Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Tak Cuma Bumil, Ibu Menyusui Juga Tidak Boleh Stres

Untuk ibu menyusui, kami mendengar Anda. Tetapi, tahukah Anda? Stres saat menyusui dapat berdampak buruk untuk diri Anda dan bayi.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 6 menit baca
Dua ibu berbincang bersama

Untuk ibu menyusui, kami mendengar Anda. Momen penuh kebahagiaan ini seringkali diikuti dengan rasa lelah, kurang tidur, hingga pembawaan diri yang jadi lebih mudah marah. Tetapi, tahukah Anda? Stres saat menyusui dapat berdampak buruk untuk diri Anda dan bayi. Seperti apa dampaknya?

Dua hal yang terjadi jika ibu menyusui mengalami stres berlebihan

  • Suplai ASI berkurang. Hormon menjadi tidak stabil, didominasi oleh hormon kortisol, adrenalin dan norepinefrin yang menghambat produksi ASI.

  • Aliran ASI bisa terasa lebih lambat keluar. Stres akut dapat menghambat refleks let-down untuk sementara, itu soal pengeluaran ASI saat itu, bukan soal kandungan gizinya. Komposisi ASI tetap terjaga, dan stres tidak membuat ASI Mama "kurang bergizi".

Hormon kortisol adalah hormon yang dihasilkan dari kondisi stres. Hormon ini pada dasarnya dibutuhkan untuk menyeimbangkan kadar air dan garam dalam tubuh, namun dalam jumlah yang sedikit. Sayangnya, kortisol dapat menghambat kinerja hormon prolaktin dan oksitosin; dua hormon yang berpengaruh besar untuk produksi ASI.

Sebuah penelitian menyebutkan, ibu menyusui yang kelebihan hormon kortisol (stres berlebihan) berisiko menciptakan karakter bayi yang mudah menangis, rewel berlebihan dan gelisah.

Jadi, stres saat menyusui tak cuma berdampak untuk Mama, ya. Bagaimanapun, bayi juga akan ikut merasakannya.

Cara mengatasi stres berlebihan selama menyusui

  • Tidur yang cukup. Hal ini dapat membuat pikiran Mama lebih jernih. Baca 5 tips agar Busui bisa memiliki kualitas tidur yang baik di artikel ini.

  • Bicara pada teman yang dipercaya. Tak ada salahnya bercerita. Setiap Mama menjalankan peran terbaiknya, lengkap dengan masing-masing keluh kesahnya.

  • Istirahat dan me-time. Saat bayi tidur, lakukan hal yang membuat Mama lebih rileks dan tenang. Gakpapa kok, Ma. Mama juga berhak melakukannya.

  • Jangan overthinking. Kebanyakan ibu menyusui khawatir berlebihan terhadap perkembangan bayinya. Apakah bayi saya normal? Benarkah ASI saya cukup untuk kebutuhan bayi saya? Bagaimana dengan semua yang saya makan dan gunakan, apakah aman untuk bayi saya? Tetaplah tenang, dan pilih yang aman.

Tak hanya stres, toksin juga punya pengaruh buruk yang sama

Di 1,000 hari pertama kehidupan, otak bayi sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Kelebihan hormon kortisol ternyata dapat memicu sinyal neurotransmitter yang masuk ke otak dan memengaruhi area yang mengatur emosi.

Hal ini sama terjadi jika ibu menyusui terpapar toksin. Semakin banyak toksin yang masuk ke dalam tubuh, semakin besar pula risiko gangguan perkembangan otak bayi yang menerima ASI.Jadi, Busui tetap harus teliti!

produk untuk mengatasi stres pada ibu menyusui

Busui wajib pilih yang bebas toksin

Banyak Mama berpikiran, saat hamil kita perlu waspada dengan segala hal, namun saat menyusui kita berangsur-angsur mulai menyudahinya. Padahal, saat menyusui, apa yang masuk ke dalam tubuh juga akan menjadi asupan untuk bayi melalui ASI.

Bahaya toksin mengintai Anda lewat berbagai cara. Selain lewat polusi udara, toksin bisa masuk ke dalam tubuh dengan mudahnya melalui produk perawatan sehari-hari. Paraben, phthalate, alkohol, hydroquinon, merkuri, fluoride, SLS dan triclosan adalah beberapa contoh toksin yang umumnya ditemukan.

krim penghilang stretch mark terbaik

Lihat Mama’s Choice Stretch Mark Cream di Shopee

Kini, telah tersedia pasta gigi tanpa fluoride Mama’s Choice Toothpaste dan krim untuk menyamarkan peregangan kulit Mama’s Choice Stretch Mark Cream yang akan menemani perjalanan Mama.

Pilih yang teraman untuk melengkapi rangkaian perawatan Mama. Perawatan dari Mama’s Choice dapat menjadi solusinya.

Tunggu apalagi? Kurangi risiko terhambatnya pertumbuhan bayi dengan memilih yang aman, untuk yang tersayang. Dengan menjadi Mama yang bahagia, demi ketenangan diri dan kebahagiaan keluarga tercinta.

Salam dari kami, Ma, yang selalu ada, untuk Mama. 🙂

Bagaimana Stres Memengaruhi Menyusui

Perlu dijelaskan dengan tepat, karena kekhawatiran yang keliru justru menambah stres.

Stres tidak menghentikan produksi ASI. Yang dipengaruhinya adalah refleks pengeluaran, oksitosin yang mendorong ASI keluar lebih sulit bekerja saat tubuh sedang tegang. ASI-nya ada; keluarnya yang tersendat.

Ini membedakan dua hal yang sering tertukar. Produksi ditentukan oleh seberapa sering payudara dikosongkan. Pengeluaran dipengaruhi oleh kondisi emosi saat itu.

Karena itu, stres yang berkepanjangan bisa berujung pada produksi yang menurun, lewat payudara yang tidak terkosongkan dengan baik.

Yang Membantu Saat Sedang Menyusui

Napas panjang beberapa kali sebelum mulai. Embusan yang lebih panjang menenangkan sistem saraf.

Kompres hangat pada payudara sebelum menyusu.

Pijat lembut dari pangkal payudara ke arah puting.

Kulit ke kulit dengan bayi, yang meningkatkan oksitosin pada keduanya.

Kurangi rangsang. Ruangan yang lebih tenang, lampu lebih redup, ponsel di tempat lain.

Minum air dan siapkan camilan dalam jangkauan sebelum mulai.

Bila ASI tetap sulit keluar, berhenti sebentar, tenangkan diri, lalu coba lagi. Memaksa saat sedang tegang jarang berhasil.

Sumber Stres yang Paling Sering

Kurang tidur berkepanjangan. Nyeri saat menyusui yang tidak tertangani. Kekhawatiran bahwa ASI tidak cukup. Komentar dari orang sekitar. Kembali bekerja dan mengatur stok ASI perah. Dan beban rumah tangga yang menumpuk pada satu orang.

Beberapa di antaranya bisa diselesaikan langsung: nyeri hampir selalu soal pelekatan dan bisa diperbaiki, dan kekhawatiran soal kecukupan ASI bisa dijawab dengan menimbang bayi.

Kapan Ini Lebih dari Stres Biasa

Sampaikan kepada tenaga kesehatan bila perasaan itu menetap lebih dari dua minggu, Mama sulit tidur meski bayi tidur, kehilangan minat pada hal-hal yang biasanya menyenangkan, merasa gagal terus-menerus, atau merasa jauh dari bayi.

Ada juga satu hal yang jarang dibicarakan: sebagian Mama merasakan gelombang sedih, mual, atau cemas tepat saat ASI mulai mengalir, yang mereda dalam beberapa menit. Namanya D-MER, ia bersifat hormonal, bukan tanda Mama tidak menyayangi bayinya, dan layak disampaikan ke konselor laktasi.

Dan bila muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayi, cari bantuan hari itu juga.

Meminta Bantuan dengan Cara yang Berhasil

Sebagian besar stres menyusui berkurang karena beban yang dibagi. Teknik jarang jadi kuncinya.

Yang berhasil adalah permintaan yang spesifik. "Tolong bawakan air dan camilan setiap kali aku menyusui" lebih mungkin terjadi daripada "aku butuh dukungan". Begitu pula "tolong ambil giliran mengganti popok malam" dibanding "aku capek".

Untuk tamu yang datang menjenguk, tidak apa-apa menyampaikan bahwa Mama perlu ruang saat menyusui, atau meminta mereka membawakan makanan alih-alih membawa hadiah.

Dan bila ada komentar tentang jumlah ASI atau cara menyusui yang membuat Mama ragu, patokan yang lebih andal ada tiga: berat badan bayi naik, popok basah cukup, dan menyusui tidak menyakitkan.

Yang Bukan Salah Mama

Beberapa hal perlu diluruskan, karena versi yang beredar sering membuat Mama merasa bersalah tanpa alasan:

Stres tidak membuat ASI kehilangan gizi. Yang bisa terpengaruh sementara adalah let-down, refleks yang mengeluarkan ASI. Menyusui di tempat yang tenang, kompres hangat, atau menyusui sambil bersandar biasanya cukup membantu.

Stres Mama tidak membentuk sifat Si Kecil. Bayi yang sering menangis punya temperamen yang berbeda-beda sejak lahir; itu bukan hasil dari perasaan Mama saat menyusui.

Produksi ASI ditentukan oleh seberapa sering dan seberapa efektif payudara dikosongkan, bukan oleh suasana hati.

Dan bila rasa sedih, cemas, atau kosong berlangsung lebih dari dua minggu, mengganggu tidur dan nafsu makan, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau Si Kecil, itu bukan kelelahan biasa, dan bukan kelemahan. Depresi pascapersalinan umum terjadi dan bisa ditangani. Hubungi tenaga kesehatan; pengobatannya kompatibel dengan menyusui.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualStretch Mark Cream

Best seller·Stretch Mark Series

Stretch Mark Cream

Rp 89.100Rp 129.000hemat 31%

★ 4.9 · 438 ulasan

Baca juga

Tanya kami