Tips Agar Rambut Bayi Lebat & Hitam Saat Lahir Secara Alami
Memiliki bayi yang lahir dengan rambut lebat dan hitam tentu menggemaskan ya Ma. Tetapi, bisakah Mama mengusahakan agar rambut bayi lebat dan hitam saat lahir?

Memiliki bayi yang lahir dengan rambut lebat dan hitam tentu menggemaskan ya Ma. Entah perempuan atau laki-laki, banyak Mama yang mencari tips agar rambut bayi lebat dan hitam. Tetapi, bisakah Mama mengusahakan agar rambut bayi lebat dan hitam saat lahir?
Ternyata jawabannya bisa lho, Ma. Yuk kita bahas bagaimana agar rambut bayi lebat dan hitam saat lahir.
Pertumbuhan Rambut Pada Janin
Perlu Mama tahu, pertumbuhan rambut bayi sudah dimulai sejak kehamilan memasuki usia 14-22 minggu. Folikel atau tempat tumbuhnya rambut di kulit kepala akan membentuk pola sehingga dapat bertahan seumur hidup.
Pembentukan folikel ini dipengaruhi oleh pertumbuhan otak. Sebab kulit halus di bagian kepala akan meregang untuk menampung otak, sehingga menghasilkan folikel rambut berbentuk putaran searah jarum jam atau berlawanan.
Pada minggu-minggu selanjutnya setelah rambut mulai tumbuh, sel-sel yang memproduksi melanin mulai bekerja. Melanin dikenal sebagai pigmen yang memberikan warna pada kulit rambut dan mata. Di tahap ini, melanin juga mulai memberikan warna untuk rambut bayi.
Artikel terkait: Mengapa Rambut Bayi Rontok Setelah Lahir?
Cara agar Rambut Bayi Lebat dan Hitam Saat Lahir
Memang untuk banyaknya jumlah rambut tergantung pada gen Mama dan Papa. Namun, bukan berarti Mama tidak bisa berupaya agar Si Kecil terlahir dengan rambut yang tebal dan hitam, lho. Salah satunya adalah dengan meningkatkan asupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan rambut, apa saja ya?

1. Asam folat
Asam folat merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan sel yang sehat, termasuk rambut.Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2017, ditemukan bahwa 52 orang dewasa yang lebih cepat beruban kekurangan asam folat.
Karena itu, The United States Centers For Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa Mama perlu mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari selama masa kehamilan. Asam folat bisa Mama dapatkan dari makanan berupa sayuran hijau, sereal yang difortivikasi, atau suplemen.
2. Alpukat
Buah yang satu ini memiliki kandungan vitamin B dan E yang penting untuk pertumbuhan rambut sehat. Tidak hanya pada janin, mengonsumsi buah alpukat juga dapat membantu Mama mengatasi rambut rontok saat kehamilan. Mama boleh mengonsumsi alpukat sesering mungkin jika menginginkan Si Kecil lahir dengan rambut hitam dan lebat.
3. Telur
Mengonsumsi makanan yang tinggi protein dapat membantu pertumbuhan rambut pada bayi yang belum lahir. Sebab protein merupakan nutrisi yang membantu pertumbuhan rambut pada folikel. Bahkan kekurangan protein terbukti dapat meningkatkan kerontokan rambut.
Telur adalah sumber protein terbaik dan terjangkau. Selain protein, telur juga merupakan sumber seng, selenium, dan nutrisi sehat lainnya yang baik untuk rambut. Mama dapat mengonsumsi telur atau mencampurkannya ke dalam masakan untuk membantu proses pertumbuhan rambut yang sehat pada bayi di dalam janin.
4. Ikan
Selain telur, ikan juga merupakan sumber protein, asam lemak omega 3 dan 6 yang dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Walaupun begitu, tidak semua ikan aman dari merkuri untuk Mama dalam masa kehamilan. Karena itu, sebaiknya konsultasi dulu ya dengan dokter kandungan. Beberapa ikan yang aman dikonsumsi di antaranya ikan haring dan ikan teri.
5. Kacang-kacangan
Terakhir ada kacang-kacangan. Kacang-kacangan sangat direkomendasikan untuk ibu hamil karena menyediakan vitamin penting untuk rambut, yaitu vitamin E dan B7.
Itulah makanan yang bisa membantu rambut bayi lebat dan hitam sejak lahir. Tapi ingat, semua akan kembali ke faktor genetik Mama dan Papa. Jika cara ini tidak berhasil, jangan sedih dulu. Masih ada kok cara lain untuk melebatkan dan menghitamkan rambut Si Kecil setelah lahir!
Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Jerawat pada Bayi
Vitamin Rambut untuk Melebatkan Rambut Bayi Setelah Lahir

Salah satu yang bisa membantu melebatkan rambut bayi adalah dengan rutin menggunakan vitamin rambut. Vitamin rambut yang tepat akan membantu memberi nutrisi untuk melebatkan dan menghitamkan rambut bayi. Pijatan yang Mama berikan saat mengaplikasikan vitamin rambut juga akan menstimulasi folikel rambut agar cepat bertumbuh.
**Hal yang perlu Mama cermati dalam memilih vitamin rambut bayi adalah kandungannya. Jangan sampai vitamin rambut Si Kecil justru berisiko meningkatkan iritasi pada kulit kepalanya.
Dengan formula alami dan lengkap, Mama’s Choice Baby Hair Vitamin Lotion akan menutrisi pertumbuhan rambut Si Kecil dari akar hingga tumbuh lebat, kuat, dan lembut.
Penasaran? Ditunggu ya Ma, tanggal launching-nya!
Itu dia tadi tips dan upaya yang bisa Mama lakukan agar rambut bayi lebat dan hitam. Kalau Mama, punya cara apa untuk menghitamkan dan melebatkan rambut Si Kecil? Yuk share artikel ini ke teman dan kerabat yang membutuhkan!
Yang Sebenarnya Menentukan Rambut Bayi
Soal ini perlu diluruskan, karena banyak Mama merasa bersalah tanpa alasan.
Ketebalan dan warna rambut bayi terutama dipengaruhi faktor genetik. Nutrisi yang cukup selama kehamilan tetap penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara keseluruhan, tetapi tidak ada makanan atau kebiasaan yang bisa membuat bayi lahir dengan rambut lebih lebat atau lebih hitam.
Soal asam folat. Asam folat penting selama kehamilan untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin. Penelitian yang sering dikutip soal folat dan rambut dilakukan pada orang dewasa dengan uban prematur, sehingga tidak berlaku untuk rambut janin.
Soal alpukat, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Semuanya bagian baik dari pola makan bergizi selama kehamilan, sebagai sumber lemak sehat, protein, dan mikronutrien. Tidak ada bukti yang mengaitkannya dengan ketebalan atau warna rambut bayi saat lahir.
Soal vitamin rambut dan pijatan. Produk perawatan rambut bayi dapat membantu merawat rambut dan kulit kepala bayi. Yang tidak bisa dijanjikan: membuat rambut lebih lebat, lebih hitam, atau tumbuh lebih cepat.
Rambut tipis saat lahir sangat umum dan hampir selalu menebal sendiri di tahun pertama hingga kedua.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.


