Bantal Menyusui, Apa Manfaatnya untuk Kesehatan Mama dan
Bagi Mama yang sedang menyusui, tentu sudah tidak asing lagi dengan bantal menyusui. Lantas, apa saja sih, sebenarnya manfaat bantal menyusui ini?

Bagi Mama yang sedang menyusui, tentu sudah tidak asing lagi dengan bantal menyusui. Bantal yang bentuknya menyerupai huruf “U” ini laris manis diburu dan diperbincangkan oleh para ibu pejuang ASI!
Lantas, apa saja sih, sebenarnya manfaat bantal menyusui ini? Seberapa penting bantal menyusui untuk proses pemberian ASI? Perlukah kita memilikinya?
Fakta unik bantal untuk menyusui bayi

Ada berbagai macam posisi menyusui yang bisa Mama lakukan. Hal ini tentu bergantung pada kenyamanan Mama, kenyamanan bayi, juga usia dan bentuk tubuh bayi.
Namun siapa sangka, kesalahan sikap tubuh saat menyusui bisa menyebabkan kelelahan, lho, Ma. Tak jarang, sebagian besar para Mama pun seringkali mengalami kesemutan, kram, hingga pegal-pegal yang tak berujung usai.
Tapi, jangan patah semangat, Ma! Ternyata itulah sebabnya mengapa bantal menyusui hadir di tengah-tengah kita. Bantal menyusui dapat menjadi solusi untuk mencegah terjadinya kelelahan dan juga posisi yang salah saat menyusui.
Ukurannya yang berbentuk menyerupai huruf ‘U’ juga punya arti, yaitu memberikan dukungan yang stabil pada tubuh ibu dan bayi baik dari segi kenyamanan, fisiologis, dan fungsi.
Manfaat bantal menyusui untuk ibu dan bayi
Didesain secara khusus, bantal menyusui ternyata punya banyak manfaat untuk kenyamanan Mama serta bayi dalam proses menyusui. Tak cuma itu, bantal khusus ibu menyusui ini juga memiliki fungsi lain yang bisa dimanfaatkan ketika bayi bertambah besar nantinya.
1. Menjaga postur tubuh
Saat menyusui khususnya dalam posisi duduk, Mama mungkin akan cenderung membungkuk dan mengarahkan payudara ke arah kepala bayi. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus setidaknya selama 2 tahun mengikuti masa ASI eksklusif bayi, risiko terjadinya badan bungkuk pun kemungkinan besar akan Mama alami.
Adanya Mama’s Choice Multipurpose Nursing Pillow bisa menjadi solusi. Bantalan yang tebal dapat membuat bayi berada sejajar dengan payudara Mama, tanpa harus membungkukkan punggung seperti biasanya.
Dengan begitu, Mama pun tidak akan mudah pegal dan mengalami nyeri pada punggung. Mama juga bisa menyusui di kasur, kursi, sofa, dengan senyaman mungkin.

2. Mencegah nyeri punggung
Melanjutkan penjelasan di atas, saat tubuh sering dibuat membungkuk dalam waktu yang lama, umumnya punggung akan lebih mudah terasa nyeri. Pasti Mama sering mengalaminya, kan?
Nah, untuk mengantisipasi hal ini, gunakan bantal menyusui sejak awal, ya, Ma. Selain menciptakan kenyamanan dalam proses menyusui lebih awal, bayi juga akan terbiasa sejak dini untuk menyusui dengan beralaskan bantal.
3. Mencegah sakit pinggang
Pinggang sering sakit juga ya, Ma, selama menyusui? Ya, hal ini wajar terjadi umumnya pada ibu hamil yang belum sepenuhnya pulih pasca melahirkan. Posisi menyusui yang kurang nyaman juga menjadi faktor penyebab sakit pinggang saat menyusui.
Apalagi, ketika menyusui, seringkali kita jarang melakukan gerakan-gerakan ringan untuk relaksasi. Hal ini mengakibatkan otot punggung menjadi lemah dan sangat mudah nyeri. Dengan posisi menyusui yang nyaman, sakit pinggang bisa Mama cegah sejak dini.
4. Mencegah kram atau kesemutan pada tangan
Sama seperti hal di atas, dengan menggunakan bantal khusus ini Mama tidak perlu repot-repot mengangkat bayi dengan tangan saat memberikan ASI. Hal ini tentu dapat mengurangi risiko terjadinya kram atau kesemutan pada tangan. Berasa sekali, kan, Ma, kalau pas lagi kesemutan! 🙁

5. Membantu menopang posisi bayi
Posisi menyusui yang baik membuat Si Kecil melekat lebih dalam dan Mama lebih nyaman. Perlu diluruskan: posisi menyusui tidak menyebabkan cedera tulang bayi, dan bantal menyusui tidak "melindungi tulang", fungsinya menopang lengan Mama dan menaikkan posisi bayi.
Dengan bayi berada lebih dekat ke payudara, Mama tidak perlu membungkuk, dan pelekatan lebih mudah dipertahankan.
6. Dapat dipakai sebagai penopang saat bayi bermain
Sebutan “multipurpose” dalam produk bantal menyusui dari Mama’s Choice tidak main-main, lho. Buktinya, selain digunakan sebagai alat pendukung untuk menyusui, Mama’s Choice Multipurpose Nursing Pillow juga bisa bermanfaat untuk melatih perkembangan bayi dari waktu ke waktu.
Bantal menyusui bisa dipakai sebagai penopang saat bayi tummy time atau belajar duduk, selalu dengan pengawasan penuh orang dewasa. Ini soal kenyamanan, bukan alat yang mempercepat tumbuh kembang. Pada proses belajar tengkurap, bantal menyusui berfungsi untuk mengganjal ketiak dan dadanya. Pastikan Mama selalu mengawasi saat bayi berlatih untuk tengkurap, ya 🙂
Sementara pada proses belajar duduk, bantal menyusui ini bisa difungsikan sebagai tempat untuk menopang badan bayi agar tidak jatuh ke belakang.
Cara memakai bantal menyusui
Bantal menyusui dapat digunakan saat sedang menyusui bayi baik melalui payudara maupun saat menyusu dari botol. Tujuannya memudahkan posisi menyusui dan mengurangi beban pada lengan serta punggung Mama. Cara pemakaiannya pun tidak sulit, perhatikan tahapan berikut untuk menggunakannya:
-
Cari tempat yang paling nyaman untuk menyusui
-
Letakkan bantal melingkari pada tubuh, dengan posisi bantal yang terbuka melingkari pinggang
-
Sesuaikan tinggi bantal dengan tubuh dan pastikan Mama sudah merasa nyaman dengan posisi tersebut sebelum menidurkan bayi di atasnya
-
Baringkan bayi di atas bantal hanya selama menyusui dan selalu dalam pengawasan Mama. Posisi ini membuat bayi lebih dekat ke payudara dan memudahkan pelekatan
Mudah, kan? Sekarang, saatnya Mama memiliki bantal idaman para Mama pejuang ASI ini!
Klik banneruntuk informasi selengkapnya ya, Ma! 🙂
Satu Aturan Keselamatan yang Tidak Boleh Dilanggar
Bantal menyusui bukan tempat tidur.
Jangan pernah meninggalkan Si Kecil tertidur di atas bantal menyusui, dan jangan memakainya sebagai alas tidur, baik di kasur, sofa, maupun di lantai. Permukaannya empuk dan berkontur, sehingga wajah bayi dapat terbenam atau dagunya menekuk ke dada dan menyumbat jalan napas, tanpa suara.
Begitu Si Kecil tertidur, pindahkan ke permukaan tidur yang rata, kokoh, dan kosong, telentang, tanpa bantal, selimut tebal, atau boneka.
Aturan yang sama berlaku saat bantal dipakai untuk tummy time atau belajar duduk: hanya saat bayi terjaga, dan hanya dengan mata orang dewasa yang mengawasi.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.