Kandungan dalam Minyak Pijat yang Perlu Mama Perhatikan Saat Hamil
Pegal-pegal saat hamil bikin badan nggak karuan, ya, Ma? Keluhan pegal ini umum, kok, Ma terjadi pada ibu hamil.

Pegal-pegal saat hamil bikin badan nggak karuan, ya, Ma? Nah, kalau mau pijat untuk meredakannya, pastikan Mama tahu kandungan minyak pijat yang wajib dihindari.
Kenapa Ibu Hamil merasa pegal?

Keluhan pegal ini umum, kok, Ma terjadi pada ibu hamil. Ada yang merasakannya hanya di bagian tertentu saja. Ada pula sifatnya menyeluruh.
Pegal-pegal yang dirasakan ketika perempuan mengandung, dikutip dari Alodokter, karena ligamen atau jaringan penyokong dalam tubuh meregang secara alami untuk menunjang perkembangan kandungan dan memudahkan proses persalinan.
Aturan aman memijat saat hamil
Pijat saat hamil lazim disebut dengan pijat prenatal. Yang memiliki manfaat:
Pijat prenatal dapat membantu Mama merasa lebih rileks, serta membantu mengurangi beberapa keluhan seperti stres dan nyeri punggung atau kaki selama kehamilan.
Manfaat yang sering dicantumkan tetapi belum didukung bukti memadai, memperbaiki kemampuan motorik, mengatasi kembung dan sembelit, memperlancar sirkulasi, atau mengurangi edema, sebaiknya tidak dijadikan alasan utama.
Hindari minyak pijat yang mengandung tiga bahan di bawah ini
Hati-hati ya Ma, saat memilih minyak pijat untuk digunakan saat hamil. Salah menentukan, pertumbuhan janin Mama yang dipertaruhkan dan keselamatan diri Mama. Pastikan minyak pijat yang Mama pakai tidak mengandung:
-
Methyl Salicylate (pain killer): dapat diserap melalui kulit, dan penggunaannya selama kehamilan perlu diperhatikan karena terdapat potensi risiko terhadap perkembangan janin, terutama pada pemakaian di area luas, berulang, atau berkadar tinggi.
-
Synthetic Fragrance (pewangi buatan): beberapa bahan pewangi dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada orang yang sensitif. Pada kulit yang lebih reaktif selama kehamilan, ini alasan yang cukup untuk memilih formula tanpa pewangi.
-
Mineral Oil: keamanannya bergantung pada tingkat pemurniannya. Highly refined mineral oil yang dipakai di produk kosmetik punya riwayat penggunaan yang panjang dan profil keamanan yang baik untuk pemakaian topikal. Sebagian orang menghindarinya karena teksturnya yang oklusif, itu soal kenyamanan, bukan bahaya.
Solusi memijat dengan minyak yang aman dan natural dari Mama’s Choice

Kami mengerti Mama ingin memperhatikan kandungan minyak pijat selama mengandung. Tapi di sisi lain, butuh banget pertolongan pertama memijat di rumah.
Sudah teruji klinis di Singapura (Dermatologically Tested).

-
Cajuput Oil : Meredakan nyeri otot dan persendian, melegakan pernapasan
-
Grapeseed Oil : Kaya antioksidan, melembapkan kulit tanpa menyumbat pori-pori
-
Olive Oil : Menghidrasi dan melindungi penghalang kulit untuk kulit halus dan lembut
Campuran tiga minyak tersebut memberikan efek hangat untuk mengurangi nyeri punggung dan nyeri otot. Teruji aman untuk digunakan memijat selama hamil.
Semua produk Mama’s Choice dapat menjadi #PilihanAmanMama, karena sudah dikembangkan selama lebih dari 1 tahun oleh para ahli, ibu, ayah dan juga praktisi terbaik. Tak lupa melibatkan puluhan ribu ibu hamil dan menyusui, untuk mengetahui dengan tepat apa yang mereka butuhkan di masa kehamilan dan menyusui.
Sehingga masa mengandung Mama bisa dijalankan dengan perasaan tenang dan nyaman.
Kenapa Minyak Pijat Perlu Dinilai Berbeda
Minyak pijat dioleskan pada area luas, digosok sehingga penyerapannya meningkat, dan dibiarkan menempel berjam-jam. Ketiganya membuat perhitungannya berbeda dari produk yang dibilas.
Ditambah lagi, pijat sering dilakukan pada perut, punggung bawah, dan kaki, area yang justru paling sering dipijat saat hamil.
Minyak Esensial yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil
Minyak esensial adalah bahan pekat, dan "alami" tidak berarti ringan. Yang umumnya disarankan dihindari selama kehamilan, terutama pada trimester pertama:
- Rosemary
- Clary sage: berkaitan dengan kontraksi rahim
- Juniper berry
- Basil, oregano, dan thyme kadar tinggi
- Wintergreen: mengandung senyawa mirip aspirin
- Kayu manis (cassia) dan cengkeh kadar tinggi, yang juga iritatif bagi kulit
- Pala (nutmeg) dalam jumlah besar
Yang umumnya dinilai lebih aman dalam pengenceran rendah: lavender, chamomile, neroli, dan jahe. Tetap oleskan pada area kecil lebih dulu, karena kulit hamil bereaksi berbeda.
Bahan Lain yang Perlu Diperiksa
Parfum sintetis kadar tinggi. Pemicu iritasi paling umum, dan aroma kuat juga memicu mual.
Alcohol denat di urutan awal, mengeringkan kulit yang sudah menegang.
Mineral oil aman, tetapi teksturnya berat dan menahan panas; di iklim tropis ini sering memicu biang keringat pada punggung.
Minyak kacang (peanut oil) bila ada riwayat alergi kacang dalam keluarga.
Metil salisilat dan kamper, bahan penghangat pada balsem otot. Hindari pemakaian luas selama kehamilan tanpa anjuran.
Cara Memakainya dengan Aman
Encerkan minyak esensial dalam minyak pembawa; jangan pernah dioleskan murni ke kulit.
Uji pada area kecil di lengan bagian dalam dan tunggu 24 jam sebelum memakainya di area luas.
Hindari memijat perut dengan tekanan pada trimester pertama, dan hindari titik-titik di pergelangan kaki serta antara ibu jari dan telunjuk yang secara tradisional dikaitkan dengan kontraksi. Buktinya lemah, tetapi tidak ada gunanya mengambil risiko yang bisa dihindari.
Beri tahu terapis bahwa Mama sedang hamil dan berapa usia kehamilannya sebelum sesi dimulai, termasuk minyak apa yang dipakai.
Kapan Sebaiknya Tidak Dipijat
Tunda dan tanyakan dokter lebih dulu bila Mama mengalami perdarahan, nyeri perut, tekanan darah tinggi, preeklamsia, riwayat kelahiran prematur, atau bengkak mendadak pada satu betis.
Ringkasnya
Periksa minyak esensialnya, encerkan, uji di area kecil, dan sampaikan usia kehamilan kepada terapis.
Aroma yang kuat bukan tanda produk bekerja, sering justru tanda kadar parfumnya tinggi.

Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.