10 Olahraga Untuk Ibu Hamil & Manfaatnya
Menjaga kesehatan selama hamil bukan hanya dengan memilih makanan sehat, tapi juga dengan berolahraga. Bingung olahraga apa yang baik untuk ibu hamil?

Menjaga kesehatan selama hamil bukan hanya dengan memilih makanan sehat, tapi juga dengan berolahraga. Bingung olahraga apa yang baik untuk ibu hamil? Yuk baca terus artikel ini.
“Semakin Anda aktif dan bugar selama kehamilan, semakin mudah bagi Anda beradaptasi dengan perubahan bentuk dan penambahan berat badan. Ini juga membantu Anda mengatasi persalinan dan kembali ke bentuk semula setelah melahirkan.”, NHS UK
Kapan Sebaiknya Ibu Hamil Berolahraga
Menurut 8fit.com, sebaiknya Mama sudah berolahraga sejak trimester pertama kehamilan. Berapa lama waktu olahraga dan seperti apa intensitasnya akan sangat bergantung dari kebiasaan olahraga Mama sebelum hamil.
Kalau sebelumnya Mama jarang berolahraga, sebaiknya mulailah dari yang ringan, seperti berjalan kaki. Kalau Mama sudah aktif sejak sebelum hamil, Mama bisa meneruskan rutinitas olahraga Mama. Tentu sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter ya.
Manfaat Berolahraga untuk Ibu Hamil
Di dalam tubuh ibu hamil yang rajin berolahraga, ada janin yang kuat. Ini dia beberapa manfaat olahraga untuk ibu hamil.
-
Meningkatkan stamina dan kesehatan jantung
-
Mengurangi risiko komplikasi kehamilan (misalnya diabetes)
-
Meningkatkan suasana hati
-
Menurunkan tekanan darah
-
Meringankan sakit punggung dan panggul
-
Meningkatkan kualitas tidur
-
Meredakan sembelit
-
Menurunkan kemungkinan komplikasi saat persalinan
-
Mempercepat pemulihan setelah melahirkan
10 Olahraga Aman untuk Ibu Hamil

Ternyata banyak sekali ya manfaat olahraga saat hamil. Tapi Mama perlu hati-hati, sebab tidak semua olahraga aman untuk ibu hamil. Ini dia beberapa rekomendasi olahraga yang bisa Mama lakukan.
1. Jalan kaki
Berjalan kaki adalah olahraga paling sederhana, namun banyak manfaatnya. Ini cocok untuk Mama yang sebelum hamil jarang berolahraga.
Gunakanlah sepatu dan baju yang nyaman. Lebih baik lagi kalau Mama bisa berjalan kaki di taman yang sejuk. Sesekali percepat langkah dan cobalah rute yang berbeda supaya tidak bosan.
2. Berenang
Menurut Prof. Greg Whyte, ilmuwan olahraga ternama, berenang adalah salah satu latihan terbaik saat hamil. Selain aman, berenang juga membuat tubuh melepaskan endorfin. Endorfin adalah penghilang rasa sakit alami yang bisa membuat Mama dan janin merasa nyaman.
3. Yoga
Latihan yoga saat hamil berbeda dengan yoga biasa. Terutama ketika memasuki trimester kedua, ada beberapa gerakan yang perlu dihindari, seperti berbaring telentang.
Yoga sangat baik untuk meningkatkan kekuatan sekaligus fleksibilitas ibu hamil. Selain itu yoga juga bisa mengurangi nyeri punggung bawah yang sering dikeluhkan ibu hamil.
4. Pilates
Sekilas pilates nampak mirip seperti yoga, namun sebenarnya keduanya berbeda. Pilates lebih fokos menempa stamina tubuh. Pilates sangat baik untuk ibu hamil karena dapat melatih pernapasan, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi sakit punggung.
5. Latihan beban
Latihan beban dapat menjauhkan Mama dari resiko diabetes, sekaligus memperkuat otot supaya terhindar dari cedera selama hamil.
Riset yang dirangkum VeryWellFamily juga menyebut bahwa olahraga ini punya banyak manfaat positif saat persalinan. Contohnya mempersingkat tahap awal persalinan, mengurangi kemungkinan persalinan caesar, dan mengurangi rawat inap pasca bersalin.
6. Aerobik
Aerobik adalah olahraga yang baik untuk menjaga kebugaran selama hamil. Olahraga ini bermanfaat untuk menguatkan jantung serta otot, sekaligus meringankan nyeri kehamilan.
7. Squat
Latihan squat dianjurkan untuk ibu hamil karena dapat memperkuat otot panggul dan meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Ini penting untuk mempersiapkan tubuh jelang persalinan.
8. Senam kegel
Melansir dari Healthline, melakukan senam kegel selama hamil efektif untuk memperkuat otot panggul. Tidak hanya bermanfaat untuk persiapan persalinan, senam kegel juga dapat mencegah prolaps organ panggul yang sering jadi masalah setelah melahirkan.
9. Sepeda statis
Latihan sepeda statis aman untuk ibu hamil karena bebas dari resiko jatuh dan cedera. Selain itu bersepeda merupakan cara mudah untuk meningkatkan stamina. Bonusnya lagi, mood Mama jadi lebih baik setelah bersepeda.
10. Senam hamil
Bergabunglah ke kelas senam ibu hamil. Tidak hanya mendapatkan tubuh yang lebih bugar, olahraga ini juga bisa jadi menyenangkan karena Mama bisa mengajak Papa ikut serta. Badan sehat, hubungan dengan Papa pun jadi lebih romantis.
Olahraga Nyaman dengan Legging dan Deodoran Terbaik
Supaya bisa mendapatkan manfaat maksimal dari olahraga di atas, jangan lupa siapkan outfit yang cocok untuk ibu hamil. Contohnya adalah Mama’s Choice Activewear Maternity Legging.
Legging yang satu ini istimewa karena dirancang khusus dengan waistband yang bisa menyokong perut dengan lebih baik. Bahannya lembut, tebal dan sejuk, jadi nyaman dipakai saat olahraga.
Legging ini juga elastis, jadi bisa dipakai mulai dari trimester pertama hingga jelang waktu melahirkan. Tampilannya juga slim dan sylish, membuat kaki Mama terlihat lebih ramping.
Selain menggunakan legging cantik, pastikan Mama juga bebas bau badan selama olahraga ya. Yuk gunakan Mama’s Choice Dry Serum Deodorant.
Deodoran ini mengandung bahan-bahan natural yang aman untuk ibu hamil. Ada dead sea mineral untuk kurangi keringat berlebih, juga ada niacinamide untuk cerahkan ketiak yang gelap, dan ada ekstrak lemon untuk menutrisi kulit.
Selain itu, deodoran ini juga bebas dari kandungan berbahaya seperti aluminium, alkohol dan paraben. Olahraga jadi lebih nyaman tanpa takut bau badan.
Itu dia beberapa rekomendasi olahraga yang baik untuk ibu hamil. Selamat berolahraga ya, Ma!
Artikel terkait: Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Legging? Simak Alasannya
Sumber:
verywellfamily.com
verywellfamily.com
Tidak Semua Olahraga Cocok untuk Semua Kehamilan
Daftar di atas umumnya aman bagi Mama dengan kehamilan sehat tanpa komplikasi, dan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat aktivitas Mama sebelum hamil, bukan dimulai dengan intensitas tinggi.
Bicarakan dulu dengan dokter bila Mama punya riwayat kelahiran prematur, perdarahan, plasenta previa, serviks lemah, preeklampsia, anemia berat, penyakit jantung atau paru, atau sedang mengandung bayi kembar.
Hentikan dan hubungi tenaga kesehatan bila muncul perdarahan, cairan merembes dari jalan lahir, kontraksi teratur, nyeri dada, sesak napas sebelum berlatih, pusing hebat, nyeri kepala, nyeri atau bengkak pada betis, atau gerakan janin berkurang.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.


