Kerak Kepala pada Bayi: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Cradle cap terlihat mengkhawatirkan tapi tidak berbahaya dan tidak gatal. Ini penyebabnya, cara melunakkannya dengan aman, dan yang harus dihindari.

Bercak kekuningan berminyak yang menempel di kulit kepala bayi baru lahir sering membuat Mama panik. Bentuknya bersisik, kadang tebal seperti kerak, dan tidak hilang dengan keramas biasa.
Namanya cradle cap, dalam istilah medis dermatitis seboroik infantil. Sangat umum, tidak berbahaya, dan hampir selalu hilang dengan sendirinya.
Kenapa muncul
Penyebabnya bukan kotoran, dan bukan alergi.
Perubahan hormonal setelah lahir diduga berperan dalam meningkatkan aktivitas kelenjar minyak pada kulit bayi, bersama peran jamur Malassezia yang normal hidup di kulit. Mekanisme pastinya belum sepenuhnya diketahui.
Minyak berlebih itu membuat sel kulit mati saling menempel dan tidak rontok sebagaimana biasanya. Hasilnya menumpuk menjadi kerak.
Sejenis ragi yang hidup normal di kulit, Malassezia, diduga ikut berperan. Ragi ini ada pada semua orang dan bukan tanda infeksi.
Karena penyebabnya hormon yang lambat laun menghilang, cradle cap juga menghilang dengan sendirinya.
Seperti apa bentuknya
Bercak kuning atau kecokelatan, berminyak, bersisik, biasanya di kulit kepala, terutama ubun-ubun. Bisa juga muncul di alis, kelopak mata, belakang telinga, lipatan leher, ketiak, dan area popok.
Yang membedakannya dari eksim: cradle cap umumnya tidak gatal dan tidak membuat bayi rewel. Eksim terasa gatal, tampak lebih merah dan meradang, dan sering membuat bayi menggosok-gosok.
Bila bayi tampak sangat terganggu atau gatalnya hebat, kondisi lain seperti eksim perlu dipertimbangkan, meski iritasi ringan juga bisa terjadi pada cradle cap.
Cara mengatasinya
Bertahap, dan tanpa memaksa.
Lunakkan lebih dulu. Oleskan sedikit minyak yang aman untuk bayi pada kulit kepala. Minyak kelapa, minyak almond manis, atau lotion rambut bayi. Gunakan secukupnya sebelum keramas, lalu bersihkan. Tidak perlu dibiarkan semalaman, itu tidak mempercepat hasilnya dan hanya menambah sisa produk di kulit kepala.
Pijat lembut dengan ujung jari. Gerakan memutar kecil, dua sampai tiga menit. Ini melonggarkan sisik sekaligus baik untuk kulit kepala.
Sikat dengan bulu yang sangat lembut. Sisir bayi berbulu halus, disikat perlahan searah. Yang sudah longgar akan terangkat.
Keramas untuk mengangkat minyaknya. Gunakan sampo bayi yang lembut seperti Baby Natural Shampoo. Minyak yang tertinggal justru menambah tumpukan berikutnya, jadi langkah ini penting.
Ulangi beberapa kali seminggu. Bukan setiap hari. Kulit kepala bayi tidak perlu dicuci sesering itu.
Untuk pemakaian rutin, lotion rambut bayi memudahkan langkah pertama sekaligus memberi alasan untuk memijat kulit kepala setiap hari, dan pijatan itulah yang paling membantu. Baby Hair Vitamin Lotion diformulasikan untuk kulit kepala bayi.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
Jangan mengelupas dengan kuku. Ini yang paling sering dilakukan dan paling berisiko. Kulit kepala bayi tipis; melukainya membuka jalan bagi infeksi, dan hasilnya tidak lebih cepat.
Jangan pakai sampo anti-ketombe orang dewasa kecuali atas anjuran dokter. Bahan aktifnya terlalu kuat untuk kulit bayi.
Jangan gunakan minyak zaitun dalam jumlah banyak dan berulang. Sebagian panduan dermatologi menyarankan menghindarinya pada kulit bayi karena dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Minyak kelapa atau almond manis lebih sering dianjurkan.
Jangan menggosok keras saat keramas.
Jangan berhenti keramas karena takut memperparah. Justru minyak yang menumpuk yang memperparah.
Bila muncul di wajah dan tubuh
Cradle cap tidak selalu hanya di kepala. Di alis dan belakang telinga, cukup oleskan pelembap bayi yang lembut dan bersihkan dengan air hangat.
Untuk kulit wajah bayi yang bersisik atau kering, pelembap khusus wajah bayi seperti Baby Daily Nourishing Face Cream lebih tepat daripada lotion badan, karena kulit wajah bayi lebih tipis dan lebih sering terkena air liur dan gesekan.
Berapa lama
Sebagian besar membaik dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan. Hampir semua hilang sebelum bayi berusia satu tahun.
Sebagian bayi mengalaminya lagi sesekali. Itu tidak berarti perawatannya gagal.
Kapan perlu ke dokter
Periksakan bila:
- Kerak menyebar luas ke wajah dan tubuh
- Kulit di sekitarnya sangat merah, bengkak, bernanah, atau berbau
- Bayi tampak gatal, rewel, atau terganggu, ini mengarah ke eksim, bukan cradle cap
- Muncul bercak botak berbatas tegas
- Tidak ada perbaikan sama sekali setelah beberapa minggu perawatan di rumah
Selebihnya, cradle cap adalah salah satu hal yang terlihat jauh lebih mengkhawatirkan daripada kenyataannya, dan yang paling sering diperbaiki oleh waktu, bukan oleh usaha keras.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah kerak kepala terasa gatal pada bayi?
- Umumnya tidak. Berbeda dengan eksim, cradle cap jarang membuat bayi tidak nyaman. Bila bayi tampak gatal dan rewel, kemungkinan yang terjadi adalah kondisi lain dan sebaiknya diperiksakan.
- Bolehkah mengelupas kerak kepala dengan kuku?
- Jangan. Mengelupas paksa dapat melukai kulit kepala dan membuka jalan bagi infeksi. Lunakkan lebih dulu dengan minyak, lalu lepaskan yang sudah longgar dengan sikat berbulu lembut.
- Berapa lama kerak kepala hilang?
- Sebagian besar membaik dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, dan hampir semuanya hilang sebelum bayi berusia satu tahun. Sebagian kasus butuh waktu lebih lama tanpa berarti ada yang salah.
- Apakah kerak kepala menular atau tanda kurang bersih?
- Bukan keduanya. Cradle cap tidak menular dan tidak berhubungan dengan kebersihan. Penyebabnya adalah kelenjar minyak yang masih aktif oleh hormon dari Mama, bukan kotoran.
Sumber
- American Academy of Pediatrics — panduan seborrheic dermatitis pada bayi
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.





