Yuk! Simak Tanya Jawab Seputar Virus COVID-19 Pada Ibu
Sejak diumumkannya virus COVID-19 sudah menyerang beberapa wilayah di Indonesia, banyak kepanikan yang terjadi.

Sejak diumumkannya virus COVID-19 sudah menyerang beberapa wilayah di Indonesia, banyak kepanikan yang terjadi. Banyak pula orang yang saling bertukar informasi satu sama lain di jejaring dunia maya.
Banyaknya sumber informasi yang diterima pasti membuat banyak kalangan bingung memilih mana sumber yang valid untuk dipercaya dan mana yang hoax. Terlebih bagi para ibu hamil yang pasti sangat khawatir tentang kesehatan dan juga tumbuh kembang janin. Jangan khawatir, Ma.
Baca juga: Tips Senyum Sehat dan Alami di Hari Kesehatan Mulut dan Gigi Sedunia
5 Pertanyaan Umum Seputar COVID-19 yang Mamil Perlu Tau
Mengutip dari sumber Massachusets General Hospitaldan Health Harvard berikut ada beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan pada ibu hamil dan menyusui mengenai pandemi COVID-19 yang sedang marak. Simak sampai habis ya, Ma.
1. Apakah wanita hamil memiliki risiko kematian yang tinggi apabila terjangkit virus COVID-19?

Artikel ini ditulis pada awal pandemi, ketika datanya belum ada. Pengetahuan itu sudah berubah: ibu hamil kini diketahui berisiko lebih tinggi mengalami COVID-19 berat, lebih besar kemungkinan dirawat di ICU, membutuhkan bantuan napas, dan mengalami kelahiran prematur, dibandingkan orang seusianya yang tidak hamil. CDC memasukkan kehamilan sebagai kondisi berisiko tinggi. Meski para peneliti mengakui bahwa pada ibu hamil memang terjadi banyak perubahan hormon dalam tubuh yang bisa meningkatkan risiko terinfeksi lebih parah.
Laporan awal dari Tiongkok mencatat sembilan ibu hamil yang positif terinfeksi COVID-19 tidak berpengaruh pada proses kelahiran. Hanya saja, menghambat waktu proses kelahiran ( lebih lama atau lebih awal ) dan juga alur tindakan medis pada saat persalinan berlangsung, Ma.
2. Jika saya positif terinfeksi COVID-19 apakah akan membahayakan janin?
Kami tahu,keselamatan buah hati Mama sangat penting. Laporan atas sembilan kelahiran tidak menemukan penularan ke bayi. Sembilan kasus terlalu sedikit untuk membuktikan bahwa penularan tidak mungkin terjadi, laporan berikutnya menunjukkan penularan dari ibu ke bayi dapat terjadi walau jarang. Karena tidak ditemukan virus dalam air ketuban, tenggorokan bayi, atau dalam ASI.
Untuk itu, Mama tidak perlu khawatir, sebab risiko penularan infeksi sangat rendah dan tidak pernah ditemukan kasus kelainan pada bayi atau efek negatif lainnya.
3. Apakah Ibu dengan positif COVID-19 masih dapat menyusui?

Kita semua tahu betul, ASI merupakain sumber nutrisi terbaik untuk bayi yang baru lahir. Meski data penelitian masih terbatas, tapi ternyata sejauh ini belum ditemukan paparan virus pada ASI.
Namun begitu, apabila Mama mengalami gejala flu atau batuk dianjurkan untuk mencuci tangan sebelum menyusui secara langsung. Menggunakan masker wajah juga perlu Mama lakukan. Jaga kebersihan alat-alat pumping dengan mencuci bersih seluruh peralatan apabila Mama tidak bisa menyusui secara langsung.
4. Apakah ibu hamil tidak diperbolehkan bepergian?
Di beberapa negara yang sudah menerapkan sistem lockdown untuk membatasi penularan virus, tentu bagi siapapun tidak terkecuali ibu hamil yang ingin bepergian dilarang keras untuk melakukan kegiatan perjalanan.
Untuk itu, sebelum Mama memutuskan bepergian coba check lagi apakah destinasi yang Mama tuju terbuka untuk menerima para pendatang baru. Tapi sangat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan kemanapun jika tidak terlalu urgent, Ma.
5. Apa yang harus ibu hamil lakukan untuk terhindar dari paparan virus ini?

Ternyata, tindakan preventif untuk mengurangi risiko infeksi virus COVID-19 pada ibu hamil sama dengan yang lainnya, Ma. Penting bagi Mama untuk fokus menjaga kebersihan diri, terutama kebersihan tangan. Cucilah tangan minimal dengan durasi 20 detik. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, mulut, dan hidung Mama.
Mama juga perlu melakukan sosial distancing atau menghindari perkumpulan serta keramaian. Ini sangat penting untuk membatasi penyebaran virus. Apabila Mama mengalami batuk dan pilek, upayakan tetap berada dalam rumah dan upayakan membatasi bertemu dengan orang lain. Jangan lupa untuk menghidrasi tubuh Mama dengan cara minum air putih dan istirahat yang cukup.
Ternyata Virus Ini Bisa Tumbuh di Tenggorokan
Tahukah Mama? Percobaan penelitian menemukan bahwa virus COVID-19 bisa tumbuh di tenggorokan. Itu mengapa selain menjaga kebersihan diri, Mama wajib menjaga kebersihan mulut dengan memilih produk yang aman dan tepat untuk ibu hamil.
Untuk itu, kami bekerja keras melakukan penelitian untuk menciptakan formula oral care terbaik untuk ibu hamil.
-
Formulanya tanpa Flouride, SLS, dan Triclosan
-
Tidak mengandung alkohol
-
Menggunakan bahan pewarna hijau klorofil alami
-
Mengurangi rasa mual saat menyikat gigi dan berkumur
-
100% halal dan teruji klinis
Yang Perlu Diperbarui dari Artikel Ini
Artikel ini berasal dari awal 2020. Beberapa hal sudah berubah dan disampaikan di sini agar tidak menyesatkan:
- Kehamilan meningkatkan risiko COVID-19 berat. Ini sudah mapan sekarang.
- Vaksinasi COVID-19 dianjurkan selama kehamilan dan menyusui, di trimester mana pun, dan melindungi Mama sekaligus bayi.
- Pasta gigi dan obat kumur bukan pencegahan COVID-19. Berkumur dapat mengurangi virus di mulut untuk waktu yang sangat singkat, tetapi itu tidak mencegah infeksi maupun penularan.
Untuk keputusan kesehatan, ikuti panduan Kemenkes, WHO, atau CDC yang berlaku saat ini, bukan artikel ini.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.