Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Jerawat Saat Hamil: Penyebab dan Perawatan yang Aman

Jerawat saat hamil dipicu lonjakan hormon androgen. Kenali bahan yang aman, bahan yang harus dihindari, dan rutinitas yang tidak memperparah.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Mama's Choice Gentle Face Wash untuk kulit berjerawat saat hamil

Kulit yang bersih selama bertahun-tahun bisa tiba-tiba berjerawat saat hamil. Ini bukan tanda Mama salah merawat kulit, ini hormon.

Yang membuat rumit adalah sebagian besar produk jerawat yang biasa dipakai justru tidak dianjurkan selama kehamilan.

Kenapa jerawat muncul saat hamil

Pada trimester pertama, kadar androgen melonjak. Androgen merangsang kelenjar sebasea memproduksi lebih banyak minyak. Minyak berlebih bercampur sel kulit mati menyumbat pori, dan bakteri C. acnes berkembang di dalamnya.

Karena itu jerawat kehamilan cenderung:

  • Muncul paling awal di trimester pertama
  • Terkonsentrasi di rahang, dagu, dan leher
  • Berupa benjolan dalam yang nyeri, bukan komedo di permukaan

Banyak yang membaik pada trimester kedua ketika hormon lebih stabil.

Bahan yang harus dihindari

Hentikan dan konsultasikan:

  • Retinoid topikal: tretinoin, adapalene, retinol, retinyl palmitate
  • Isotretinoin oral: mutlak tidak boleh selama kehamilan
  • Antibiotik oral tertentu: tetrasiklin dan doksisiklin tidak dianjurkan
  • Dosis tinggi asam salisilat, terutama pada perawatan yang luas

Jika Mama sedang menjalani pengobatan jerawat sebelum hamil, jangan berhenti sendiri tanpa bicara dengan dokter, beberapa perlu dihentikan segera, yang lain perlu diganti.

Rutinitas yang aman dan sederhana

Bersihkan dua kali sehari

Mencuci muka berlebihan memicu kulit memproduksi lebih banyak minyak. Dua kali sehari sudah cukup.

Gunakan pembersih tanpa sulfat dan tanpa parfum. Busa yang melimpah bukan tanda bersih, sering justru tanda surfaktan yang terlalu keras. Bahan seperti rice extract membantu membersihkan tanpa mengeringkan.

Tetap pakai pelembap

Ini yang paling sering dilewati. Kulit berminyak yang dikeringkan akan memproduksi lebih banyak minyak lagi. Pilih pelembap ringan yang tidak menyumbat pori.

Pakai sunscreen setiap hari

Peradangan jerawat pada kulit yang sedang lebih mudah berpigmen meninggalkan bekas kehitaman yang membandel. Sunscreen mencegah bekas itu menggelap. Pilih mineral sunscreen dengan zinc oxide atau titanium dioxide, bebas chemical sunscreen yang bisa mengiritasi kulit sensitif.

Pelembap yang sekaligus mengandung SPF menyederhanakan rutinitas, dan rutinitas yang sederhana adalah rutinitas yang dijalani.

Tunggu peradangan reda sebelum mengurus bekasnya

Niacinamide membantu meratakan warna kulit dan menyamarkan bekas kehitaman, dan aman digunakan saat hamil. Tetapi menangani bekas sementara jerawat masih aktif jarang berhasil, redakan dulu peradangannya.

Jangan dipencet

Memencet mendorong isi jerawat lebih dalam, memperpanjang peradangan, dan hampir selalu memperburuk bekasnya.

Hal kecil yang berpengaruh

  • Ganti sarung bantal dua kali seminggu
  • Bersihkan layar ponsel
  • Hindari menyentuh wajah, kebiasaan yang meningkat saat lelah
  • Ikat rambut ke belakang, terutama jika memakai produk rambut berminyak

Kapan ke dokter kulit

Temui dokter jika jerawat Mama:

  • Berupa nodul atau kista yang nyeri di bawah kulit
  • Meninggalkan bekas luka, bukan sekadar bekas kehitaman
  • Tidak membaik setelah 8–12 minggu perawatan yang konsisten
  • Mengganggu secara emosional, ini alasan yang sah, bukan kesia-siaan

Ada pilihan pengobatan yang aman untuk kehamilan, tetapi harus diresepkan oleh tenaga kesehatan yang tahu Mama sedang hamil.

Kenapa Jerawat Muncul Justru Sekarang

Kadar androgen naik selama kehamilan, dan kelenjar minyak merespons dengan memproduksi sebum lebih banyak. Sebum berlebih bercampur sel kulit mati menyumbat pori, dan bakteri yang memang hidup di kulit berkembang di dalamnya.

Polanya khas: paling ramai di trimester pertama, sering mereda memasuki trimester kedua, dan sebagian Mama mengalami gelombang kedua menjelang persalinan.

Kalau Mama tidak pernah berjerawat sebelumnya lalu tiba-tiba berjerawat saat hamil, itu wajar. Begitu pula sebaliknya, sebagian Mama justru mendapati kulitnya paling bersih selama kehamilan.

Bahan yang Aman Dipakai

  • Asam azelaik, paling sering disarankan saat hamil, bekerja pada jerawat sekaligus pada bekas gelapnya
  • Benzoil peroksida kadar rendah, pada area terbatas
  • Asam salisilat kadar rendah dalam produk bilas seperti pembersih wajah
  • Niacinamide: meredakan kemerahan dan mengurangi minyak
  • Sulfur untuk pemakaian setempat

Yang Harus Dihentikan Selama Hamil

Daftar ini tidak bisa ditawar:

  • Isotretinoin oral (Roaccutane): risiko cacat lahirnya sangat tinggi dan sudah pasti
  • Retinoid topikal: tretinoin, adapalene, retinol
  • Antibiotik golongan tetrasiklin: doksisiklin, minosiklin
  • Terapi hormonal seperti spironolakton

Bila Mama sedang memakai salah satunya dan baru mengetahui kehamilan, hubungi dokter. Jangan menunggu kontrol berikutnya, dan jangan pula panik sendiri sebelum berbicara dengan tenaga medis.

Satu hal lagi: krim racikan tanpa daftar bahan adalah risiko yang tidak bisa dinilai. Banyak yang mengandung retinoid atau hidrokuinon tanpa dicantumkan.

Merawat Bekasnya

Bekas jerawat saat hamil cenderung lebih gelap dan bertahan lebih lama, karena kehamilan membuat kulit lebih mudah memproduksi pigmen.

Yang membantu: sunscreen setiap pagi, tanpa ini, bekas jerawat akan terus menggelap. Asam azelaik dan vitamin C dapat membantu memudarkannya.

Yang tidak membantu: memencet. Ini memperdalam peradangan dan memperbesar kemungkinan bekasnya menetap.

Kapan ke Dokter Kulit

Bila jerawat meradang, terasa nyeri, berupa benjolan besar di bawah kulit, atau mulai meninggalkan bekas cekung, jangan menunggu sampai melahirkan. Ada pilihan resep yang aman untuk kehamilan, dan menanganinya lebih awal mencegah bekas permanen.

Ringkasnya

Asam azelaik, pembersih lembut, sunscreen setiap pagi, dan hentikan semua retinoid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kapan jerawat kehamilan biasanya muncul?
Paling sering pada trimester pertama, ketika kadar androgen melonjak dan produksi minyak meningkat. Banyak yang membaik sendiri pada trimester kedua, meski sebagian bertahan sepanjang kehamilan.
Bahan jerawat apa yang tidak boleh dipakai saat hamil?
Hindari retinoid dan asam retinoat termasuk tretinoin dan adapalene, serta isotretinoin oral. Antibiotik oral tertentu juga tidak dianjurkan. Konsultasikan setiap obat jerawat dengan tenaga kesehatan sebelum melanjutkan.
Apakah boleh memencet jerawat saat hamil?
Sebaiknya tidak, sama seperti di luar kehamilan. Memencet mendorong isi jerawat lebih dalam, memperpanjang peradangan, dan meningkatkan risiko bekas kehitaman yang lebih sulit hilang karena kulit sedang lebih mudah berpigmen.

Sumber

  • Mama's Choice — uji penggunaan konsumen 2022 (n=30)

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

Gentle Face Wash

Best seller·Beauty

Gentle Face Wash

Rp 96.900Rp 119.000hemat 19%

4.9 · 215 ulasan

Daily Protection Face Moisturizer

Beauty

Daily Protection Face Moisturizer

Rp 134.900Rp 139.000hemat 3%

4.9 · 160 ulasan

Advanced Brightening Serum

Beauty

Advanced Brightening Serum

Rp 174.900Rp 209.000hemat 16%

4.9 · 195 ulasan

Baca juga