Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

5 Tanda Tubuh Butuh Istirahat

Waspadai 5 tanda tubuh butuh istirahat. Jangan disepelekan, karena investasi kesehatan adalah modal utama supaya kita bisa berkegiatan.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
5 Tanda Tubuh Butuh Istirahat

Lima tanda tubuh butuh istirahat di bawah ini jangan sepelekan, ya, Ma. Jika sudah menemukan beberapa, lebih baik segera luangkan waktu untuk istirahat, karena investasi kesehatan adalah yang utama. 

Kerja dari rumah, mendampingi anak bermain atau belajar, mengurus urusan domestik adalah perpaduan yang ciamik untuk membuat tubuh kita bekerja lebih berat dari pada hari-hari biasanya. 

Jadwal demi jadwal seperti tak ada habisnya, selesai dari urusan kantor atau domestik, otak harus cepat beralih ke urusan bantu si kecil mengerjakan tugas sekolahnya. Di sisi lain, ada setumpuk pekerjaan domestik menanti diselesaikan. Walau Mama punya Asisten Rumah Tangga di rumah, tetap saja mereka butuh supervisi dari kita, kan?

Yang saya rasakan akhir-akhir ini, kualitas tidur saya jadi menurun. Ciri-ciri yang saya alami antara lain. Di jam-jam yang seharusnya sudah mengantuk, otak masih sibuk mikir segala macam. Jadilah tidurnya larut malam, ya sudah bisa dipastikan, ketika bangun kondisi badan kurang segar. 

“Kok mudah ngerasa capek, ya?”

Ya pantas saja saya sering bergumam demikian, menurut keterangan dari runnersworld.co.za, bahwa pola tidur yang baik dan konsisten akan memaksimalkan pertumbuhan hormon, hal ini baik untuk membangun kembali serat otot. Kalau Mama sekian malam berturut-turut nggak tidur dengan baik, akan mengurangi fungsi kekebalan tubuh, motorik hingga kognitif. Nah, kan saya jadi tahu alasan medisnya.

5 Tanda Tubuh Butuh Istirahat

Capek yang saya rasakan tuh, berupa pegal-pegal di sekitar pundak, punggung dan pinggang karena sehari-hari selama belasan jam menatap layar laptop. Selain itu, ada beberapa tanda yang paling signifikan yang juga saya rasakan.

1. Detak jantung terasa lebih cepat

Padahal tidak mengonsumsi sesuatu yang mengandung kafein, lho, Mama. Hal ini menandakan tubuh saya sedang kelelahan, mengalami stres karena terlalu overthinking dengan banyak hal. Kalau sudah begini, saya mundur sejenak dari meja kerja. Meditasi sekitar 15 menit, merasakan masuk dan keluarnya napas. 

2. Sulit fokus

Adakalanya di beberapa momen saya kesulitan untuk fokus, terutama peralihan dari urusan kantor ke urusan rumah. Karena konsentrasi dan energi sudah “tersedot” selama kerja. Lucu, deh, Mam, sudah sampai dapur malah bingung mau ngapain, ya, saya? Hahaha.

3. Moody

Tanggal menstruasi masih jauh, tapi kok suasana hati gampang turun naik gini? Hal ini berbanding lurus dengan aktivitas fisik dan kerja otak yang saya atau Mama alami. Dikutip dari , “kelelahan bisa memengaruhi emosi seseorang. Bisa menjadi lebih sensitif, mudah marah, mudah menangis bahkan menjadi pesimis.”

4. Tidur tidak berkualitas

Jika normalnya kita merasa ngantuk sehabis makan siang, nah, jika tidur Mama tidak berkualitas rasa ngantuk ini akan menyerang Mama seharian penuh. Terus menguap walau sudah ngopi. Karena pola tidur yang konsisten, akan mendorong hormon pertumbuhan. Sebaliknya, jika kualitas tidur kita buruk, dan berlangsung lama. Akan menurunkan fungsi kekebalan tubuh, motorik dan kognitif.

5. Mudah sakit

Tubuh yang lelah, secara otomatis akan membuat sistem kekebalan tubuh menurun drastis. Contohnya, saya jad mudah flu dan sakit kepala. Begitu saya koreksi pola tidur saya, tanpa minum obat, niscaya kedua keluhan tadi tak lagi mengganggu kegiatan saya sehari-hari.

Kalau sedang merasa lelah, godaannya adalah memaksa terus sampai pekerjaan selesai. Yang saya pelajari, itu justru memperpanjang lelahnya.

Yang membantu buat saya sederhana saja: tidur lebih awal walau daftar pekerjaan belum habis, meminta bantuan bergantian menjaga anak, dan menyisihkan sepuluh menit untuk mengurus diri sendiri, mandi tanpa terburu-buru, atau merawat kulit yang selama ini paling sering dilewatkan. Rangkaian perawatan untuk Mama bisa Mama lihat di halaman produk kami.

Kalau rasa lelah tidak membaik meski tidur sudah cukup, atau disertai sesak napas, jantung berdebar terus-menerus, atau perasaan sedih yang menetap, itu bukan sekadar capek, periksakan ke dokter.

Di antara Mama ada yang merasa seperti saya, kah? Jika mengalami salah satu atau salah dua, segera atasi, ya, Ma, prioritaskan memperbaiki pola tidur Mama. Kalau keempat tanda di atas terjadi berkepanjangan, jangan ragu memanfaatkan konsultasi online dengan tenaga medis, yang sekarang banyak bermunculan. 

Sehat-sehat selalu fisik dan psikis untuk kita semua 🙂

Catatan: lelah dan perubahan suasana hati bersifat tidak spesifik. Banyak hal dapat menyebabkannya, dan penjelasan lewat hormon pertumbuhan saja terlalu sempit. Istirahat memang membantu, tetapi jangan menunda pemeriksaan bila kelelahan menetap berminggu-minggu meski sudah cukup tidur, atau disertai sesak napas, jantung berdebar, pucat, demam, penurunan berat badan, atau bengkak. Anemia, gangguan tiroid, dan diabetes adalah penyebab yang sering dan dapat ditangani.

Bila yang menetap adalah rasa sedih, kosong, atau cemas, terutama pada masa setelah melahirkan, itu bukan sekadar kurang istirahat. Depresi pascapersalinan umum terjadi dan bisa diobati; hubungi tenaga kesehatan, dan segera bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau Si Kecil.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga