Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Mengikuti Tren Foto Bayi Baru Lahir dengan Aman

Sebagai orang tua, pasti kita ingin mengabadikan momen berharga bersama anak. Mengikuti tren memang sah-sah saja.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Mengikuti Tren Foto Bayi Baru Lahir dengan Aman

Sebagai orang tua, pasti kita ingin mengabadikan momen berharga bersama anak. Salah satunya adalah ketika ia baru lahir ke dunia dengan wujudnya yang menggemaskan. Karena alasan tersebut, kini banyak orang tua yang mengabadikan foto bayi mereka lewat baby photoshoot.

Mengikuti tren memang sah-sah saja. Apalagi jika Mama sampai mendapatkan foto bayi lucu yang dapat dikenang sepanjang masa. Sepertinya berharga sekali ya, Ma? Tetapi, ada satu hal yang perlu Mama ketahui. Foto bayi atau baby photoshootdapat menyakiti bayi pada saat proses pengambilannya. 

Jadi sebelum memotret bayi baru lahir, kenali terlebih dahulu yuk Ma pose apa saja yang kurang aman untuk dilakukan si kecil.

5 Pose Foto Bayi yang Berbahaya untuk Ditiru Sendiri

Mungkin Mama pernah browsingdan mencari inspirasi foto bayi lucu yang ingin Mama tiru. Tapi Mama tau nggak, kalau foto bayi yang Mama liat di internet pada umumnya dilakukan oleh fotografer profesional. Pada kenyataannya, banyak dari pose-pose bayi itu tidak benar-benar terjadi. Alias… di photoshop, Ma! :p

Mama masih bisa kok melakukan baby photoshootmeski tanpa fotografer profesional. Tapi Mama harus ekstra hati-hati. Ini dia 6 pose foto bayi yang tidak kami anjurkan untuk ditiru sendirian.

Baca juga: Mama’s Choice Raih Penghargaan Top Choice Versi Pembaca theAsianparent

1. Bayi dalam box

Pemotretan untuk bayi biasanya dilakukan saat mereka berusia tidak lebih dari 10 hari. Hal ini dikarenakan tulang mereka yang masih lentur dan belum seutuhnya menyatu. Dalam keadaan ini, bayi akan jadi lebih mudah diletakkan di dalam benda kecil seperti kotak box, sangkar atau properti lainnya.

bayi dalam box

Sebenarnya, pose seperti ini terbilang cukup aman dan tidak terlalu berbahaya. Yang perlu Mama perhatikan adalah ukuran properti yang tidak terlalu sempit atau dipenuhi banyak barang. Buat si kecil tetap merasa nyaman dengan memastikan bahwa properti memiliki ruang yang luas untuknya sehingga ia tidak merasa tergencet.

2. Bertopang dagu

Duh, membayangkannya saja sudah gemas sendiri, ya? Pose ini memang merupakan salah satu pose favorit para orang tua. Sayangnya, bayi baru lahir tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menopang kepala di atas kedua tangannya.

bayi bertopang dagu

3. Kepala yang bertumpu pada lengan

Pose yang ini juga nggak kalah menggemaskan dan nggak kalah berbahayanya dengan pose bertopang dagu. Selain karena lengan bayi belum cukup kuat, bagian leher pun juga belum mampu menegakkan kepala yang merupakan bagian terberat pada tubuhnya. Dengan kata lain, bayi harus mendapatkan dukungan untuk membuat kepalanya tegak.

Tidak jauh berbeda dengan bertopang dagu. Jika pose ini benar-benar mencuri hati Mama, maka Mama perlu menyewa tenaga ahli untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan meminimalisir risiko yang ada.

4. Menggantung

menggantung di ranting

Menggantungkan si kecil pada properti seperti ranting atau kain merupakan ide yang brilian. Namun lagi-lagi Mama nggak boleh melakukannya sendiri. Jika Mama menemukan foto menggantung seperti ini di internet, Mama bisa memastikan bahwa foto tersebut adalah hasil editan!

Tentu saja bayi tidak benar-benar digantung. Para fotografer profesional yang mengambil foto ini menggunakan trik khusus untuk membuatnya terlihat seperti melayang. jika Mama kekeh ingin memfoto si kecil dengan pose ini, siapkan budget lebih untuk menyewa fotografer ya, Ma.

5. Duduk

bayi duduk

Baik duduk di kursi, di lantai, di kasur atau di mana pun itu, bayi baru lahir tidak bisa melakukan itu. Yah, lagi-lagi photoshop dan fotografer profesional deh, Ma. Trik yang para fotografer lakukan adalah dengan mendudukan bayi di pangkuan orang tuanya. Sisanya, biarkan photoshop yang bekerja.

Itu dia 5 pose foto bayi yang tidak bisa Mama lakukan sendiri. Meski membutuhkan tenaga profesional, memiliki foto buah hati yang lucu dan unik merupakan hal berharga yang bisa Mama pegang sepanjang masa. Terlepas dari itu semua, Mama harus tetap mengutamakan keselamatan si kecil, ya. #PilihanAmanMama adalah awal untuk segalanya.

Sumber: https://www.laurenmurphyphotography.com/ Artinya, si kecil membutuhkan bantuan untuk tetap menegakkan kepala di atas kedua tangannya. Hal ini tentu memerlukan tenaga profesional baik dalam segi pengambilan gambar dan juga pengeditan. Jangan coba untuk mengambil foto seperti ini sendirian pose ya, Ma.

Aturan Keselamatan yang Berlaku untuk Semua Pose

Yang menentukan keamanan sebuah pose adalah hal-hal ini, dan usia bayi atau keranjangnya hampir tidak berarti:

  • Jalan napas terbuka. Dagu tidak menempel ke dada, wajah selalu terlihat dan tidak tertutup kain.
  • Kepala dan leher tersangga. Bayi baru lahir belum dapat menegakkan kepalanya sendiri.
  • Ada tangan orang dewasa yang menjaga, setiap saat. Jangan pernah meninggalkan bayi di atas properti, meja, atau permukaan tinggi walau sebentar.

Beberapa catatan tambahan:

  • Pose bergantung atau bertumpu (misalnya bayi tampak menopang kepalanya di atas tangan) selalu dibuat dengan gabungan dua foto dan tangan pembantu di luar bingkai. Jangan pernah menirunya sendiri di rumah.
  • Jaga suhu ruangan tetap hangat bila bayi tidak berpakaian, dan perhatikan tanda kedinginan.
  • Hentikan sesi bila bayi tampak tidak nyaman, napasnya berubah, atau warna kulitnya berubah.
  • Setelah sesi selesai, tidurkan bayi kembali telentang di permukaan rata dan kosong, properti foto bukan tempat tidur.

Bila memakai jasa fotografer, tanyakan protokol keselamatan yang mereka pakai dan siapa yang bertugas menjaga bayi selama pemotretan.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga