Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Kulit Wajah Kering Saat Hamil: Rutinitas yang Aman

Wajah kering, kusam, dan mengelupas saat hamil butuh penanganan berbeda dari kulit tubuh. Ini urutan perawatan yang aman untuk bumil dan busui.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Ibu hamil memulai harinya di tempat tidur

Wajah sering menjadi bagian pertama yang menunjukkan perubahan saat hamil: terasa kencang setelah cuci muka, kusam di foto, mengelupas di sekitar hidung, riasan yang tidak mau menempel rata.

Penanganannya berbeda dari kulit tubuh, karena penyebab dan ketebalannya berbeda.

Kenapa wajah mengering lebih dulu

Kulit wajah lebih tipis dan sawarnya lebih mudah terganggu.

Lebih sering dibersihkan daripada bagian tubuh lain, dan setiap pembersihan menghilangkan sebagian minyak alami.

Terpapar paling banyak, AC, matahari, polusi, riasan.

Paling responsif terhadap hormon. Perubahan produksi minyak terlihat lebih cepat di wajah.

Ditambah cairan tubuh yang dialihkan untuk mendukung janin, wajah sering menjadi indikator paling awal.

Urutan rutinitas yang bekerja

1. Pembersih yang tidak mengeringkan

Ini titik yang paling menentukan. Pembersih bersulfat memberi sensasi bersih berdecit yang sebenarnya berarti sawar kulit terganggu.

Cari formula bebas sulfat dan bebas parfum. Busa yang lebih sedikit adalah ciri, bukan kekurangan. Bahan seperti rice extract membersihkan sambil menjaga kelembapan, dan hydrolyzed collagen membantu kulit terasa lebih kenyal.

Cuci muka dua kali sehari, pagi dan malam. Lebih dari itu memperburuk.

2. Lembapkan saat kulit masih lembap

Dalam tiga menit setelah membasuh wajah, ketika masih ada air di permukaan. Pelembap mengunci air yang ada; ia tidak menambahkan air.

3. Serum, bila ada keluhan tambahan

Jika selain kering wajah juga kusam atau berflek, serum dengan niacinamide membantu meratakan warna kulit, dan hyaluronic acid menahan kelembapan lebih dalam. Pakai sebelum pelembap.

4. Sunscreen setiap pagi

Kulit kering dan sedang terganggu sawarnya lebih rentan menggelap. Pelembap yang sekaligus mengandung SPF menyederhanakan langkah ini.

Air suam-suam kuku

Air panas di wajah terasa menyenangkan dan melarutkan minyak alami dengan cepat. Suam-suam kuku sudah cukup, dan disarankan membilas dengan air dingin.

Yang dihindari selama kehamilan

  • Retinoid dan asam retinoat
  • Alkohol berkadar tinggi di urutan awal komposisi
  • Parfum sintetis kuat
  • Scrub kasar pada kulit yang sudah mengelupas, ini memperparah, bukan memperbaiki

Hal di luar produk yang berpengaruh

  • Turunkan suhu AC atau gunakan pelembap ruangan pada malam hari
  • Minum cukup air
  • Ganti sarung bantal secara rutin
  • Hindari menyentuh dan mengelupas kulit yang mengering

Kapan perlu ke dokter

Temui dokter kulit bila wajah pecah sampai perih atau berdarah, muncul ruam bersisik yang meluas, atau kekeringan tidak membaik setelah empat minggu perawatan yang konsisten. Kulit yang tidak merespons pelembap sama sekali kadang menandakan kondisi lain seperti eksim atau dermatitis seboroik.

Rutinitas Pagi dan Malam

Pagi. Bilas dengan air biasa atau pembersih yang sangat lembut, oleskan pelembap saat kulit masih sedikit lembap, lalu sunscreen. Untuk kulit kering, tekstur krim lebih membantu daripada gel.

Malam. Bersihkan riasan dan sunscreen, cuci muka, lalu pelembap dengan tekstur lebih kaya. Kalau kulit terasa sangat kencang, tambahkan beberapa tetes minyak wajah di atas pelembap sebagai lapisan penutup.

Yang paling berpengaruh adalah jeda waktunya, jauh melebihi jumlah produk: oleskan pelembap dalam tiga menit setelah membasuh wajah, selagi masih ada air di permukaan kulit untuk dikunci.

Bahan yang Membantu

  • Gliserin dan hyaluronic acid menarik air ke lapisan atas kulit
  • Ceramide membantu memperbaiki sawar kulit yang bocor
  • Squalane, shea butter, dan minyak nabati menahan air agar tidak menguap
  • Panthenol dan niacinamide meredakan kemerahan yang menyertai kulit kering

Yang Justru Memperparah

  • Alkohol denat di urutan awal daftar bahan
  • Parfum kuat, termasuk pada produk berlabel alami
  • Air panas saat cuci muka
  • Scrub butiran dan peeling terlalu sering
  • AC yang menyala semalaman tanpa sumber kelembapan di kamar

Kering, atau Sebenarnya Dehidrasi?

Keduanya sering tertukar. Kulit kering kekurangan minyak, terasa kasar dan bersisik. Kulit dehidrasi kekurangan air, terasa kencang dan kusam, tetapi bisa tetap berminyak di zona T.

Bedanya penting karena penanganannya berbeda: kulit kering butuh emolien, kulit dehidrasi butuh humektan dan lebih sedikit sabun. Banyak Mama mengalami keduanya sekaligus selama kehamilan.

Kapan Ini Bukan Sekadar Kulit Kering

Kulit kering yang disertai ruam bersisik, pecah-pecah sampai perih, atau gatal yang mengganggu tidur bisa jadi eksim kehamilan, dan itu memerlukan penanganan dokter.

Yang paling penting: gatal hebat tanpa ruam, terutama di telapak tangan dan telapak kaki pada trimester ketiga, bukan masalah kulit kering. Itu tanda yang perlu diperiksakan hari itu juga.

Menyesuaikan dengan Cuaca dan Ruangan

Di Indonesia, penyebab kulit wajah kering lebih sering datang dari dalam ruangan daripada dari cuaca. AC kantor dan kamar tidur menurunkan kelembapan udara sepanjang malam.

Yang membantu: arahkan aliran AC menjauh dari wajah, letakkan wadah berisi air di kamar, dan naikkan suhu satu atau dua derajat. Kalau Mama bangun dengan kulit terasa kencang, itu petunjuk pertamanya.

Perjalanan pesawat punya efek yang sama dan lebih cepat. Untuk penerbangan panjang, oleskan pelembap sebelum berangkat dan ulangi di tengah perjalanan.

Ringkasnya

Cuci muka dengan air suam-suam kuku, oleskan pelembap dalam tiga menit setelahnya, dan pakai sunscreen setiap pagi meski di dalam ruangan.

Kalau gatalnya hebat dan tidak ada ruam yang terlihat, itu bukan kulit kering, periksakan.

Urutan yang Aman Selama Hamil dan Menyusui

Empat hal ini yang paling didukung bukti, dan cukup untuk sebagian besar Mama:

  1. Pembersih yang lembut, tanpa pewangi, dengan air suam-suam kuku
  2. Pelembap segera setelah wajah dibasuh, selagi kulit masih sedikit lembap
  3. Sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih, setiap pagi
  4. Hindari retinoid (tretinoin, retinol, adapalene) selama kehamilan, dan bicarakan bahan aktif lain dengan dokter

Dua catatan supaya tidak salah baca: tidak semua sulfat otomatis mengiritasi, yang menentukan adalah formulanya secara keseluruhan dan reaksi kulit Mama. Dan "aman untuk bumil dan busui" bukan status yang berlaku otomatis untuk sebuah produk; ia bergantung pada bahan, kadar, dan cara pakainya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa wajah terasa kering padahal badan tidak?
Kulit wajah lebih tipis dan lebih sering terpapar pembersih, AC, dan sinar matahari. Ia juga paling cepat menunjukkan perubahan hormon. Karena itu wajah sering mengering lebih dulu daripada kulit tubuh.
Bolehkah pakai eksfoliasi saat hamil?
Eksfoliasi fisik yang lembut sesekali umumnya tidak masalah, tetapi kulit yang sudah kering dan sensitif jarang membutuhkannya. Hindari retinoid, dan diskusikan asam eksfoliasi berkadar tinggi dengan tenaga kesehatan.
Berapa lama sampai kulit membaik?
Perbaikan biasanya terasa bertahap dalam beberapa minggu perawatan yang konsisten, tetapi waktunya berbeda-beda pada setiap orang dan tidak bisa dipatok.

Sumber

  • Mama's Choice — 90% membuktikan wajah lebih lembap dan lembut

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

Gentle Face Wash

Best seller·Beauty

Gentle Face Wash

Rp 96.900Rp 119.000hemat 19%

4.9 · 215 ulasan

Daily Protection Face Moisturizer

Beauty

Daily Protection Face Moisturizer

Rp 134.900Rp 139.000hemat 3%

4.9 · 160 ulasan

Advanced Brightening Serum

Beauty

Advanced Brightening Serum

Rp 174.900Rp 209.000hemat 16%

4.9 · 195 ulasan

Baca juga