Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Deodoran Saat Hamil: Aman Dipakai, dan Kenapa Justru Penting

Keringat dan bau badan berubah saat hamil karena volume darah naik hampir separuh. Penjelasannya, dan cara memilih deodoran yang aman.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit 4 menit baca
Ibu hamil tertawa sambil memegang ponsel

Ada satu keluhan yang jarang diucapkan Mama di grup kehamilan, tapi hampir selalu muncul kalau ditanya langsung: badan terasa lebih mudah berkeringat, dan baunya berbeda.

Ini bukan perasaan Mama saja. Ada penjelasan fisiologisnya, dan penjelasan itu juga menerangkan kenapa deodoran justru lebih dibutuhkan sekarang daripada sebelum hamil.

Kenapa Mama lebih banyak berkeringat saat hamil

Beberapa hal terjadi bersamaan.

Volume darah naik hampir separuh. Selama kehamilan, tubuh memproduksi darah jauh lebih banyak untuk memasok rahim dan janin. Darah yang lebih banyak berarti panas yang lebih banyak harus dibuang, dan cara utama tubuh membuang panas adalah lewat keringat.

Laju metabolisme meningkat. Tubuh Mama sedang menjalankan dua pekerjaan sekaligus. Mesin yang bekerja lebih keras menghasilkan lebih banyak panas.

Hormon mengubah kelenjar keringat. Kelenjar apokrin, kelenjar keringat yang terletak di ketiak dan lipatan tubuh, bereaksi terhadap perubahan hormon. Keringat dari kelenjar ini lebih pekat, dan justru keringat inilah yang diurai bakteri kulit menjadi bau.

Perlu dicatat: keringat sendiri hampir tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di permukaan kulit mengurai komponen dalam keringat. Ini penting, karena menentukan cara kerja produk yang Mama pilih.

Kenapa baunya terasa lebih menyengat

Selain produksi keringat yang naik, ada faktor kedua yang sering dilupakan: indra penciuman Mama sendiri menajam saat hamil.

Hiperosmia, istilah untuk penciuman yang menjadi lebih peka, sangat umum pada trimester pertama. Artinya sebagian dari "bau badan yang makin parah" sebenarnya adalah Mama yang mencium apa yang dulu tidak tercium.

Keduanya nyata. Dan keduanya bisa diatasi.

Bedanya deodoran dan antiperspirant

Dua kata ini sering dipakai bergantian, padahal cara kerjanya berbeda.

Deodoran menangani baunya. Ia mengurangi jumlah bakteri di permukaan kulit, atau menetralkan bau yang dihasilkan bakteri. Keringat tetap keluar.

Antiperspirant mengurangi keringatnya. Umumnya menggunakan garam aluminium yang untuk sementara menyempitkan saluran kelenjar keringat.

Banyak produk menggabungkan keduanya. Yang perlu Mama pahami: kalau masalahnya bau, deodoran sudah cukup. Kalau masalahnya baju basah dan tidak nyaman, barulah fungsi antiperspirant terasa gunanya.

Soal aluminium

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya lebih tenang daripada yang beredar di media sosial.

Kekhawatiran soal garam aluminium dan risiko kesehatan jangka panjang sudah diteliti berkali-kali, dan badan-badan kesehatan besar sampai hari ini tidak menemukan bukti yang cukup untuk menyatakan hubungan sebab-akibat.

Meski begitu, banyak Mama memilih menghindarinya saat hamil. Bukti bahayanya tidak ada. Alasannya prinsip sederhana: selama masa ini, kurangi yang memang tidak diperlukan. Itu pilihan yang sah, dan tidak perlu dibela dengan klaim yang berlebihan.

Kalau Mama memilih tanpa aluminium, cari produk yang bekerja pada bakteri penyebab bau, bukan yang sekadar menutupinya dengan parfum.

Kulit ketiak sedang lebih sensitif

Selama hamil, kulit cenderung lebih reaktif. Produk yang dulu aman-aman saja bisa mulai terasa perih, terutama setelah mencukur. Yang paling sering jadi penyebab:

Alkohol berkadar tinggi. Membuat produk cepat kering, tapi juga menarik kelembapan dari kulit yang sudah tipis di area ini.

Parfum pekat. Salah satu pemicu iritasi kulit paling umum, dan penciuman Mama yang sedang menajam membuatnya terasa dua kali lebih kuat.

Baking soda berlebih. Populer di deodoran "natural", tetapi pH-nya jauh lebih basa daripada kulit dan cukup sering memicu kemerahan.

Kenapa ketiak menggelap

Banyak Mama baru menyadari ketiaknya menggelap justru saat hamil. Penyebabnya sama dengan yang membuat garis gelap muncul di perut: hormon kehamilan merangsang sel pigmen bekerja lebih aktif, dan area lipatan tubuh paling terpengaruh.

Gesekan dan mencukur menambah beban. Kulit yang berulang kali teriritasi merespons dengan memproduksi lebih banyak pigmen, istilahnya hiperpigmentasi pasca-inflamasi.

Artinya, produk yang tidak mengiritasi bukan sekadar soal kenyamanan. Ia ikut menentukan seberapa gelap ketiak Mama menjadi.

Beberapa bahan yang sering dicari untuk area ini:

Niacinamide, bentuk vitamin B3 yang dikenal membantu meratakan warna kulit.

Ekstrak lemon, sumber vitamin C alami.

Mineral Laut Mati, mineral magnesium yang bekerja pada bau badan, bukan pada produksi keringat.

Ketiganya adalah bahan yang menyusun formula Dry Serum Deodorant Mama's Choice, yang dirancang untuk kulit ketiak yang sedang lebih sensitif selama kehamilan dan menyusui. Pada polling deodoran natural di komunitas theAsianparent Indonesia, media yang satu grup dengan Mama's Choice namun beroperasi independen, Juni 2022 (n=631), deodoran kami menjadi merek yang paling banyak dipilih dengan 29% suara.

Cara memakainya supaya benar-benar bekerja

Pakai pada kulit yang bersih dan kering. Deodoran pada kulit lembap tidak menempel dengan baik.

Jangan pakai tepat setelah mencukur. Beri jeda beberapa jam. Kulit yang baru dicukur punya luka-luka mikro yang membuat bahan apa pun terasa perih.

Malam hari sebelum tidur juga waktu yang baik, terutama untuk produk yang mengurangi keringat, kelenjar keringat paling tidak aktif saat Mama tidur.

Cukur searah pertumbuhan rambut, atau pertimbangkan tidak mencukur sama sekali untuk sementara. Gesekan berkurang, pigmentasi ikut berkurang.

Pilih bahan yang menyerap keringat. Katun dan bahan alami lain jauh lebih membantu daripada bahan sintetis yang rapat.

Kapan sebaiknya berkonsultasi

Sebagian besar perubahan keringat saat hamil normal. Tetapi hubungi tenaga kesehatan bila Mama mengalami:

  • Berkeringat sangat berlebihan disertai jantung berdebar, gemetar, atau berat badan turun, ini bisa berkaitan dengan gangguan tiroid, yang memang lebih sering muncul saat hamil
  • Keringat malam yang berat disertai demam
  • Ruam, kemerahan, atau nyeri yang tidak membaik setelah menghentikan produk

Untuk semua yang lain: badan Mama sedang bekerja sangat keras, dan berkeringat lebih banyak adalah tanda mesinnya berjalan sebagaimana mestinya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah deodoran aman digunakan saat hamil?
Deodoran yang bekerja dengan mengurangi bakteri penyebab bau umumnya aman. Yang perlu diperhatikan adalah kandungannya, hindari produk dengan alkohol tinggi dan parfum kuat yang bisa memicu iritasi pada kulit yang sedang lebih sensitif.
Kenapa bau badan saya berubah saat hamil?
Volume darah naik hingga hampir 50% dan laju metabolisme meningkat, sehingga tubuh memproduksi lebih banyak panas dan keringat. Indra penciuman yang menajam saat hamil juga membuat Mama lebih peka terhadap bau yang sebelumnya tidak terasa.
Kenapa ketiak saya menghitam saat hamil?
Hormon kehamilan merangsang sel pigmen bekerja lebih aktif di area lipatan tubuh. Gesekan dan mencukur juga memperparahnya. Warnanya biasanya memudar beberapa bulan setelah melahirkan.
Apakah perlu berhenti memakai deodoran menjelang persalinan?
Tidak ada anjuran khusus untuk berhenti. Namun bila Mama dijadwalkan operasi, ikuti instruksi rumah sakit soal produk yang boleh dipakai pada hari tindakan.

Sumber

  • Polling komunitas theAsianparent Indonesia tentang deodoran natural — Jun 2022 (n=631)
  • Mama's Choice — komposisi Dry Serum Deodorant: Dead Sea Mineral, Niacinamide, Lemon Extract
  • American College of Obstetricians and Gynecologists — perubahan fisiologis selama kehamilan

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

150 ribu+ terjual/tahunDry Serum Deodorant

Hygiene & Feminine Care

Dry Serum Deodorant

Rp 91.000Rp 169.000hemat 46%

4.9 · 303 ulasan

1 juta+ terjualRefreshing Feminine Wash

Best seller·Hygiene & Feminine Care

Refreshing Feminine Wash

Rp 63.000Rp 64.000hemat 2%

4.9 · 94 ulasan

Gentle Face Wash

Best seller·Beauty

Gentle Face Wash

Rp 96.900Rp 119.000hemat 19%

4.9 · 215 ulasan

Baca juga