Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Hand Sanitizer yang Aman untuk Anak Sebaiknya Tanpa Alkohol

Kami tahu persis perasaan ibu-ibu, apalagi di masa pandemi seperti ini! Hand sanitizer jadi perlengkapan yang wajib ada untuk menjaga anak tetap aman ya, Ma.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Hand Sanitizer yang Aman untuk Anak Sebaiknya Tanpa Alkohol

Adakah Mama yang suka khawatir kalau melihat Si Kecil mulai merangkak, menggapai dan menggenggam sesuatu lalu memasukkan tangan atau benda tersebut ke dalam mulut? Kami tahu persis perasaan ibu-ibu, apalagi di masa pandemi seperti ini! Hand sanitizer jadi perlengkapan yang wajib ada untuk menjaga anak tetap aman ya, Ma.

Kuman ada di mana-mana!

Hand Sanitizer Aman untuk Anak - Mama

Tidak cuma di luar rumah ada kuman bertebaran, di dalam rumah kita pun berbagai kuman super kecil juga mengintai. Contohnya di sela-sela perabot rumah tangga yang jarang dibersihkan sehingga debu menumpuk. Belum lagi yang berserakan di lantai lalu dimasukkan ke dalam mulut, aduh!

Tahukah Mama, bahkan di tangan kita saja ada lebih dari 2 juta bakteri? Makanya lebih baik selalu sedia hand sanitizer khusus anak, untuk situasi yang membutuhkan penanganan kebersihan cepat dan efektif. Mau itu sedang di rumah, apalagi sedang bepergian. 

80% penyakit infeksi saluran pernapasan menyebar akibat tidak membersihkan tangan dengan benar

Baca juga: Penting! Hand Sanitizer untuk Anak Tidak Mengandung 2 Bahan Berbahaya Ini!

Alkohol dalam Hand Sanitizer bisa Menyebabkan Iritasi

Alkohol dalam Hand Sanitizer bisa Menyebabkan Iritasi

Masalahnya, kebanyakan hand sanitizer di pasaran dibuat dengan kandungan alkohol setidaknya 60%. Kadar itu bukan kelemahan, itu justru syaratnya bekerja: CDC menganjurkan hand sanitizer dengan alkohol minimal 60% karena di bawah kadar itu efektivitasnya turun. Meski merupakan jenis antiseptik yang terkenal mampu membunuh kuman, alkohol bukanlah bahan pembersih terbaik dari segi kesehatan.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC bahkan menemukan fakta bahwa…

“Hand sanitizer beralkohol perlu diawasi penggunaannya pada anak dan disimpan di luar jangkauan, karena berisiko tertelan. Pusat kendali racun di AS mencatat 85.000 kasus terkait pembersih tangan pada anak sepanjang 2011–2015.” Perlu dibaca dengan tepat: angka itu menunjukkan risiko bila produk tertelan, bukan bahwa produk tanpa alkohol lebih efektif membersihkan tangan. Sanitizer tanpa alkohol pun tidak boleh tertelan dan harus disimpan di tempat yang sama amannya.

Kini tersedia hand sanitizer tanpa alkohol yang aman untuk anak

  • Tidak menggunakan alkohol, sehingga terasa lebih lembut di kulit yang mudah kering. Ini soal kenyamanan kulit, bukan soal daya bersih yang lebih baik.

  • Mengganti kandungan alkohol dengan Benzalkonium Chloride. Sejumlah kecil bahan ini juga efektif membersihkan bakteri dan kuman. Sudah direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Food and Drug Administration (FDA)

  • Dengan aloe vera dan centella asiatica untuk melembutkan dan melembapkan kulit.

  • Mengandung lemon oil sebagai wangi alami, menyegarkan dan tidak menyengat di hidung.

Dikembangkan oleh para ahli yang melibatkan ibu, teruji secara dermatologis dan hipoalergenik, serta telah tersertifikasi Halal oleh MUI.

Aturan pakai hand sanitizer yang disarankan

Hand Sanitizer Aman untuk Anak - Mama

  • Gosok dan ratakan pada telapak tangan hingga ujung jari si Kecil.

  • Tunggu hingga kering untuk si Kecil dapat menyentuh makanannya dengan tangan.

Baca juga: Yuk Kenalan dengan 5 Produk Perawatan Bayi Mama’s Choice!

Kenapa Alkohol Jadi Persoalan pada Anak

Bukan karena alkohol tidak efektif, justru sebaliknya, alkohol adalah bahan aktif yang paling efektif. Persoalannya ada pada apa yang dilakukan anak kecil dengan tangannya.

Balita memasukkan tangan ke mulut berkali-kali dalam sehari, sering sebelum sanitizer sempat kering. Hand sanitizer beralkohol yang tertelan dalam jumlah cukup dapat menyebabkan gula darah turun, mengantuk berat, dan pada kasus berat, keracunan alkohol. Botol dengan aroma buah membuatnya lebih menarik untuk dijilat.

Ditambah: alkohol yang belum kering dan mengenai mata menimbulkan perih yang hebat.

Karena itu formula tanpa alkohol masuk akal untuk anak kecil: konsekuensi kesalahannya jauh lebih ringan, meski keampuhannya tidak lebih tinggi.

Yang Tetap Berlaku

Sabun dan air adalah pilihan pertama. Untuk anak, ini juga lebih mudah diajarkan sebagai kebiasaan seumur hidup daripada mengandalkan botol.

Formula tanpa alkohol umumnya memakai benzalkonium klorida, yang efektif terhadap banyak bakteri tetapi kurang kuat dibanding alkohol terhadap sebagian virus, termasuk penyebab muntaber.

Artinya, ketika ada anggota keluarga yang diare atau muntah, atau setelah mengganti popok anak yang sedang sakit perut, yang dibutuhkan adalah sabun dan air, bukan sanitizer.

Mengajarkan Cuci Tangan pada Anak

Buat mudah dijangkau. Bangku kecil di depan wastafel menghilangkan hambatan terbesar.

Nyanyikan sesuatu selama 20 detik. Anak tidak punya gambaran tentang durasi; lagu memberinya.

Tunjukkan bagian yang terlewat, punggung tangan, sela jari, ibu jari, dan di bawah kuku.

Tentukan waktunya, bukan hanya perintahnya. Sebelum makan, setelah dari toilet, setelah bermain di luar, setelah menyentuh hewan, setelah batuk atau bersin.

Contohkan. Anak meniru kebiasaan jauh lebih cepat daripada mengikuti instruksi.

Menyimpan dan Mengawasi

Simpan sanitizer di tempat yang tidak terjangkau anak, termasuk yang tanpa alkohol, bahan aktifnya tetap tidak untuk ditelan.

Awasi pemakaiannya sampai anak cukup besar untuk tidak menjilat tangannya setelah dioleskan, dan pastikan sudah kering sebelum ia menyentuh wajah atau makanan.

Bila anak menelan sanitizer dalam jumlah lebih dari sekadar jilatan, atau tampak mengantuk berat, hubungi tenaga kesehatan atau layanan gawat darurat.

Ringkasnya

Untuk anak kecil, tanpa alkohol adalah pilihan yang lebih aman bila tertelan, bukan yang lebih ampuh.

Sabun dan air tetap yang utama, terutama saat ada diare atau muntaber di rumah. Dan simpan botolnya di tempat yang tidak terjangkau.

Urutan yang Benar

Yang perlu diletakkan paling depan:

1. Air dan sabun adalah pilihan utama, untuk anak maupun dewasa. Air dan sabun mengangkat kotoran, minyak, dan sebagian kuman yang tidak dibunuh oleh sanitizer jenis apa pun, termasuk norovirus, Cryptosporidium, dan Clostridioides difficile. Sanitizer juga kurang bekerja pada tangan yang terlihat kotor atau berminyak.

2. Hand sanitizer hanya dipakai saat air dan sabun tidak tersedia.

3. Bila memakai sanitizer:

  • Bagi anak, selalu di bawah pengawasan orang dewasa
  • Tunggu sampai benar-benar kering sebelum tangan menyentuh mulut atau makanan
  • Simpan di luar jangkauan anak, termasuk yang tanpa alkohol
  • Bila tertelan, hubungi fasilitas kesehatan

Satu hal yang jujur perlu disampaikan: produk tanpa alkohol tidak otomatis lebih aman bila tertelan. Benzalkonium chloride juga tidak boleh tertelan, dan bukti efektivitasnya terhadap virus lebih terbatas dibandingkan alkohol 60–70%. Alasan yang tepat memilih formula tanpa alkohol adalah kenyamanan kulit anak, bukan perlindungan yang lebih baik.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami