Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Keputihan Saat Hamil: Normal atau Tidak? Ini Cara Membedakannya

Keputihan saat hamil umumnya normal, tapi ada tanda yang perlu diwaspadai. Kenali warna, tekstur, dan bau yang menandakan Mama perlu ke dokter.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Perempuan membaca sesuatu di ponselnya

Keputihan yang meningkat selama kehamilan membuat banyak Mama khawatir. Pada sebagian besar kasus, ini justru pertanda tubuh bekerja sebagaimana mestinya, tetapi ada perubahan tertentu yang memang perlu diperiksakan.

Kenapa keputihan meningkat saat hamil

Selama kehamilan terjadi dua perubahan yang saling berkaitan:

Kadar estrogen meningkat, yang merangsang produksi cairan dari serviks dan dinding vagina.

Aliran darah ke area panggul bertambah, yang juga meningkatkan produksi cairan.

Cairan ini disebut leukorea. Fungsinya melindungi: membawa keluar sel-sel mati dan bakteri, serta membantu mencegah infeksi naik ke rahim. Volumenya biasanya bertambah menjelang akhir kehamilan.

Ciri keputihan yang normal

Keputihan fisiologis umumnya:

  • Warna bening atau putih susu
  • Tekstur encer sampai sedikit kental, licin
  • Bau tidak berbau, atau berbau sangat samar
  • Tanpa keluhan: tidak gatal, tidak perih, tidak nyeri

Jika ciri-cirinya seperti ini, umumnya tidak diperlukan pengobatan apa pun.

Tanda yang perlu diperiksakan

Segera hubungi bidan atau dokter jika keputihan disertai salah satu dari berikut:

Yang terlihatKemungkinan
Putih menggumpal seperti keju, sangat gatalInfeksi jamur (kandidiasis)
Abu-abu atau keputihan, berbau amis, terutama setelah berhubunganVaginosis bakterial
Kuning kehijauan, berbusa, berbau tajamTrikomoniasis
Disertai nyeri saat buang air kecil atau berhubunganPerlu evaluasi infeksi
Berdarah atau kecokelatanPerlu pemeriksaan segera
Encer seperti air, keluar terus-menerusKemungkinan ketuban pecah

Vaginosis bakterial dan trikomoniasis pada kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko persalinan prematur, sehingga keduanya perlu ditangani, bukan ditunggu.

Merawat area intim dengan aman

Bersihkan dari depan ke belakang. Mencegah bakteri dari area anus berpindah ke area kewanitaan.

Cukup bersihkan area luar. Vagina memiliki mekanisme pembersihan sendiri. Jangan melakukan douching, membilas bagian dalam justru menghilangkan Lactobacillus, bakteri baik yang menjaga keasaman dan menekan pertumbuhan patogen.

Pilih produk yang tepat. Sabun mandi biasa dan sabun antibakteri terlalu keras dan mengganggu keseimbangan pH. Jika Mama menggunakan sabun khusus area kewanitaan, pilih yang diformulasikan untuk ibu hamil, bebas parfum kuat, dan mencantumkan komposisi lengkapnya. Bahan seperti green tea, lotus, dan prebiotik membantu menjaga keseimbangan mikroflora alami.

Kenakan pakaian dalam berbahan katun. Katun menyerap kelembapan dan memungkinkan sirkulasi udara. Hindari celana ketat berbahan sintetis dalam waktu lama.

Ganti pakaian dalam saat lembap. Termasuk setelah berolahraga atau di cuaca panas.

Hindari pantyliner berparfum dan tisu basah beraroma di area intim.

Kapan harus segera ke dokter

Jangan menunda jika Mama mengalami:

  • Keputihan disertai demam atau nyeri panggul
  • Perdarahan dari jalan lahir
  • Cairan encer yang keluar terus-menerus sebelum minggu ke-37
  • Gatal atau perih yang tidak membaik
  • Keputihan berbau tajam yang menetap

Sebagian besar keputihan saat hamil tidak memerlukan pengobatan. Namun karena beberapa infeksi berkaitan dengan risiko persalinan prematur, keputihan yang berubah dari pola biasanya selalu layak diperiksakan, pemeriksaannya sederhana, dan kepastiannya jauh lebih menenangkan daripada menebak.

Kenapa Keputihan Bertambah Saat Hamil

Ini justru tanda tubuh bekerja sebagaimana mestinya.

Kadar estrogen naik, aliran darah ke area kewanitaan meningkat, dan produksi cairan bertambah. Cairan itu membawa sel-sel mati keluar dan menjaga keasaman yang menahan bakteri merugikan. Menjelang persalinan, jumlahnya sering bertambah lagi.

Keputihan normal saat hamil punya ciri yang cukup konsisten: encer sampai agak kental, bening atau putih susu, dan baunya samar atau tidak berbau.

Kapan Perlu Diperiksa

Yang membedakan adalah sifatnya. Periksakan bila keputihan Mama:

  • Berwarna kuning kehijauan atau keabu-abuan
  • Berbau amis, terutama setelah berhubungan
  • Menggumpal seperti keju, disertai gatal hebat: ciri khas infeksi jamur
  • Disertai nyeri saat buang air kecil atau berhubungan
  • Bercampur darah
  • Encer seperti air dan mengalir terus, ini bisa berarti ketuban rembes, dan perlu diperiksa hari itu juga

Infeksi selama kehamilan bukan hal yang bisa didiamkan sampai kontrol berikutnya. Sebagian, seperti vaginosis bakterialis, berkaitan dengan risiko kelahiran prematur, dan pengobatannya sederhana bila ditangani cepat.

Yang Justru Memperparah

Douching. Menyemprot bagian dalam vagina membilas bakteri baik yang menjaga keseimbangan. Vagina membersihkan dirinya sendiri; yang perlu dibersihkan hanya bagian luar.

Sabun mandi biasa di area kewanitaan. Sabun batangan bersifat basa, sementara area ini perlu suasana asam.

Celana dalam sintetis dan celana ketat. Kelembapan yang terperangkap adalah kondisi ideal bagi jamur. Katun, dan longgar.

Pantyliner sepanjang hari. Bila memakainya, ganti beberapa kali sehari.

Membasuh dari belakang ke depan. Selalu dari depan ke belakang.

Merawat Area Kewanitaan Selama Hamil

Cukup air bersih, atau pembersih khusus area kewanitaan dengan pH yang sesuai. Basuh bagian luar saja, keringkan dengan menepuk, bukan menggosok.

Ganti celana dalam dua kali sehari bila cuaca panas atau keputihan bertambah banyak. Ini terdengar sederhana, tetapi lebih berpengaruh daripada produk apa pun.

Ringkasnya

Bertambah banyak, bening atau putih susu, tidak berbau: normal.

Berubah warna, berbau, gatal, nyeri, atau encer mengalir terus: periksakan, jangan tunggu jadwal kontrol.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah keputihan saat hamil berbahaya bagi janin?
Keputihan fisiologis yang bening atau putih susu, encer, dan tidak berbau tidak berbahaya. Yang perlu diperiksakan adalah keputihan yang berubah warna, berbau tidak sedap, atau disertai gatal dan perih, karena infeksi yang tidak ditangani dapat memengaruhi kehamilan.
Bolehkah memakai sabun kewanitaan saat hamil?
Boleh, selama produknya diformulasikan untuk area intim, bebas parfum kuat, dan digunakan hanya di area luar (vulva). Area dalam vagina membersihkan dirinya sendiri dan tidak boleh dibilas dari dalam.
Apa itu douching dan kenapa tidak dianjurkan?
Douching adalah membilas bagian dalam vagina dengan cairan. Praktik ini tidak dianjurkan karena mengganggu keseimbangan bakteri baik (Lactobacillus) dan justru meningkatkan risiko infeksi serta komplikasi kehamilan.
Bagaimana membedakan keputihan dengan air ketuban?
Air ketuban umumnya lebih encer seperti air, keluar terus-menerus tanpa bisa ditahan, dan tidak berlendir. Jika Mama ragu, terutama sebelum minggu ke-37, segera hubungi tenaga kesehatan, ini kondisi yang perlu dipastikan, bukan ditunggu.

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualRefreshing Feminine Wash

Best seller·Hygiene & Feminine Care

Refreshing Feminine Wash

Rp 63.000Rp 64.000hemat 2%

4.9 · 94 ulasan

Baca juga