4 Fakta Mual dan Muntah Saat Hamil yang Wajib Mama Ketahui
Saat masa kehamilan Mama akan terpapar berbagai informasi, baik itu yang mencari sendiri atau datang dari lingkungan terdekat.

Saat masa kehamilan Mama akan terpapar berbagai informasi, baik itu yang mencari sendiri atau datang dari lingkungan terdekat. Termasuk informasi seputar mual dan muntah saat hamil. Banyak tak melulu semuanya benar, Mama harus pintar-pintar memilih informasi tersebut. Pastikan semua informasi berdasarkan fakta dan berasal dari sumber kesehatan yang valid ya, Ma.
Pada dasarnya, mual dan muntah saat hamil memang wajar terjadi pada trimester awal kehamilan. Dikenal sebagai istilah morning sicknessatau Nausea and Vomiting of Pregnancy ( NVP ) adalah sebuah reaksi hormonal yang terjadi pada lebih dari 60% ibu hamil. Menurutsumber , salah satu penyebab mual dan muntah saat hamil akibat reaksi hormon yang bernamaHuman Chorionic Gonadotrophin ( HGC ) yang bertugas untuk menstimulasi kestabilan kandungan.

Seperti yang pernah dialami Mama Thatha, Head of Content Mama’s Choice, di masa kehamilannya 6 tahun silam. Reaksi mual dan berakhir muntah biasanya terjadi di pagi hari dan menjelang sore. Rasanya? nggak karuan, Ma! Sempet panik, sih. Untungnya Mama Thatha keinget beberapa fakta mual dan muntah saat hamil yang dia dapat dari hasil ngobrol bersama obgyn-nya.
1. Bentuk perlindungan ibu dan janin
Fakta pertama ini, sejujurnya bikin Mama Thatha takjub, lho Ma. Awalnya mengira bahwa Ibu hamil yang mengalami mual dan muntah saat hamil diakibatkan karena sistem imun Mama yang rendah. Anggapan tersebut tidak sepenunya benar, Ma. Justru menurutjurnal penelitian menyebutkan mual dan muntah saat hamil merupakan bentuk perlindungan dan pertahanan tubuh dari zat berbahaya dalam makanan, terutama mikroorganisme patogen yang terdapat dalam produk olahan daging dan racun pada tumbuhan seperti sayur dan buah-buahan.
Baca juga: Cara Hilangkan Mual Saat Hamil
2. Mual dan muntah menentukan jenis kelamin bayi
Ada anggapan turun-temurun bahwa mual yang lebih berat menandakan bayi perempuan. Ini tidak dapat dipakai untuk memperkirakan jenis kelamin bayi.
Penelitian yang sering dikutip hanya melihat kelompok ibu dengan mual dan muntah berat sampai perlu dirawat (hyperemesis gravidarum), dan menemukan kecenderungan bayi perempuan sedikit lebih banyak pada kelompok itu. Itu perbedaan statistik pada kasus berat, bukan aturan yang berlaku pada kehamilan sehari-hari, dan bukan alat prediksi. Sebuah artikel darinytimes.com pun menuliskan Universitas Washington meneliti bahwa 2.110 ibu hamil yang dirawat di rumah sakit akibat mual dan muntah berkepanjangan, membuktikan 80% dari mereka melahirkan anak perempuan. Studi lain pun menemukan bukti hormon-hormon tertentu pada janin perempuan menjadi penyebabnya. Meski begitu, biar Mama nggak penasaran, perlu tindakan lebih lanjut seperti melakukan USG untuk memastikan jenis kelamin si Kecil.
3. Dialami pada setiap kehamilan
Mengutip dari sebuahwebsite organisasi kesehatan, bahwa mual dan muntah saat hamil ternyata dialami pada setiap fase kehamilan, Ma. Tapi mungkin dibedakan atas levelnya. Ada yang biasa-biasa aja mual-mualnya, ada yang sampai harus dirawat.
Selain itu, mual dan muntah saat hamil pertama dan kedua ada pada antisipasi serta solusi yang Mama lakukan. Biasanya, pada kehamilan kedua Mama sudah tahu hal apa yang harus dicegah dan solusi seperti apa yang harus Mama lakukan. Pengalaman ini akan meredam sedikit risiko berbahaya dibandingkan pada kehamilan pertama.
Di antaranya mengonsumsi sesuatu yang mampu meredam rasa mual. Karena kalau didiamkan malah bisa menganggu produktivitas. Enam tahun lalu, Mama Thatha belum menemukan produk yang sreg di hati. Minuman pereda mual, tapi sekaligus yang bisa mengembalikan energi.
Para Mama yang hamil di masa-masa sekarang, menurut Mama Thatha beruntung banget, lho. Pilihan produk untuk meminimalkan mual dan muntah saat hamil bisa dengan mudah kita dapatkan.
Mama’s Choice penyedia aneka produk kebutuhan ibu hamil dan menyusui, ingin selalu menjadi teman buat Mama, mengatasi berbagai permasalahan dengan Aman, Halal dan Natural. Dengan kemasannya yang praktis dalam sachet, ukurannya tak lebih besar dari setengah telapak tangan orang dewasa, memungkinkan Mama simpan di kantor atau dibawa di dalam tas.
Mama’s Choice memahami, setiap Mama berhak mendapatkan rasa nyaman, aman dan tenang selama kehamilan. Mama sekaligus mendapatkan kebaikan dari nutrisi vitamin B6 untuk menjaga metabolisme tubuh.
-
Sudah teruji pada ibu hamil, dapat mengurangi rasa mual di pagi hari serta meningkatkan nafsu makan.
-
Mengandung vitamin B6 dan dapat meingkatkan sistem imun ibu hamil.
-
Bermanfaat untuk metabolisme energi sehingga Mama tidak lemas saat masa kehamilan.
-
Supplement kaya nutrisi yang mendukung pembentukan jaringan dan perkembangan otak bayi.
-
Tanpa bahan kimia seperti pengawet, pewangi, dan pewarna buatan.
-
Teruji klinis, terdaftar dalam BPOM, dan bersertifikasi Halal.
Cara penyajiannya juga mudah lho, Ma.
4. Morning Sickness Vs Hyperemesis Gravidarum
Meski mual dan muntah dikategorikan hal yang lumrah pada masa kehamilan, Mama wajib tahu ternyata ada risiko yang lebih berat dari mual muntah atau morning sickness pada umumnya yaitu Hyperemesis Gravidarum. Gejalanya hampir mirip dengan morning sickness hanya saya frekuensi mual dan muntah serta efeknya jauh lebih berat.Mengutip darimy.clevelandclinic.org gejala Mama mengalami Hyperemesis Gravidarum adalah muntah lebih dari empat kali dalam sehari, mengalami penurunan berat badan, merasa pusing berkepanjangan, dan dehidrasi. Jika sudah seperti ini ada baiknya Mama segera konsultasi ke obgyn masing-masing, ya.
Kapan Mual dan Muntah Perlu Ditangani
Mual dan muntah ringan umum terjadi dan biasanya tidak membahayakan. Yang perlu segera diperiksakan:
- Tidak dapat menahan cairan apa pun selama 24 jam
- Berat badan turun
- Kencing sangat sedikit, pekat, atau tidak kencing lebih dari 8 jam
- Sangat lemas, pusing berputar, atau hampir pingsan
- Muntah disertai darah, atau nyeri perut hebat
- Mual dan muntah yang baru muncul setelah usia kehamilan 9 minggu
Ini bisa mengarah ke hyperemesis gravidarum, yang memerlukan penanganan medis.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.