pada kehamilan yang berjalan normal tanpa komplikasi, berhubungan seks umumnya aman dan tidak membahayakan janin.
Namun pada kondisi tertentu, misalnya perdarahan, plasenta previa, ketuban pecah, riwayat kelahiran prematur, atau serviks yang lemah. Dokter mungkin menyarankan untuk menunda atau menghindarinya. Ceritakan riwayat medis Mama, lalu tanyakan langsung.
5. Kapan saya bisa USG lagi?
WHO menganjurkan setidaknya satu kali USG sebelum usia kehamilan 24 minggu untuk memperkirakan usia kehamilan, mendeteksi kelainan janin, dan mengetahui kehamilan kembar.
Berapa kali USG selanjutnya tidak sama untuk semua orang, bergantung pada kondisi kehamilan dan kebutuhan klinis. Jadi yang berguna ditanyakan adalah kapan jadwal berikutnya untuk kehamilan Mama.
6. Kapan waktu saya kembali kontrol?
WHO menganjurkan minimal 8 kali kontak antenatal selama kehamilan, dan ini bukan berarti sebulan sekali. Jadwalnya lebih padat menjelang persalinan: satu kontak pada trimester pertama, dua pada trimester kedua, dan lima pada trimester ketiga.
Tanyakan tanggal pasti kunjungan berikutnya, dan catat. Jadwal ini termasuk hal yang paling sering bergeser tanpa sengaja.
7. Bolehkah saya menghubungi Anda melalui chat?
Selama hamil akan ada hal-hal yang muncul di luar jadwal kontrol. Tanyakan apakah Mama bisa menghubungi lewat telepon atau pesan untuk pertanyaan yang tidak mendesak, dan berapa lama biasanya dijawab.
Untuk keadaan darurat, tanyakan hal yang berbeda: ke mana Mama harus langsung pergi. Perdarahan, nyeri perut hebat, ketuban pecah, demam tinggi, sakit kepala hebat disertai pandangan kabur atau bengkak mendadak, atau gerakan janin yang berkurang, semuanya perlu penanganan langsung di IGD atau ruang bersalin, bukan menunggu balasan chat.
Dokter kandungan adalah salah satu orang yang berperan terhadap kesehatan dan kebahagiaan Mama selama hamil. Untuk itu, tak perlu sungkan menanyakan hal-hal di atas demi kesehatan Mama dan bayi.
Jangan lupa juga, konsultasikan produk-produk yang Mama gunakan sehari-hari selama kehamilan. Dokter tentu akan merekomendasikan produk-produk yang sudah pasti aman untuk ibu hamil, seperti rangkaian produk dari Mama’s Choice.
Rangkaian Stretch Mark Mama’s Choice
Salah satu hal yang paling sering ditanyakan sejak kunjungan pertama adalah perawatan kulit perut yang mulai meregang.
Stretch Mark Serum dipakai lebih dulu pada kulit bersih, lalu Stretch Mark Cream di atasnya. Dipakai bersama, keduanya menunjukkan pengurangan tampilan stretch mark hingga 65% dalam 28 hari dalam uji klinis Spincontrol Thailand 2023 (n=22).
Dari survei kepuasan konsumen 2022 (n=78), 94% Mama merasakan rasa gatal pada area stretch mark berkurang.
Keduanya hypoallergenic, bebas paraben dan alkohol, serta bersertifikat Halal MUI. Angka lengkap beserta sumbernya ada di halaman Bukti.
Seperti produk lain yang Mama pakai sehari-hari selama kehamilan, tidak ada salahnya menyebutkannya juga saat konsultasi.
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.


