Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Cara Menggendong Bayi yang Benar Sesuai Usia

Kepala adalah bagian terberat tubuh bayi saat lahir, selalu topang kepala dan lehernya dengan tangan. Temukan cara menggendong bayi yang benar di sini.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Cara Menggendong Bayi yang Benar Sesuai Usia

Untuk orang tua baru, pasti punya banyak pertanyaan mengenai bagaimana cara menggendong bayi yang nyaman, baik untuk yang Mama atau Papa dan juga bayi. Tak jarang dalam beberapa kasus, bayi yang sedang tenang malah menangis karena diangkat untuk digendong. Apakah cara menggendong bayi ada syarat dan langkah-langkahnya?

**Mama Clara, baru saja melahirkan anaknya yang kini baru berusia 2 bulan. Sebagai orang tua baru, Mama Clara masih sering kesulitan untuk menggendong bayi dengan nyaman. Tak jarang, Mama Clara lebih memilih bantuan ibunya jika sang bayi harus digendong.  Apakah Mama atau Papa mengalaminya juga? Jika iya, berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan serta cara menggendong bayi yang benar sesuai usia. Yuk, simak bersama! 

Cara Menggendong Bayi yang Benar Sesuai Usia

Hal yang Perlu Diperhatikan

Mengutip dari Healthline, sebelum menggendong, Mama dan Papa harus melakukan melakukan beberapa langkah, yakni:

  • Pastikan tangan bersih

Sistem imun bayi masih berkembang, sehingga bisa saja kuman yang ada pada tangan orang dewasa membuatnya sakit. Pastikan orang-orang yang hendak menggendong bayi mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu.

  • Usahakan senyaman mungkin

Kenyamanan adalah hal paling penting dalam usaha menggendong si kecil. Tak hanya sekadar nyaman, tapi Mama juga harus percaya diri saat menggendong, ya. Jika Mama adalah orang tua baru, perlu waktu sekitar 5 menit untuk merasa nyaman saat menggendong bayi pertama. Merasa aneh itu biasa, kok.

  • Perhatikan teknik menggendong

Saat menggendong bayi, sangat penting untuk selalu menopang kepala dan lehernya dengan tangan. Bagaimanapun, kepala bayi adalah bagian terberat dari tubuhnya saat lahir. Berikan perhatian khusus ke fontanel bayi, yang merupakan titik lunak pada ubun-ubun kepalanya.

Cara Menggendong Bayi Sesuai Usia

Nah, untuk mengetahui bagaimana cara menggendong bayi sesuai usianya, Raising Baby menguraikannya dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Usia baru lahir hingga 2 bulan

Bayi yang baru lahir belum bisa menopang kepalanya, karena ototnya belum sempurna. Karena itu, Mama perlu menyelipkan satu tangan antara kepala dan leher bayi serta meletakkan tangan lain untuk menopang punggung dan bokongnya.  Pada usia rentan seperti ini, Mama bisa meletakkan bayi di dada. Kemudian secara perlahan mengubah posisi dengan cara menopang bagian punggung, leher, dan kepala bayi dengan satu lengan.  Mama juga bisa menggendong dengan posisi tegak dengan tahapan mengangkat tubuh bayi secara perlahan dan letakkan pada bahu dengan posisi tengkurap. Setelah itu, gunakan satu tangan untuk menopang kepala dan tangan lainnya untuk menopang tubuh bayi pada bagian bawah.

  • Usia 3-4 bulan

Untuk usia 3-4 bulan, Mama bisa perlahan mengangkat kepalanya sambil sesekali mencoba menggendong bayi dengan posisi duduk menghadap ke depan. Mama juga bisa menopang dan membantu posisi kepala bayi dengan tangan agar lebih nyaman. 

  • Usia 5-6 bulan

Bayi yang berusia 5 hingga 6 bulan biasanya sudah bisa menopang kepalanya sendiri sehingga Mama juga sudah sudah mulai bisa menggunakan gendongan bayi.**Gendongan bayi dapat mempermudah aktivitas Mama selagi menjaga bayi tetap berada di dekapan Mama. 

Mama juga bisa menggendong bayi dengan posisi menghadap ke depan atau dengan posisi kaki bayi melingkar pada pinggang, sehingga kepalanya bisa Mama topang hanya dengan satu tangan.

  • Usia 7 bulan ke atas

Bayi yang berusia 7 bulan ke atas biasanya sudah bisa mengangkat bahu dan kepalanya sendiri sehingga lebih mudah bagi Mama untuk menggendongnya. Namun, Mama bisa saja kok masih menggunakan Baby Carrier dari Mama’s Choiceuntuk anak pada usia ini. 

Selain membantu posisi bayi tetap sesuai selama dalam dekapan, Mama juga bisa sembari melakukan berbagai macam aktivitas seperti berjalan-jalan dan melakukan pekerjaan rumah. 

Gunakan Gendongan yang Aman dan Nyaman!

Seiring dengan bertambahnya usia dan berat badan anak, Mama pasti mulai merasakan lelah dan pegal saat harus menggendongnya. Terlebih jika Mama harus menggendong anak sembari mengerjakan pekerjaan lain. Untuk itu, Mama butuh alat bantu berupa gendongan bayi nih, Ma! Gendongan bayi hadir dengan berbagai macam jenis pilihan di pasaran. Namun, Mama harus cermat dalam memilih gendongan. Pilihlah gendongan yang cocok untuk segala aktivitas dan bisa digunakan untuk bayi hingga batita.

Mama’s Choice All in 1 Baby Hipseat Carrier hadir sebagai solusi untuk Mama! Dirancang sesuai panduan International Hip Dysplasia Institute (IHDI), Mama tidak perlu khawatir pegal dan sakit panggul karena dipastikan aman dan nyaman. Selain itu, All in 1 Baby Hipseat Carrier juga dilengkapi dengan headrest yang bisa bantu melindungi leher bayi dan pengaman di bagian kaki.

Gendongan Bayi Multifungsi

Istimewanya, **Mama’s Choice All in 1 Baby Hipseat Carrier**dapat digunakan dari **usia bayi 0 bulan sampai 3 tahun dan mampu menopang bayi hingga berat badan 15kg!**Jadi, Mama dapat berhemat dengan hanya perlu membeli satu gendongan saja untuk Si Kecil dan tidak perlu membeli gendongan lagi saat dirinya membesar. Gendongan ini dapat digunakan dengan 12 cara sesuai dengan kebutuhan. Untuk cara penggunaannya, Mama bisa simak infografis di bawah ini ya:

Tunggu apa lagi, Ma? Yuk segera check out Mama’s Choice All in 1 Baby Hipseat Carrier sebelum promonya habis!

Usahakan untuk selalu menggendong si kecil dalam keadaan yang nyaman meski Mama sendiri butuh waktu untuk mencari posisi menggendong yang nyaman. Selamat mencoba ya, Ma!

Gunakan Gendongan yang Aman dan Nyaman!

Jalan Napas Paling Menentukan

Kekhawatiran terbesar saat menggendong bayi baru lahir adalah jalan napas yang terhambat. Leher bayi jauh lebih tahan daripada yang dikira.

Kepala dan leher bayi baru lahir memang harus selalu disangga karena kontrol kepalanya belum matang, itu benar. Tetapi risiko yang paling nyata muncul ketika dagu bayi menempel ke dada atau wajahnya tertutup kain, tubuh penggendong, atau payudara. Posisi itu dapat menutup jalan napas tanpa suara.

Jadi aturannya sederhana: wajah Si Kecil harus selalu terlihat, dagunya tidak menempel ke dada, dan hidung serta mulutnya bebas.

Menggendong Justru Dianjurkan

Jangan salah paham dari peringatan di atas: bayi tidak akan "manja" karena sering digendong.

Kontak kulit ke kulit dan menggendong adalah bagian normal dari perawatan bayi baru lahir. Keduanya membantu bonding, menstabilkan suhu dan detak jantung bayi, mendukung menyusui, dan menenangkan bayi yang rewel. Yang perlu dijaga hanyalah posisinya.

Soal Gendongan dan Usia

Tidak ada usia yang menjadi batas mutlak untuk sebuah posisi. Yang menentukan adalah kontrol kepala dan leher Si Kecil, ukuran tubuhnya, dan petunjuk gendongan yang Mama pakai.

Sebagai gambaran, NHS menyebut bayi umumnya baru cukup kuat menopang kepala dan punggung untuk digendong di posisi belakang (back carry) sekitar usia 6 bulan. Untuk gendongan depan, ikuti batas berat dan usia minimum pada manual produknya.

Punggung Mama Juga Perlu Ditopang

Menggendong berjam-jam setiap hari terasa di punggung bawah dan bahu, terutama pada minggu-minggu awal setelah melahirkan.

Postpartum Adjustable Corset membantu menopang punggung dan perut di masa itu, sehingga beban menggendong tidak sepenuhnya ditahan otot punggung yang sedang pulih.

Sumber

Healthline.com

Raisingchildren.net.au

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

Baby Hipseat Carrier

Perlengkapan Bayi

Baby Hipseat Carrier

Rp 394.145Rp 489.000hemat 19%

4.0 · 4 ulasan

Baca juga