Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Hand Sanitizer untuk Anak: Yang Beralkohol atau Tanpa Alkohol?

CDC menganjurkan sabun dan air lebih dulu, lalu sanitizer beralkohol minimal 60%. Ini kapan formula tanpa alkohol masuk akal, dan cara pakainya yang aman.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceTerbit Diperbarui 4 menit baca
Mengapa Hand Sanitizer Tanpa Alkohol Lebih Baik?

Mama yang suka gemas plus ngeri nggak, kalau bayi mulai bisa merangkak? Segala benda dipegang, lalu dimasukin benda beserta tangannya sendiri ke dalam mulut.

Apalagi dalam masa pandemi, membawa Si Kecil keluar rumah bisa menjadi hal yang mendebarkan. Padahal, bahaya virus dan bakteri lainnya tetap mengintai pada permukaan benda dan udara. Masalahnya kalau lagi di tempat umum, susah cari tempat cuci tangan dengan air mengalir, apalagi yang menyediakan sabun. 

Kalau sudah begini, hand sanitizer jadi senjata satu-satunya untuk menjaga kebersihan tangan. Tapi, apakah Mama yakin hand sanitizer yang digunakan sudah aman untuk bayi? 

Yang Sebenarnya Dianjurkan CDC

Alkohol adalah jenis antiseptik yang terkenal mampu membunuh kuman. Dikutip dari guidelines WHO, produk kebersihan yang mengandung alkohol baik dalam bentuk cairan, gel atau busa memang dirancang untuk diaplikasikan pada tangan guna mengurangi pertumbuhan mikroorganisme.

Urutannya perlu diluruskan. CDC menempatkan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebagai pilihan pertama. Bila tidak tersedia, yang dianjurkan adalah hand sanitizer berbasis alkohol minimal 60%, bukan yang tanpa alkohol. Produk tanpa alkohol umumnya kurang efektif terhadap banyak kuman.

Centers for Disease Control and Prevention atau CDC bahkan menemukan fakta bahwa…

Kekhawatiran CDC yang sebenarnya adalah risiko tertelan pada anak kecil, bukan bahwa alkohol tidak efektif. Pusat kendali racun di AS mencatat sekitar 85.000 kasus paparan hand sanitizer pada anak sepanjang 2011–2015, hampir seluruhnya karena tertelan atau terkena mata, bukan akibat pemakaian yang benar.

Karena itu anjurannya: awasi anak saat memakainya, oleskan secukupnya, tunggu sampai tangan benar-benar kering, dan simpan di luar jangkauan.

Baca juga: Penting! Hand Sanitizer untuk Anak Tidak Mengandung 2 Bahan Berbahaya Ini!

Kapan Formula Tanpa Alkohol Masuk Akal

4 alasan hand sanitizer tanpa alkohol lebih aman untuk anak

  • Lebih lembut untuk kulit anak yang mudah kering atau iritasi karena pemakaian berulang.

Perlu jelas soal batasnya: formula tanpa alkohol tidak seefektif alkohol 60% terhadap banyak kuman, dan bukan pengganti cuci tangan. Untuk situasi berisiko tinggi, sebelum menyentuh bayi baru lahir, atau saat ada penyakit menular, pakai sabun dan air, atau sanitizer beralkohol dengan pengawasan.

  • Menggunakan alternatif antibakteri Benzalkonium Chloride. Bahan ini efektif mengurangi bakteri dan kuman. Lebih lembut dan aman serta direkomendasikan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

  • Kandungan aloe vera dan centella asiatica yang dapat melembutkan dan melembapkan kulit.

  • Mengandung lemon oil sebagai pewangi alami, yang menyegarkan dan tidak menyengat di hidung.

Cara memakai hand sanitizer yang dianjurkan

Hand Sanitizer Aman untuk Anak - Mama

  • Gosok dan ratakan pada telapak tangan hingga ujung jari si Kecil.

  • Tunggu hingga kering untuk si Kecil dapat menyentuh makanannya dengan tangan.

Mama’s Choice menjadi #PilihanAmanMama, karena sudah dikembangkan selama lebih dari 1 tahun oleh para ahli, ibu, ayah dan juga praktisi terbaik. Tak lupa melibatkan puluhan ribu ibu hamil dan menyusui, untuk mengetahui dengan tepat apa yang mereka butuhkan di masa kehamilan dan menyusui.

Yang Perlu Dijelaskan dengan Jujur

Ada satu hal yang harus disampaikan lebih dulu, karena kalau dilewatkan, artikel ini menyesatkan.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pilihan pertama, selalu. Hand sanitizer jenis apa pun adalah pengganti untuk situasi ketika sabun dan air tidak tersedia.

Dan bila yang dinilai murni kemampuan membunuh kuman, WHO menganjurkan hand sanitizer berbahan dasar alkohol minimal 60 persen ketika tangan tidak terlihat kotor. Alkohol bekerja lebih cepat dan pada rentang mikroba yang lebih luas dibanding bahan non-alkohol.

Jadi kalimat "tanpa alkohol lebih baik" tidak berlaku untuk semua orang dan semua keadaan. Ia berlaku untuk keadaan tertentu, dan keadaan itu memang sering ditemui Mama.

Kapan Tanpa Alkohol Memang Lebih Masuk Akal

Untuk anak kecil yang memasukkan tangan ke mulut. Alasan ini yang paling kuat. Hand sanitizer beralkohol yang tertelan dalam jumlah cukup dapat menyebabkan keracunan alkohol pada anak, dan kasusnya nyata. Formula tanpa alkohol menghilangkan risiko itu.

Untuk kulit yang kering, pecah, atau eksim. Alkohol menguapkan minyak alami kulit. Pada tangan yang sudah rusak, pemakaian berulang membuat kulit pecah, dan kulit yang pecah justru lebih mudah menampung kuman.

Untuk pemakaian sangat sering. Mama yang mengganti popok dan menyusui berkali-kali sehari memakai sanitizer jauh lebih sering daripada rata-rata orang.

Di dekat wajah bayi. Aroma alkohol yang menyengat mengganggu sebagian bayi.

Yang Perlu Diketahui tentang Formula Tanpa Alkohol

Sebagian besar memakai benzalkonium klorida sebagai bahan aktif. Ia efektif terhadap banyak bakteri, tetapi kurang efektif dibanding alkohol terhadap sebagian virus, termasuk norovirus, penyebab muntaber yang sering menyebar di penitipan anak.

Karena itu, untuk situasi tertentu, setelah mengganti popok anak yang sedang diare, setelah dari rumah sakit, atau ketika ada yang muntaber di rumah, sabun dan air adalah yang benar-benar dibutuhkan, bukan sanitizer jenis apa pun.

Cara Memakainya yang Sering Keliru

Takaran yang cukup adalah yang membuat seluruh permukaan tangan basah, dan gosok sampai benar-benar kering, sekitar 20 detik. Mengelapnya dengan tisu sebelum kering menghapus sebagian besar efeknya.

Jangan lupa punggung tangan, sela jari, dan ibu jari; ketiganya paling sering terlewat.

Dan bila tangan terlihat kotor atau berminyak, sanitizer tidak bekerja. Cuci dengan sabun.

Ringkasnya

Sabun dan air lebih dulu. Bila tidak tersedia, alkohol minimal 60 persen adalah yang paling efektif.

Tanpa alkohol adalah pilihan yang tepat untuk tangan anak kecil, kulit yang sudah rusak, dan pemakaian yang sangat sering, dengan catatan ia kurang kuat terhadap sebagian virus, sehingga untuk diare dan muntaber tetap sabun dan air.

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami