Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Memakai Hand Sanitizer yang Aman untuk Makan

Hindari kesalahan-kesalahan berikut saat menggunakan hand sanitizer. Ini cara yang aman untuk memakai hand sanitizer sebelum makan!

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Cara Memakai Hand Sanitizer yang Aman untuk Makan

Saat bepergian, saya selalu membersihkan tangan anak dengan hand sanitizer sebelum ia makan camilannya. Tapi suatu waktu pernah terbesit pertanyaan, sebenarnya hand sanitizer yang kami pakai aman nggak sih untuk makan? Kan hand sanitizer ini mengandung alkohol?, Mama Angel

Apakah Aman Memegang Makanan Setelah Memakai Hand Sanitizer?

Hand sanitizer saat ini sudah jadi benda yang wajib dimiliki di tas. Apalagi setelah adanya pandemi Covid-19, menjaga kebersihan dan kesehatan semakin menjadi prioritas. Saat bepergian dan sulit menemukan fasilitas mencuci tangan, hand sanitizer dapat menjadi alternatif pembersih.

Kenali Komposisi Hand Sanitizer

Hand sanitizer pada umumnya mengandung 60%-70% alkohol jenis ethanol atau propanol, sesuai jumlah yang dianjurkan WHO untuk membunuh bakteri, virus, dan jamur. Perlu diingat juga bahwa alkohol merupakan bahan kimia keras yang mudah terbakar dan merusak kulit.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Alkohol yang Aman untuk Kulit

Memegang makanan setelah memakai hand sanitizer sendiri terbilang cukup aman asalkan sudah mengering seutuhnya. Namun menjadi tidak aman jika hand sanitizer belum mengering, atau apabila pengaplikasiannya kurang merata hingga ke seluruh sela-sela jari.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari kesalahan menggunakan hand sanitizer berikut ini.

Kesalahan Menggunakan Hand Sanitizer

  • Tidak menyadari bahwa hand sanitizer beralkohol merupakan bahan kimia keras

  • Menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol pada kulit terluka, terbakar, dan iritasi

  • Memakai dan menyimpan hand sanitizer di dekat bahan mudah terbakar

  • Tidak menunggu hand sanitizer benar-benar kering sebelum memegang makanan

  • Memakaikan hand sanitizer beralkohol pada anak bayi dan balita

Kesalahan Menggunakan Hand Sanitizer

Penggunaan hand sanitizer beralkohol pada bayi dan balita memiliki risiko tinggi untuk membuat mereka keracunan, sebab bayi dapat memasukkan tangan ke mulut kapan saja dan tidak sabar untuk memakan camilan saat mereka lapar.

“Hanya dengan memasukkan tangan ke dalam mulut setelah menggunakan hand sanitizer yang belum kering seutuhnya dapat menyebabkan bayi keracunan alkohol”, Patricia Garcia, M.D., dokter anak di Connecticut Children’s Medical Center.

Selain itu, penggunaan alkohol terus menerus yang berlebihan untuk membersihkan tangan akan merusak permukaan pelindung kulit dan membuat pori-pori terbuka. Itulah sebabnya banyak orang mengeluhkan masalah kulit kering dan kasar, bahkan mengelupas setelah menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.

Hand Sanitizer yang Aman untuk Anak & Bayi Makan

Sebab hand sanitizer ini memiliki bahan yang lebih lembut untuk membersihkan kuman, dan karenanya lebih aman untuk kulit sensitif bayi dan anak.

Mama juga dapat menggunakannya sebelum menyentuh bayi atau makanan Si Kecil.

Lebih Cermat Menjaga Kesehatan

Yuk jaga kesehatan dan keamanan Si Kecil dengan selalu waspada terhadap produk yang Mama pakai.

Artikel Terkait: Alasan Memilih Sabun Cuci Alat Makan yang Food Grade

Kapan Hand Sanitizer Benar-Benar Diperlukan

Perlu disampaikan lebih dulu, karena tanpa ini artikel apa pun tentang sanitizer menyesatkan.

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pilihan pertama, selalu. Hand sanitizer adalah pengganti untuk situasi ketika sabun dan air tidak tersedia, di perjalanan, di kendaraan, atau saat sedang menggendong bayi di tempat umum.

Dan bila tangan terlihat kotor atau berminyak, sanitizer tidak bekerja sama sekali. Kotoran yang terlihat harus dicuci.

Apa Arti "Food Grade"

Istilah ini menunjukkan bahan-bahannya termasuk yang dinilai aman bila bersentuhan dengan makanan atau tertelan dalam jumlah kecil.

Itu berguna dalam konteks tertentu: tangan yang akan memegang makanan, dan terutama tangan anak kecil yang berkali-kali masuk ke mulut.

Yang perlu diluruskan: "food grade" bukan berarti bisa diminum, dan bukan berarti lebih efektif membunuh kuman. Ia berbicara tentang keamanan bahan, bukan tentang daya bunuhnya.

Seberapa Efektif Sebenarnya

Bila yang dinilai murni kemampuan membunuh mikroba, sanitizer berbahan dasar alkohol minimal 60 persen adalah yang paling efektif dan paling banyak diteliti.

Formula tanpa alkohol umumnya memakai benzalkonium klorida. Ia efektif terhadap banyak bakteri, tetapi kurang kuat dibanding alkohol terhadap sebagian virus, termasuk norovirus, penyebab muntaber yang sering menyebar di penitipan anak.

Artinya, ketika ada anggota keluarga yang diare atau muntah, atau setelah mengganti popok anak yang sedang sakit perut, yang dibutuhkan adalah sabun dan air.

Kelebihan formula tanpa alkohol ada di tempat lain: lebih aman bila terjilat anak kecil, tidak perih di kulit yang pecah, dan tidak mengeringkan pada pemakaian yang sangat sering.

Cara Memakainya yang Sering Keliru

Takaran yang cukup adalah yang membuat seluruh permukaan tangan basah, dan digosok sampai benar-benar kering, sekitar 20 detik. Mengelapnya dengan tisu sebelum kering menghapus sebagian besar efeknya.

Jangan lupa punggung tangan, sela jari, dan ibu jari. Ketiganya paling sering terlewat.

Menyimpan dan Mengawasi

Simpan di tempat yang tidak terjangkau anak, termasuk yang tanpa alkohol, bahan aktifnya tetap tidak untuk ditelan, dan botol beraroma buah menarik untuk dijilat.

Awasi pemakaiannya sampai anak cukup besar untuk tidak memasukkan tangan ke mulut setelah dioleskan, dan pastikan sudah kering sebelum ia menyentuh makanan.

Bila anak menelan sanitizer lebih dari sekadar jilatan, atau tampak mengantuk berat, hubungi tenaga kesehatan.

"Food Grade" Bukan Berarti Aman Ditelan

Istilah ini sering dibaca sebagai izin untuk tidak khawatir bila tangan yang baru disemprot masuk ke mulut. Itu keliru.

Food grade menunjukkan bahan yang diizinkan bersentuhan dengan makanan, bukan bahwa produknya aman dikonsumsi, dan bukan pula bukti bahwa produk itu efektif membunuh kuman.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir adalah pilihan utama. Sabun mengangkat kotoran dan kuman, lalu terbawa hilang bersama air, dan itu tidak meninggalkan apa pun di tangan.

Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan hand sanitizer sesuai label, di bawah pengawasan orang dewasa, dan jangan biarkan anak menelannya. Menelan hand sanitizer, terutama yang berbasis alkohol, dapat menyebabkan keracunan pada anak kecil. Simpan di tempat yang tidak terjangkau.

Untuk bayi yang tangannya sering masuk ke mulut, sabun dan air tetap yang paling masuk akal.

Sumber:

Thewholeportion.com

Paulaschoice.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga