Kenali Tahap Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan
Bagi Mama yang baru melahirkan, selamat ya! Selama hari-hari pertama kehidupan Si Kecil, Mama akan menemukan banyak hal-hal baru nih.

Bagi Mama yang baru melahirkan, selamat ya! Selama hari-hari pertama kehidupan Si Kecil, Mama akan menemukan banyak hal-hal baru nih. Tahap perkembangan bayi pada 0-12 bulan alias satu tahun pertama sangat krusial bagi Si Kecil. Untuk itu, yuk baca terus penjelasan selengkapnya!
Pada 0-12 bulan pertama kehidupannya, pertumbuhan Si Kecil akan sangat cepat. Otak dan indra tubuhnya akan berkembang pesat. Ia akan banyak mempelajari dan mengeksplorasi dunia sekitarnya dengan seluruh indra yang ia miliki.
Di tahap ini, Si Kecil juga mengembangkan ikatan emosional dengan Mama dan Papa, serta orang lain yang ikut merawatnya. Jadi, cara orang tua berinteraksi dengan Si Kecil seperti memeluk, menggendong dan bermain akan memengaruhi kemampuan sosial Si Kecil. Dari situ Si Kecil akan belajar bagaimana ia akan berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari.
Berikut tahap perkembangan bayi per 3 bulan di tahun pertama kehidupannya.
0-3 Bulan
Pada tahap ini, Si Kecil akan mulai memperhatikan objek-objek di sekitarnya atau mencoba meraih barang yang ada di jangkauannya. Maklum, indra penglihatan Si Kecil baru berkembang. Karena itu, Mama dan Papa perlu memberikan mainan gantung dengan warna cerah untuk melatih matanya melihat objek-objek baru.

Tahap perkembangan penglihatan bayi Selain penglihatan, indra pendengaran bayi juga mulai berkembang. Sering-sering ajak Si Kecil bicara ya Ma, ia akan merasa tenang dengan suara lembut Mama. Mama juga bisa bernyanyi atau memutarkan musik yang gembira. Ini akan membantu perkembangan otak bayi. Dan hindari ribut-ribut dekat bayi, karena hal ini bisa membuatnya stres tanpa Mama dan Papa sadari.
Ia juga akan sering menangis, tapi jangan panik, sebab itulah cara Si Kecil berkomunikasi dengan Mama. Penelitian memang menunjukkan bahwa tangisan bayi memiliki nada, volume, dan urgensi yang berbeda. Dan masing-masing tangisan memiliki makna. Kalau Mama sudah paham, akan semakin cepat Mama menangani tangisan Si Kecil.

Oh ya, pada sekitar umur 3 bulan juga, bayi dapat menangis berjam-jam selama berhari-hari karena ketidaknyamanan akan situasi eksternal maupun akibat perkembangan pencernaannya. Situasi ini dinamakan kolik.
Tapi jangan panik.

Baca juga: Perkembangan Bayi 3 Bulan dan Masalah Keterlambatannya
3-6 Bulan
Di bulan-bulan ini, Si Kecil akan mulai bergerak lebih banyak dengan berguling-guling, berusaha duduk dan merangkak. Mama dan Papa perlu memberi waktu bagi bayi untuk Tummy Time, idealnya setiap pagi. Tummy time adalah sesi saat bayi melatih otot tubuhnya dalam posisi telungkup. Ini bisa dimulai sejak Si Kecil baru lahir, selama ia terjaga dan selalu diawasi, durasi dan frekuensinya ditingkatkan bertahap sesuai kemampuannya. Caranya, telungkupkan tubuhnya pada sebuah play mat atau karpet yang lembut.

Tummy Time merangsang kekuatan otot-otot bayi Pada masa ini, Si Kecil akan belajar membuat ekspresi pada wajah. Ia akan lebih aktif berinteraksi dengan orang sekitarnya, seperti tersenyum atau tertawa kalau Mama melucu. Jangan kaget kalau Si Kecil mulai menyemburkan air liur ya Ma. Ia sedang belajar mengeksplorasi mulutnya. Ia juga bisa protes kalau ditinggal, serta berusaha menirukan suara-suara di sekitarnya. Lucu sekali!
Selain itu, kemampuan motorik Si Kecil berkembang, genggamannya pun jadi semakin kuat. Ia juga akan berusaha memasukkan benda ke dalam mulutnya. Rambut panjang Mama pun sering menjadi korban. Ia berusaha mengidentifikasi benda-benda dengan memasukkannya ke dalam mulut. Tapi selalu perhatikan apa yang Si Kecil pegang dan jauhkan dari barang berbahaya.

Usia 6-8 bulan, bayi mulai suka menggenggam Pastikan tangan Si Kecil tetap bersih, cuci dengan sabun dan air mengalir. Hindari hand sanitizer pada tangan bayi yang kemungkinan besar akan dimasukkan ke mulut.

Tips: Tumbuh kembang setiap bayi memang beragam, tapi kalau bayi belum mengoceh atau berkontak mata pada usia ini, silakan konsultasikan ke dokter anak.
7-9 Bulan
Pada masa ini, jangan lengah sedetik pun karena bayi sudah bisa bergerak cepat ke mana saja. Ia akan banyak berguling, merangkak, bahkan mulai berusaha berdiri dengan berpegangan pada pagar mainnya atau sejenisnya. Terus perhatikan gerakannya ya, Ma. Segera beri peringatan kalau Si Kecil mendekati daerah berbahaya seperti tangga.

Penting untuk Mama perhatikan, bahwa aktifnya bayi bisa membuatnya lebih berkeringat dan meningkatkan gesekan, entah pada pakaian atau popoknya. Hal ini berpotensi menimbulkan ruam dan biang keringat.
Untuk itu, selalu ingat untuk oleskan Mama’s Choice Baby Rash Cream pada bagian lipatan seperti selangkangan dan ketiak sehabis mandi dan mengganti popok. Salep anti ruam ini memiliki Fast-Acting Formula anti lengket untuk menjaga kulit Si Kecil.

Pada tahap perkembangan bayi di fase ini, Si Kecil juga akan sangat senang diajak bermain dan bercanda. Permainan sederhana seperti tepuk tangan atau cilukba akan membuatnya senang dalam waktu yang cukup lama. Ia juga mulai mengerti ucapan Mama. Seperti ketika mama bilang “jangan”, “dadah”, merespon ketika Mama memanggil namanya, termasuk saat Mama memberi penghargaan seperti “pintar anak Mama.”
Tips: Sepakati dengan Papa dan orang rumah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan Si Kecil. Kalau Mama bilang “jangan”, Papa juga harus setuju agar Si Kecil tidak bingung.
10-12 Bulan
Ini adalah fase transisi Si Kecil dari bayi menuju balita. Si kecil semakin handal dengan banyak hal. Makin pintar bicara, mengoceh dan menirukan kata-kata yang sering ia dengar. Termasuk menirukan gerakan mama, seperti berpura-pura berbicara di telepon. Bahkan sudah bisa menunjuk barang yang ia inginkan. Pasti sangat menggemaskan ya, Ma.

Langkah Si Kecil juga semakin mantap saat berdiri. Ada sebagian bayi yang sudah mulai berjalan pada fase ini. Bantu dengan menyediakan ruang aman untuk bergerak dan benda stabil untuk berpegangan. Baby walker berdudukan dan beroda tidak dianjurkan, AAP menyebutnya berisiko cedera dan tidak membantu bayi belajar berjalan. Tapi Mama jangan khawatir kalau Si Kecil masih belum bisa berjalan ya, sebab rentang umur yang normal untuk bayi berjalan adalah pada 12-18 bulan.
Hal Penting pada 1 Tahun Pertama
Selain memperhatikan tahap perkembangan bayi sepanjang 12 bulan pertama ini, ada beberapa hal penting yang perlu Mama ketahui nih.
-
Jaga kesehatan Mama, baik fisik, mental maupun emosional. Si Kecil memang prioritas utama, namun Mama juga perlu ada waktu untuk merawat diri Mama sendiri agar tidak stres.
-
Tahap perkembangan setiap bayi berbeda. Tidak perlu khawatir dan jangan bandingkan dengan anak teman ya, Ma. Cukup konsultasikan dengan dokter kalau Mama merasa ada yang janggal.
-
Seemosi apapun Mama, jangan pernah guncangkan bayi. Pada 12 bulan pertama, otot leher Si Kecil masih sangat lemah. Guncangan dapat memicu shaken baby syndrome yang akan merusak otak Si Kecil.
-
Kekebalan tubuh Si Kecil masih sangat lemah, karena itu jangan lupa lakukan imunisasi ya Ma. Ada 5 imunisasi wajib sebelum Si Kecil berusia 2 tahun.
-
Karena perkembangan bayi pesat, dalam sebentar saja ia akan mulai mengeksplorasi seluruh rumah. Pastikan Mama menggunakan produk pembersih rumah, deterjen, hingga pencuci botol yang aman dan natural untuk bayi ya. Pastikan tidak mengandung bahan berbahaya untuk bayi seperti alkohol, SLS/SLES, paraben, dan phthalates.

Kami mendukung perjalanan setiap ibu, seperti Mama @adithyaputri Mama’s Choice akan selalu mendukung Mama dalam perjalanan kehamilan dan menyusui serta menjaga Si Kecil selama tumbuh kembangnya. Percayakan perawatan Mama dan bayi kepada produk-produk Mama’s Choice yang aman, natural, Halal, dan jujur.

Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

