Tips Memakai Sabun Cuci Peralatan Bayi yang Aman
Bayi belum memiliki kemampuan untuk menyaring bahan kimia dan residunya dengan sempurna... - Alkohol: Berfungsi untuk membunuh kuman.

Tahukah mama, bahwa mainan dan peralatan bayi yang kotor bisa menjadi sarang berkembangnya bakteri dan berpotensi menyebabkan infeksi bagi Si Kecil? Imunitas bayi yang lemah membuat mereka lebih rentan terhadap kuman dan virus. Namun selain kuman, mama juga perlu waspada terhadap bahan kimia dalam sabun cuci peralatan bayi, sebab tidak semua cairan pembersih dan sabun aman untuknya. Karena itu, memilih sabun cuci yang tepat adalah langkah pertama untuk membersihkan peralatan bayi mama dengan aman.
Produk Sabun Cuci Peralatan Bayi Biasa Bisa Saja Berbahaya
Sabun cuci atau cairan pembersih lainnya seperti cairan disinfektan kimia kerap diformulasikan bahan keras untuk mematikan kuman dan virus. Bayangkan jika mama menggunakannya untuk peralatan bayi, apalagi sampai masuk ke dalam tubuhnya, misalnya terhirup atau tertelan, tentu bisa memicu alergi hingga berakibat fatal pada tumbuh kembangnya bukan?
Untuk itu, pertama-tama mama perlu mengetahui bahan-bahan berbahaya dalam produk pembersih peralatan bayi. Berikut daftar kandungan kimia yang perlu mama hindari dan jauhkan dari Si Kecil.
-
Alkohol: Berfungsi untuk membunuh kuman. Alkohol berbahan dasar ethanol dapat membahayakan anak dan bayi jika sampai tertelan.
-
Klorin: Berfungsi sebagai pemutih. Menyebabkan masalah pernapasan dan sensitivitas kulit. iritasi kulit, paru-paru, mata dan mulut.
-
Phthalates: kelompok bahan yang dipakai sebagai pelarut dan pelunak. Sebagian jenisnya dibatasi penggunaannya karena kekhawatiran terhadap sistem hormon pada paparan tinggi dan berulang. Perlu dicatat: kaitan dengan kanker pada pemakaian produk rumah tangga biasa tidak terbukti, dan kekhawatiran ini tidak berlaku sama untuk semua jenis phthalate.
-
Paraben: Berfungsi sebagai pengawet. Bayi yang terpapar paraben dapat mengalami masalah pertumbuhan selama tahun-tahun pertama kehidupan mereka.
-
SLS/SLES: Berfungsi sebagai pembersih. Membahayakan sistem pernapasan, endokrin, reproduksi, pencernaan dan saraf bayi.
-
Triklosan: Bahan antibakteri. Bersifat karsinogenik.
Setelah mengetahui bahan-bahan kimia berbahaya yang perlu mama hindari dalam sabun cuci, kini kami akan memberi sedikit tips cara mencuci peralatan bayi dengan benar dan aman. Yuk cek selengkapnya berikut ini!
Tips Mencuci Peralatan Bayi dengan Aman menggunakan Sabun
1. Memilih Sabun Cuci yang Aman
Bayi belum memiliki kemampuan untuk menyaring bahan kimia dan residunya dengan sempurna. Oleh karena itu, sebaiknya mama mengganti segala produk pembersih yang mengandung bahan kimia dan mulai menggunakan sabun cuci berbahan alami yang aman untuk membersihkan rumah dan perlengkapan bayi.
Pembersih cair serbaguna dari Mama’s Choice ini cocok untuk mencuci peralatan makan, dot, teether, mainan dan perlengkapan bayi lainnya. Namun sekalipun terbuat dari bahan alami, efektivitasnya untuk menghilangkan sisa lemak susu tetap juara! Formula food-grade yang bebas residu berbahaya juga membuatnya cocok untuk mencuci buah dan sayur, lho ma.

2. Gunakan Air Hangat
Untuk membersihkan peralatan bayi atau mainan anak, gunakan air hangat supaya mama bisa memastikan kuman mati dengan sempurna.
Rendam perlengkapan bayi ke dalam larutan tadi selama beberapa saat. Kemudian menggunakan spons atau sikat, gosok pada permukaan yang kotor secara menyeluruh. Lalu bilas dengan air mengalir.

Bagaimana, mudah bukan? Tidak perlu khawatir akan kebersihan dan kesehatannya Si Kecil. Apalagi, produk ini sudah tersertifikasi halal. Jadi makin tenang deh.
Cari tahu lebih banyak rangkaian produk pembersih rumah Mama’s Choice yang ramah bayi di sini.
Tunggu apa lagi? Yuk beralih dari produk pembersih kimia ke produk pembersih alami dari Mama’s Choice.
Yang Sebenarnya Menentukan Keamanan
Beberapa hal perlu diluruskan:
Sabun cuci piring biasa yang dibilas bersih tidak membahayakan bayi. Yang menentukan adalah pembilasannya, bukan merek atau labelnya. Sabun khusus bayi dipilih karena wanginya lebih ringan dan lebih lembut di tangan, itu alasan yang cukup.
"Food grade" berarti bahannya boleh bersentuhan dengan peralatan makan, bukan bahwa residunya aman tertelan. Semua pembersih tetap harus dibilas hingga bersih.
Untuk botol dan peralatan menyusui, urutannya:
- Bongkar semua bagian dan bilas segera setelah dipakai
- Cuci dengan sabun dan air panas, gunakan sikat khusus yang tidak dipakai untuk peralatan lain
- Bilas sampai benar-benar bersih di bawah air mengalir
- Keringkan di udara pada permukaan bersih: jangan dilap dengan kain
- Sterilkan setiap hari untuk bayi di bawah 3 bulan, bayi prematur, atau bayi dengan daya tahan tubuh lemah
Simpan semua pembersih terkunci dan di luar jangkauan anak, termasuk yang berlabel alami.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.