Sakit Gigi Saat Hamil dan Kelahiran Prematur: Apa Kaitannya?
Sakit gigi saat hamil bisa menyebabkan bayi lahir prematur, benarkah? Cek 6 faktanya di sini, serta temukan cara paling tepat dan aman untuk penanganannya.

Sakit gigi saat hamil mungkin tidak berdampak buruk bagi sebagian orang. Kaitannya perlu dijelaskan dengan tepat: penyakit gusi (periodontitis) selama kehamilan dikaitkan dengan kelahiran prematur dan berat lahir rendah dalam sejumlah penelitian. Itu hubungan yang diamati, bukan sebab-akibat yang terbukti, dan penelitian yang mengobati penyakit gusi selama kehamilan belum menunjukkan penurunan angka kelahiran prematur. Sakit gigi biasa juga bukan hal yang sama dengan periodontitis.
Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) memberikan faktanya. Tentu, banyak penelitian di dalam negeri maupun tingkat dunia yang juga sudah membuktikan korelasinya.
Bagaimana sakit gigi menyebabkan prematur?
Simak 6 faktanya di bawah ini agar Mama bisa menentukan upaya terbaik untuk mencegahnya. Jangan menunggu hingga terjadi, lebih baik kita cegah masalah gigi dan gusi sedari dini.
1. Gigi Berlubang Bisa Jadi Sumber Infeksi

Saat hamil, hormon progesteron yang meningkat 10 kali lebih tinggi dari biasanya dan menyebabkan pertumbuhan bakteri lebih banyak di dalam mulut. Hal ini bisa menyebabkan infeksi periodontal, yaitu peradangan gusi serius yang melibatkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Sakit gigi adalah salah satu gejalanya.
Sebuah penelitian dari Journal of Natural Science, Biology and Medicine menyebutkan bahwa ibu hamil yang mengalami periodontal memamg memiliki risiko lebih besar untuk melahirkan bayi prematur.
2. Selain Prematur, Sakit Gigi Saat Hamil Juga Sebabkan BBLR

Selain prematur, ibu hamil yang memiliki infeksi gusi dan gigi juga berpotensi melahirkan bayi berat lahir rendah (BBLR).
Saat bakteri menyerang gigi dan gusi, sistem endokrin pada tubuh ibu hamil serta tumbuh kembang janin juga akan terganggu. Indikasi bayi lahir dengan berat badan rendah, adalah di bawah 2500 gram. Pada taraf yang lebih parah, infeksi periodontal juga berisiko menyebabkan keguguran dan bayi lahir cacat.
3. Risiko Bahayanya Sama Seperti Rokok dan Alkohol

Dilansir dariPersatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), sebagian penelitian membandingkan besarnya kaitan itu dengan faktor risiko lain. Perbandingan semacam ini perlu dibaca hati-hati: merokok dan alkohol punya bukti sebab-akibat yang jauh lebih kuat, sementara kaitan penyakit gusi masih berupa hubungan.**
Ternyata, risikonya seberat itu, ya, Ma. Masalah gigi memang cukup serius, itulah sebabnya perawatan gigi dan gusi selama kehamilan perlu dilakukan sejak dini.
4. Dapat Diperparah dengan Masuknya Zat Toksin

Risiko sakit gigi menyebabkan prematur dapat diperparah dengan masuknya zat toksin ke dalam tubuh. Dalam sehari, puluhan zat toksin bisa masuk ke dalam darah Mama melalui berbagai cara, salah satunya melalui produk perawatan sehari-hari yang dipenuhi oleh bahan kimia berbahaya.
Beberapa zat toksin yang beracun bagi kesehatan di antaranya adalah triclosan, SLS, fluoride, phthalates dan paraben. Faktanya, zat toksin ini banyak ditemukan pada pasta gigi danmouthwash.
Jika digunakan setiap hari, paparan zat toksin berlebihan bisa memperparah kondisi gigi dan gusi. Zat toksin juga dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebar melalui aliran darah danjanin bisa ikut menyerapnya melalui plasentayang dapat menghambat pertumbuhannya.
Untuk itu, sangat perlu bagi Mama mengecek kembali produk-produk yang Mama gunakan saat hamil dan menyusui. Apakah sudah 100% aman untuk kesehatan Mama dan calon buah hati?
5. Dapat Dicegah dengan Penanganan yang Tepat

Tapi tenang saja, Ma. Dari semua faktor penyebab prematur yang ada menandakan bahwa risiko ini bisa dicegah dengan penanganan yang tepat.
Inilah cara mencegah sakit gigi yang menyebabkan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah:
-
Periksakan kondisi gigi dan gusi sejak awal kehamilan
-
Saat mual, hindari terlalu sering menghisap permen manis
-
Sikat gigi secara rutin dan teratur sesuai anjuran Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)
-
Saat muntah, selalu bersihkan mulut dengan mouthwash dan sikat gigi minimal 1 jam setelahnya
-
Gunakan pasta gigi dan mouthwash yang aman untuk ibu hamil dan menyusui, yang bebas dari zat toksin dan mengandung bahan-bahan natural
Saat hamil, Mama memang harus lebih menjaga apa yang digunakan dan dilakukan. Tak ada salahnya mengecek kembali semua produk yang Mama gunakan saat ini, serta memilih melakukan yang teraman demi kesehatan diri dan buah hati.
Mama’s Choice dapat menjadi sahabat andalan Mama untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi selama masa kehamilan hingga menyusui. Telah teruji klinis di Singapura bebas dari potensi mikroba dan zat toksin, pasta gigi tanpa fluoride Mama’s Choice Maternity Toothpaste aman dipakai setiap hari.
[![5. Gigi dan gusi Mama pun terjaga sehingga terbebas dari risiko sakit gigi yang menyebabkan bayi lahir prematur.
Wujudkan #PilihanAmanMama sekarang juga demi kebaikan hidup Mama dan si buah hati. Karena kami tahu, segalanya bermula dari **#PilihanAmanMama.**Klik banneruntuk *
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.