Eksim Saat Hamil: Cara Meredakan dengan Aman
Eksim sering kambuh atau muncul pertama kali saat hamil. Kenali pemicunya, perawatan yang aman untuk ibu hamil, dan kapan perlu ke dokter.

Bercak kulit yang kering, merah, bersisik, dan sangat gatal bisa muncul saat hamil bahkan pada Mama yang tidak pernah mengalaminya sebelumnya. Ini kondisi kulit yang paling sering ditemukan pada kehamilan, dan sebagian besar kasusnya justru kemunculan pertama, bukan kekambuhan.
Kenapa eksim muncul atau memburuk saat hamil
Selama kehamilan, sistem imun bergeser agar tubuh tidak menolak janin. Pergeseran itu cenderung mengaktifkan jalur imun yang sama yang mendasari kondisi atopik seperti eksim, asma, dan rinitis alergi.
Ditambah faktor lain: kulit yang lebih kering karena cairan dialihkan, sawar kulit yang menipis karena peregangan, dan meningkatnya sensitivitas terhadap bahan yang sebelumnya aman.
Sebagian Mama justru mengalami perbaikan saat hamil. Arahnya tidak bisa diprediksi.
Di mana biasanya muncul
Paling sering di lipatan siku dan lutut, leher, kelopak mata, dan tangan. Pada kehamilan, perut dan area yang meregang juga sering terkena.
Perawatan harian yang meredakan
Prinsipnya satu: perbaiki sawar kulit, dan hindari yang merusaknya.
Lembapkan sering, lebih sering dari yang terasa perlu. Dua kali sehari adalah minimum; pada kulit atopik, empat kali sehari tidak berlebihan. Pilih formula tanpa parfum dan tanpa alkohol.
Mandi singkat dengan air suam-suam kuku. Air panas memberi kelegaan sesaat lalu memperparah. Batasi 10 menit.
Tepuk kering, jangan digosok, lalu lembapkan dalam tiga menit.
Ganti sabun. Sabun antibakteri dan berparfum kuat termasuk pemicu paling umum. Gunakan pembersih yang lembut dan tanpa pewangi.
Pakai katun longgar. Wol dan bahan sintetis yang menempel memperburuk gatal.
Bilas cucian dua kali. Sisa deterjen pada pakaian adalah pemicu yang sering terlewat.
Jaga ruangan tidak terlalu kering. AC sepanjang malam memperparah.
Kompres dingin meredakan gatal tanpa merusak kulit seperti garukan.
Yang perlu dibicarakan dengan dokter
Eksim sedang hingga berat biasanya membutuhkan lebih dari pelembap. Yang penting: jangan memulai atau menghentikan obat sendiri saat hamil.
- Kortikosteroid topikal potensi rendah sampai sedang umumnya dapat digunakan di bawah pengawasan
- Beberapa obat sistemik untuk eksim tidak dianjurkan selama kehamilan
- Jika Mama sudah memakai obat eksim sebelum hamil, bicarakan sebelum melanjutkan
Menghentikan pengobatan mendadak sering memicu kekambuhan yang lebih berat, jadi keputusannya perlu diambil bersama tenaga kesehatan.
Kapan harus segera diperiksakan
- Kulit pecah, mengeluarkan cairan, berkerak kuning, atau terasa panas, tanda infeksi
- Gatal hebat tanpa ruam, terutama telapak tangan dan kaki pada trimester ketiga, ini bukan eksim dan perlu dipastikan bukan kolestasis kehamilan
- Ruam menyebar cepat disertai demam
- Gatal mengganggu tidur secara serius
Setelah melahirkan
Banyak Mama membaik setelah hormon stabil. Sebagian mengalami kekambuhan pada masa menyusui, terutama eksim tangan akibat sering mencuci tangan dan peralatan. Melembapkan tangan setiap habis cuci tangan membantu lebih dari yang diperkirakan.
Kenapa Eksim Berubah Saat Hamil
Kehamilan menggeser sistem imun. Sebagian Mama mendapati eksimnya justru membaik; lebih banyak yang mengalami kebalikannya.
Ada juga bentuk yang baru muncul pertama kali saat hamil. Namanya atopic eruption of pregnancy, dan ini adalah kondisi kulit kehamilan yang paling sering ditemui. Biasanya muncul pada paruh pertama kehamilan sebagai bercak kering dan gatal di wajah, leher, dada, atau lipatan siku dan lutut.
Kabar baiknya: kondisi ini tidak berbahaya bagi janin, dan umumnya membaik setelah melahirkan.
Perawatan Harian yang Menahan Kekambuhan
Emolien, sesering yang dibutuhkan. Ini fondasinya. Oleskan setelah mandi dan setiap kali kulit terasa kencang, untuk eksim, dua kali sehari sering tidak cukup.
Mandi singkat dengan air suam-suam kuku. Air panas melegakan gatal selama beberapa detik, lalu memperburuknya selama berjam-jam.
Pembersih tanpa sabun dan tanpa parfum. Sabun batangan biasa bersifat basa dan merusak sawar kulit yang sudah lemah.
Katun longgar. Wol dan bahan sintetis yang ketat memicu gatal.
Kenali pemicu Mama sendiri. Yang paling umum: keringat, debu rumah, deterjen berparfum, udara kering dari AC, dan stres.
Obat yang Boleh dan yang Perlu Ditanyakan
Soal obat paling sering membuat ragu, dan ketakutannya sering kali lebih besar daripada risikonya.
Kortikosteroid topikal potensi ringan sampai sedang umumnya dinilai aman digunakan selama kehamilan bila dipakai sesuai anjuran, pada area terbatas, dan tidak terus-menerus. Menghindarinya sama sekali sering berujung pada eksim yang tidak terkendali, dan garukan, luka, serta infeksi kulit membawa risikonya sendiri.
Yang perlu dibicarakan dulu dengan dokter: kortikosteroid potensi sangat kuat, obat imunosupresan oral, dan terapi cahaya.
Yang sebaiknya tidak dipakai tanpa pengawasan: krim racikan tanpa label bahan yang jelas. Krim "dokter" tanpa keterangan kandungan adalah risiko yang tidak bisa dinilai.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan bila kulit yang tergaruk mulai bernanah, berkerak kuning, terasa panas, atau disertai demam, itu tanda infeksi.
Dan seperti semua gatal saat hamil: gatal hebat tanpa ruam, terutama di telapak tangan dan kaki pada trimester ketiga, bukan eksim. Itu tanda yang perlu diperiksa hari itu juga.
Ringkasnya
Emolien sesering mungkin, air suam-suam kuku, hindari parfum, dan jangan takut memakai kortikosteroid ringan yang memang diresepkan untuk kehamilan.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Kenapa eksim kambuh saat hamil?
- Sistem imun bergeser selama kehamilan untuk menoleransi janin, dan pergeseran itu dapat memicu kondisi kulit atopik. Eksim adalah keluhan kulit paling umum pada kehamilan, dan sekitar delapan dari sepuluh kasus muncul pertama kali saat hamil.
- Apakah krim kortikosteroid aman untuk ibu hamil?
- Kortikosteroid topikal berpotensi rendah sampai sedang umumnya dianggap dapat digunakan pada kehamilan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Yang perlu dihindari adalah pemakaian jangka panjang pada area luas tanpa pengawasan. Jangan memulai atau menghentikan sendiri.
- Apakah eksim saat hamil menular ke bayi?
- Eksim tidak menular. Namun kecenderungan atopik diturunkan, sehingga anak dari orang tua dengan riwayat eksim, asma, atau alergi lebih berisiko mengalaminya.
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.



