Perlukah Ganti Pasta Gigi Saat Hamil?
Kehamilan mengubah kondisi gusi dan gigi. Kenapa sebagian Mama mengganti pasta gigi, bahan yang perlu diperhatikan, dan cara merawat gigi saat hamil.

Kesehatan gigi jarang masuk daftar persiapan kehamilan, padahal mulut mengalami perubahan yang cukup besar selama sembilan bulan.
Jawaban singkat atas pertanyaan di judul: tidak wajib, tetapi banyak Mama merasa perlu, dan alasannya biasanya soal rasa dan kenyamanan.
Apa yang berubah di mulut saat hamil
Gusi lebih mudah meradang. Perubahan hormon membuat gusi bereaksi lebih kuat terhadap plak. Gusi bengkak dan berdarah saat menyikat adalah keluhan yang sangat umum, disebut gingivitis kehamilan.
Refleks muntah meningkat. Menyikat gigi, terutama bagian belakang, bisa memicu mual.
Asam lambung lebih sering naik. Baik karena morning sickness maupun refluks, asam melemahkan lapisan email gigi.
Ngidam makanan manis meningkatkan risiko gigi berlubang.
Kenapa sebagian Mama mengganti pasta gigi
Alasan yang paling sering disebut adalah rasa dan busa.
Pasta gigi bermint kuat dan berbusa banyak sering memicu mual pada trimester pertama. Sebagian Mama akhirnya menyikat lebih cepat, lebih jarang, atau melewatkannya, dan itulah masalah sebenarnya.
Pasta gigi dengan rasa yang lebih ringan dan busa lebih sedikit, biasanya karena bebas SLS, membuat menyikat gigi lebih mungkin dilakukan dua kali sehari. Pasta gigi terbaik saat hamil adalah pasta gigi yang benar-benar dipakai.
SLS juga dikaitkan dengan iritasi pada sebagian orang, dan mulut yang sedang lebih sensitif lebih mudah terganggu olehnya.
Soal fluoride
Ini pilihan yang sebaiknya didiskusikan dengan dokter gigi Mama, bukan diputuskan dari artikel mana pun.
Sebagian Mama memilih pasta gigi tanpa fluoride, dan alternatif seperti hydroxyapatite digunakan untuk membantu mengembalikan mineral gigi. Sebagian lain, terutama yang berisiko tinggi gigi berlubang, tetap dianjurkan memakai fluoride.
Yang penting: keputusan itu bergantung pada kondisi gigi Mama, bukan pada tren.
Merawat gigi saat hamil
Sikat dua kali sehari dengan sikat berbulu lembut. Gusi yang meradang butuh sikat yang lebih lembut, bukan sikat yang lebih jarang.
Jangan langsung sikat setelah muntah. Asam melunakkan email, dan menyikat saat itu justru mengikisnya. Berkumurlah dengan air, tunggu 30 menit, baru menyikat.
Sikat lebih dulu bagian yang mudah bila mudah mual, dan gunakan pasta gigi seukuran kacang polong saja.
Bersihkan sela gigi setiap hari.
Periksa ke dokter gigi, dan sampaikan bahwa Mama sedang hamil.
Kenapa ini penting lebih dari sekadar kenyamanan
Gingivitis kehamilan yang dibiarkan dapat berkembang menjadi periodontitis. Sejumlah penelitian mengaitkan penyakit gusi berat dengan luaran kehamilan yang kurang baik, meski hubungan sebab-akibatnya belum sepenuhnya pasti.
Yang jelas: gusi yang sehat lebih nyaman, dan merawatnya tidak sulit.
Pada polling pasta gigi ibu hamil di komunitas theAsianparent Indonesia, media yang satu grup dengan Mama's Choice namun beroperasi independen, Januari 2022 (n=2.776), pasta gigi kami menjadi merek bernama yang paling banyak dipilih dengan 281 suara, di atas Colgate Naturals (134) dan Sensatia (75).
Kapan ke dokter gigi
Segera periksakan bila ada gusi yang berdarah terus-menerus, nyeri gigi, gusi bengkak disertai nanah, atau benjolan pada gusi. Benjolan yang tumbuh saat hamil biasanya jinak dan sering mengecil setelah melahirkan, tetapi tetap perlu dipastikan.
Kenapa Gigi Lebih Rentan Saat Hamil
Gusi lebih mudah meradang. Perubahan hormon membuat gusi bereaksi lebih kuat terhadap plak. Gusi yang berdarah saat menyikat sangat umum pada kehamilan, begitu umum sampai punya nama sendiri, gingivitis kehamilan.
Asam lambung lebih sering naik. Mual dan muntah membawa asam ke permukaan gigi dan melunakkan email untuk sementara.
Pola makan berubah. Ngemil lebih sering, dan setiap kali makan, mulut menjadi asam selama sekitar 20 menit.
Mual membuat sikat gigi terasa berat, dan menyikat lebih jarang mempercepat semuanya.
Yang Perlu Dilihat pada Kemasan
Rasa yang ringan. Mint yang tajam adalah pemicu mual paling umum. Rasa yang lebih lembut membuat Mama tetap menyikat dua kali sehari, dan itu jauh lebih penting daripada bahan apa pun di dalamnya.
Tanpa SLS. Deterjen ini menghasilkan busa melimpah yang memenuhi mulut dan memicu rasa penuh. Pada sebagian orang ia juga berkaitan dengan sariawan berulang.
Terdaftar BPOM. Nomor izin edarnya bisa dicek langsung di situs resmi.
Fluoride atau tidak adalah keputusan yang perlu dibicarakan dengan dokter gigi Mama. Fluoride terbukti mencegah gigi berlubang, dan pada orang dewasa yang bisa meludah, risiko menelannya kecil. Bila Mama memilih pasta gigi tanpa fluoride, sampaikan itu saat kontrol agar dokter gigi bisa menilai risiko gigi berlubang Mama secara keseluruhan.
Merawat Gigi Ketika Sedang Mual
Menyikat langsung setelah muntah justru mengikis email yang sedang lunak. Berkumur dulu dengan air, atau air yang dicampur satu sendok teh baking soda, lalu tunggu sekitar 30 menit sebelum menyikat.
Bila menyikat terasa tidak mungkin, bersihkan permukaan gigi dengan kain kasa lembap dan berkumur dengan obat kumur tanpa alkohol. Sebagai pengganti sementara, ini jauh lebih baik daripada melewatkannya sama sekali.
Pindahkan waktu menyikat ke jam ketika mual paling ringan. Tidak ada aturan yang mengharuskannya tepat setelah bangun tidur.
Kontrol ke Dokter Gigi Tetap Perlu
Perawatan gigi rutin aman selama kehamilan, dan trimester kedua biasanya paling nyaman untuk tindakan.
Beri tahu dokter gigi usia kehamilan Mama. Itu memengaruhi posisi kursi, pilihan obat bius, dan keputusan soal foto rontgen, yang sebenarnya aman dengan pelindung, tetapi biasanya ditunda bila tidak mendesak.
Jangan menunda pemeriksaan karena takut. Gigi berlubang yang dibiarkan sampai infeksi jauh lebih berisiko daripada tindakan gigi yang dilakukan dengan persiapan.
Ringkasnya
Pilih rasa yang tidak memicu mual, tanpa SLS, dan terdaftar BPOM. Berkumur dulu setelah muntah, sikat 30 menit kemudian. Dan tetap datang ke kontrol gigi.
Catatan: hasil polling komunitas menggambarkan pilihan responden pada waktu polling itu diadakan, bukan hasil uji klinis. Popularitas sebuah produk tidak menyatakan apa pun tentang keamanan atau efektivitasnya.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa gusi berdarah saat hamil?
- Perubahan hormon membuat gusi lebih responsif terhadap plak, sehingga lebih mudah meradang dan berdarah. Kondisi ini disebut gingivitis kehamilan dan cukup umum. Yang membantu adalah menyikat lebih lembut namun lebih teliti, bukan berhenti menyikat.
- Apakah boleh ke dokter gigi saat hamil?
- Boleh, dan dianjurkan. Beri tahu dokter gigi bahwa Mama sedang hamil dan usia kehamilannya. Perawatan rutin aman dilakukan; trimester kedua umumnya waktu paling nyaman untuk tindakan yang bisa dijadwalkan.
- Apakah pasta gigi tanpa fluoride cukup melindungi gigi?
- Alternatif seperti hydroxyapatite digunakan untuk membantu remineralisasi gigi. Pilihan antara pasta gigi berfluoride dan tanpa fluoride sebaiknya didiskusikan dengan dokter gigi Mama, karena kebutuhan setiap orang berbeda.
Sumber
- Polling komunitas theAsianparent Indonesia tentang pasta gigi ibu hamil — Jan 2022 (n=2.776)
- NHS — Teeth and gums in pregnancy
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

