Vagina Kering: Kenali 7 Penyebabnya
Mama pernah merasa nyeri atau tidak nyaman di area vagina, terutama saat berhubungan seks? Bisa jadi Mama sedang mengalami vagina kering.

Rasa perih atau tidak nyaman di area vagina, terutama saat berhubungan seks, punya nama dan punya sebab.
Vagina kering lebih umum daripada yang dibicarakan, terutama selama menyusui, dan tujuh penyebabnya di bawah ini menentukan penanganan yang berbeda-beda.
Pengertian Vagina Kering
Organ intim Mama biasanya dilumasi dengan cairan bening yang membuatnya tetap tebal dan elastis. Vagina kering merupakan kondisi ketika Miss V Mama kehilangan pelumas alami tersebut.
Jangan cemas, Ma. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan bisa terjadi pada usia berapa pun, terutama yang sedang memasuki menopause. Karena pada masa tersebut, kadar hormon estrogen dalam tubuh akan mengalami penurunan.
Baca juga: Jenis Keputihan Saat Hamil, Penyebab, dan Cara Mengatasi
Penyebab Vagina Kering

Hormon estrogen punya peranan penting dalam menjaga vagina agar tetap sehat dan lembab. Ketika produksi hormon ini menurun, maka dinding vagina menjadi tipis dan kering.
Beberapa kondisi berikut ini bisa menyebabkan level estrogen Mama menurun, sehingga Miss V jadi kering.
1. Menopause
Saat Mama memasuki menopause, tubuh mengalami perubahan hormonal yang signifikan, termasuk penurunan hormon estrogen. Hal ini akan membuat Mama berhenti mens dan organ intim jadi kering.
2. Melahirkan dan menyusui
Setelah melahirkan dan ketika sedang menyusui, kadar estrogen dalam tubuh memang menurun. Setelah frekuensi menyusui berkurang, barulah hormon estrogen kembali normal.
3. Stres dan depresi
Terlalu banyak pikiran alias stres dapat mengganggu aliran darah dan sistem saraf yang diperlukan untuk memproduksi cairan vagina. Situasi ini bisa disebabkan karena banyak hal, termasuk kelelahan dan kurangnya stimulasi sebelum berhubungan seksual.
4. Merokok
Selain stress, rokok juga dapat memengaruhi aliran darah ke jaringan tubuh Mama, termasuk vagina. Dampaknya, pelumasan di area intim jadi menurun drastis.
5. Sedang menjalani perawatan
Efek samping dari perawatan khusus kanker seperti kemoterapi membuat cairan dalam tubuh berkurang, termasuk cairan pelembap di Miss V Mama.
6. Mengonsumsi obat-obatan
Obat-obatan seperti antidepresan, antihistamin, obat kanker payudara, dan juga pil KB memiliki kandungan yang berpengaruh terhadap menurunnya kadar estrogen dalam tubuh.
7. Sindrom Sjögren
Dikutip dari Cleveland Clinic (2023), Sindrom Sjogran adalah merupakan gangguan autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Mama menghanjurkan kelenjar yang memproduksi dan mengontrol kelembaban dalam tubuh Mama. Hal ini yang bisa menyebabkan jaringan dalam vagina meradang sehingga Miss V jadi kering.
Gejala Vagina Kering
Vagina yang tidak terlumasi dengan baik akan membuat Mama merasa tidak nyaman dan mengalami gejala-gejala sebagai berikut.
-
Timbul rasa gatal atau terbakar di area sekitar vagina
-
Mengalami pendarahan ringan setelah berhubungan seks
-
Keputihan
-
Buang air kecil lebih sering dari biasanya
-
Mengalami infeksi saluran kemih berulang
-
Tidak ingin berhubungan seks
Cara Mengatasi Vagina Kering

Jangan sedih kalau Mama sedang mengalami kondisi ini, sebab ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
1. Menjaga pola makan
Mulailah hidup sehat dengan rutin mengonsumsi alpukat, bayam, kedelai, dan ikan. Makanan-makanan tersebut mengandung fitoestrogen, asam omega-3, lemak sehat, vitamin B6 dan E, serta beberapa mineral penting, seperti kalium, kalsium dan magnesium yang baik untuk kesehatan vagina.
2. Kelola stres
Kendalikan stres agar kesehatan tubuh dan organ intim tetap terjaga baik. Caranya, Mama bisa melakukan beberapa kegiatan, seperti olahraga, meditasi, yoga, atau jalan-jalan bersama teman dan keluarga. Ingat Ma, di dalam tubuh yang sehat, terdapat vagina yang bebas dari kekeringan.
3. Gunakan pembersih kewanitaan
Urusan kebersihan di area vagina juga harus diperhatikan. Mama bisa menggunakan produk khusus untuk membersihkan organ intim. Tapi jangan salah pilih merk, sebab banyak yang mengandung pewangi dan bahan kimia berbahaya. Dampaknya, Miss V jadi teriritasi dan kering.
Baca juga: Vagina Bau Bikin Tidak Nyaman, Atasi dengan Cara Ini
Cegah Vagina Kering dengan Produk yang Aman!
Untuk perawatan sehari-hari, Mama bisa menggunakan produk pembersih kewanitaan yang aman. Ciri-cirinya adalah memiliki kadar PH di tingkat 4,5 dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Kabar baiknya, kini sudah ada produk dengan kriteria tersebut, yaitu Mama’s Choice Refreshing Feminine Wash. Pembersih vagina yang satu ini efektif membersihkan area kewanitaan tanpa menimbulkan efek kesat setelah pemakaiannya.
Ini karena feminine wash dari Mama’s Choice dibuat tanpa sulfate (SLS/SLES), paraben dan alkohol, sehingga membuatnya menjadi produk pembersih area kewanitaan yang aman digunakan sekaligus mencegah vagina kering.
Selain itu, Mama’s Choice Refreshing Feminine Wash juga mengandung bahan-bahan alami lain, seperti:
-
Teh hijau organik, antibakteri alami yang dapat menjaga kebersihan dan menyegarkan area vagina
-
Bunga lotus, berfungsi untuk mencegah iritasi dan gatal, serta menghilangkan bau tak sedap pada area vagina
-
Probiotik, menjaga kelembapan dan keseimbangan bakteri baik pada area vagina
Sudah ribuan Mama merasakan manfaat dari Mama’s Choice Refreshing Feminine Wash. Menurut mereka, sabun ini terbukti mampu membuat area vagina tetap lembab dan tidak kering setelah pemakaian selama 3 hari. Selain itu, bau tak sedap, rasa gatal dan keputihan juga menjadi berkurang. Wah, manfaatnya lengkap ya, Ma.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Mama cukup mengikuti langkah-langkah di bawah ini:
-
Tuang produk Refreshing Feminine Wash dari Mama’s Choice secukupnya ke telapak tangan dan usap hingga berbusa, kemudian aplikasikan ke area intim.
-
Bilas area intim menggunakan air dengan bersih dari area depan ke belakang.
-
Jika sudah bersih, keringkan menggunakan tisu atau handuk.
–
Vagina kering hampir selalu punya sebab yang bisa ditunjuk, dan sebagian besarnya bisa ditangani. Bila keluhannya menetap meski sudah dirawat, itu alasan untuk memeriksakan diri.
Sumber:
Cleveland Clinic (2022). Vaginal Dryness. Retrieved May 7, 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/21027-vaginal-dryness
Levine, B. (2022). What Is Vaginal Dryness? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention. Retrieved May 7, 2023, from https://www.everydayhealth.com/vaginal-dryness/guide/
Forge, T. L. Healthline (2022). 8 Bites for Your Bits: Your Vagina’s Favorite Foods. Retrieved May 7, 2023, from https://www.healthline.com/health/womens-health/food-for-vagina
Nall, R. Healthline (2019). Why Am I Dry Down There All of A Sudden? Retrieved May 7, 2023, from https://www.healthline.com/health/why-am-i-dry-down-there-all-of-a-sudden
WebMD (2021). Vaginal Dryness: Causes and Moisturizing Treatments. Retrieved May 7, 2023, from https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-dryness-causes-moisturizing-treatments
Vulva dan Vagina Itu Berbeda
Pembedaan ini menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Vulva adalah bagian luar, labia dan area di sekitarnya. Ini yang dibersihkan, dan cukup dengan air, atau pembersih lembut tanpa pewangi, dari depan ke belakang.
Vagina adalah saluran di dalam. Bagian ini membersihkan dirinya sendiri dan tidak boleh dibersihkan dari dalam. Douching justru mengganggu keseimbangan bakteri lactobacillus dan meningkatkan risiko infeksi, bukan menurunkannya.
Karena itu, pembersih kewanitaan apa pun bekerja di bagian luar saja, dan tidak dapat mengobati infeksi di dalam.
Bau Bukan Soal Kurang Bersih
Bau baru yang menyengat paling sering disebabkan infeksi, bukan kebersihan yang kurang. Bacterial vaginosis dan trikomoniasis adalah dua penyebab yang paling sering, keduanya memerlukan antibiotik dari dokter, dan tidak akan hilang dengan mencuci lebih sering. Mencuci berlebihan justru dapat memperburuknya.
Menyebut bau sebagai tanda "tidak higienis" membuat sebagian orang menunda memeriksakan diri, dan itu justru yang berbahaya.
Periksakan Bila Muncul
- Bau amis yang baru dan kuat, terutama setelah berhubungan seks
- Keputihan yang berubah warna, jumlah, atau teksturnya, abu-abu, kehijauan, berbusa, atau seperti keju
- Gatal, perih, atau nyeri saat berkemih atau berhubungan
- Nyeri perut bawah atau demam
- Perdarahan di luar masa haid
- Keluhan apa pun saat hamil: infeksi seperti BV pada kehamilan berkaitan dengan kelahiran prematur dan perlu diobati
Penyebabnya perlu dipastikan lebih dulu, karena obat untuk jamur, bakteri, dan parasit berbeda-beda. Mengobati sendiri dengan obat jamur yang dibeli bebas sering meleset bila penyebabnya ternyata BV.
Catatan: pembersih luar tidak menangani kekeringan vagina. Kekeringan berasal dari lapisan dalam vagina dan paling sering berkaitan dengan kadar estrogen yang rendah, setelah melahirkan, saat menyusui, saat menopause, atau karena obat tertentu. pH 4,5 pada pembersih luar tidak mengubah hal itu. Yang membantu adalah pelembap vagina yang dipakai rutin, pelumas saat berhubungan, dan bila perlu estrogen topikal dosis rendah dari dokter. Klaim "lebih nyaman dalam tiga hari" adalah soal kenyamanan kulit luar, bukan bukti pencegahan kekeringan. Periksakan bila kekeringan disertai nyeri saat berhubungan, perdarahan, atau berlangsung menetap.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

