Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Memantau Gerakan Janin dan Memahami Risiko Stillbirth

Cara memantau gerakan janin dengan metode count to 10, tanda yang perlu segera diperiksa, dan apa yang benar-benar diketahui tentang penyebab stillbirth.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Pemeriksaan detak jantung janin

Gerakan janin adalah salah satu tanda kesejahteraan bayi yang bisa Mama pantau sendiri di rumah. Caranya sederhana, dan yang perlu segera dilaporkan pun jelas.

Satu hal yang perlu jelas sejak awal: tidak ada alat penghitung tendangan, gelang, aplikasi, atau lembar catatan, yang terbukti menurunkan angka stillbirth. Uji klinis berskala besar tentang program penghitungan gerakan janin tidak menunjukkan penurunan angka kematian janin. Alat semacam ini berguna sebagai pengingat dan pencatat, bukan sebagai pencegahan, dan tidak menggantikan pemeriksaan kehamilan maupun penilaian tenaga kesehatan.

Cara Memantau Gerakan Janin

Mulai sekitar usia kehamilan 28 minggu, kenali pola gerak bayi Mama sendiri, kapan ia biasanya aktif, dan seperti apa rasanya.

Acuan yang dipakai secara klinis adalah metode count to 10: pilih waktu saat bayi biasanya aktif, berbaring miring, lalu hitung gerakannya. Normalnya terkumpul minimal 10 gerakan dalam 2 jam.

Yang paling penting adalah perubahan dari pola biasanya.

Kapan Harus Segera Dihubungi

Hubungi bidan atau rumah sakit hari itu juga, jangan menunggu sampai besok, bila:

  • Gerakan bayi terasa berkurang, melambat, atau berhenti
  • Pola gerakannya berubah jelas dari biasanya
  • Mama tidak yakin, dan merasa ada yang berbeda

Jangan mencoba "membangunkan" bayi lebih dulu dengan minuman manis, air dingin, atau menggoyang perut. Cara-cara itu tidak terbukti dan hanya menunda pemeriksaan. Pemeriksaannya sendiri cepat, dan datang untuk sesuatu yang ternyata baik-baik saja jauh lebih baik daripada menunda.

Fakta Seputar Stillbirth

Kematian bayi dalam kandungan - Mama

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), stillbirth adalah kondisi kematian bayi dalam kandungan tanpa tanda-tanda kehidupan pada usia kehamilan 28 minggu atau lebih. Dikutip dari data yang dirangkum WHO, pada tahun 2015, terdapat 2,6 juta kasus stillbirth yang terjadi secara global dengan lebih dari 7.178 kasus kematian per harinya.

Penyebab Stillbirth

Penyebab Stillbirth

Kematian bayi dalam kandungan bisa terjadi pada siapa pun. Usia, latar belakang ekonomi, dan kelompok sosial tidak mengecualikan siapa-siapa. Namun, kasus kematian bayi yang meninggal dalam kandungan atau stillbirth memang umum terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Penyebab pasti stillbirth belum diketahui. Namun, Healthline menyimpulkan ada beberapa penyebab kematian bayi di dalam kandungan, di antaranya:

1. Komplikasi

Komplikasi merupakan penyebab umum terjadinya stillbirth seperti di antaranya kondisi hamil anak kembar, pernah mengalami kecelakaan dan cedera selama masa kehamilan hingga diperkirakan bayi akan lahir prematur pada periode sebelum minggu ke 24 masa kehamilan.

2. Perdarahan parah

Masalah umum yang biasa dihadapi ibu yang menghadapi stillbirth adalah pernah mengalami perdarahan yang hebat. Alasan tersebut umumnya karena aliran darah yang buruk, inflamasi, dan infeksi pada plasenta sebelum masa kelahiran.

3. Kelainan bawaan pada janin

Sebagian kasus berkaitan dengan kelainan bawaan atau kelainan kromosom, serta hambatan pertumbuhan janin. Kondisi ini muncul secara acak dan bukan akibat sesuatu yang Mama lakukan.

4. Masalah kesehatan ibu

Masalah penyakit bawaan ibu juga seringkali menjadi penyebab kematian bayi dalam kandungan terutama di trimester terakhir kehamilannya. Karenanya, Mama dengan riwayat penyakit diabetes, lupus, obesitas dan gangguan tiroid diharapkan untuk lebih banyak berkonsultasi dengan dokter selama masa kehamilan, ya.

Yang Dapat Menurunkan Risiko

Kematian bayi dalam kandungan - Mama

Sebagian besar stillbirth tidak dapat diperkirakan sebelumnya, dan bukan kesalahan Mama. Tetapi ada beberapa hal yang menurut NHS dapat menurunkan risikonya:

1. Jangan lewatkan pemeriksaan kandungan

Periksakan pertumbuhan bayi pada ahlinya secara teratur. Jangan lewatkan tes dan konsultasi yang memang perlu, karena di situlah masalah potensial paling mungkin terdeteksi.

2. Makan makanan sehat dan tetap aktif

Penting untuk ibu hamil mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah-buahan, dan menghindari makanan instan dan junk food. Oh ya, Mama juga tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi alkohol dan merokok selama masa kehamilan karena bisa berbahaya bagi pertumbuhan janin, ya. 

Jauhi juga beberapa makanan yang berisiko menyebabkan imun Mama menurun seperti keju, susu yang tidak dipasteurisasi, dan daging yang kurang matang. Olahraga ringan tetap dianjurkan.

3. Tidur dengan posisi miring

Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan posisi telentang setelah minggu ke-28 kehamilan bisa meningkatkan risiko kematian bayi dalam kandungan hingga dua kali lipat. Hal ini dipicu oleh aliran darah dan oksigen kepada bayi dalam kandungan yang tidak lancar. Sehingga, opsi yang paling aman yang bisa diambil adalah dengan tidur dengan posisi samping.

Solusi Setelah Mendapati Kondisi Stillbirth

Pertama, setelah Mama tahu kondisi yang tidak nyaman seperti ini, biarkanlah perasaan Mama mengambil alih terlebih dahulu. Mendapati bayi yang dinantikan ternyata tak bisa lahir dan menghirup udara di dunia ini memang sebuah pukulan telak bagi banyak ibu. Karenanya, Mama diharapkan untuk bisa ikhlas dan belajar merelakan beberapa waktu setelahnya.

Mama bisa mempelajari lebih lanjut penyebab mengapa bayi yang ada di dalam kandungan tidak bertumbuh normal dari berbagai perspektif medis. Setelah menyimpulkannya, jangan lupa berjuang kembali untuk mendapatkan momongan seperti yang dilakukan Mama Dita. Karena, sesungguhnya bukan tidak mungkin untuk kembali mengandung dan mendapati anak tumbuh sehat selama masa kandungan.

Bila Mama merasa gerakan bayi berubah, jangan menunggu. Hubungi bidan atau rumah sakit hari itu juga.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami