Cara Mencuci Baju Bayi dengan Mesin Cuci yang Benar & Aman
Setelah Si Kecil lahir, Mama tentu akan disibukkan untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari menyiapkan makanan hingga mencuci baju bayi.

Setelah Si Kecil lahir, Mama tentu akan disibukkan untuk memenuhi kebutuhannya. Mulai dari menyiapkan makanan hingga mencuci baju bayi. Sebenarnya, cara mencuci baju bayi yang benar tidak jauh berbeda dengan baju orang dewasa. Namun, Mama tetap harus memerhatikan cara mencuci baju bayi agar Si Kecil tetap merasa nyaman dengan pakaian yang digunakan.
Cara Mencuci Baju Bayi dengan Mesin Cuci
Kali ini, kami akan membagikan cara mencuci baju bayi yang benar untuk Mama terapkan di rumah. Simak ulasannya berikut ini ya, Ma!
1. Pisahkan baju Si Kecil yang ingin dicuci
Sebagian besar orang tua memilih untuk mencuci baju Si Kecil secara terpisah dengan pakaian mereka. Tujuannya untuk meminimalkan penularan penyakit kulit kepada Si Kecil. Selain itu, Mama juga perlu memisahkan baju yang kotor atau bernoda. Mama dapat membersihkan nodanya terlebih dahulu sebelum mencuci baju Si Kecil dengan mesin cuci.
2. Perhatikan petunjuk pencucian pada label baju
Jika masih bingung cara mencuci baju si Kecil yang benar, Mama bisa menyontek dari label pada bajunya. Beberapa bahan baju memiliki petunjuk khusus saat mencuci agar tidak mudah rusak.
3. Perhatikan suhu air saat mencuci baju bayi
Baju Si Kecil dapat dicuci menggunakan air panas hingga hangat, di antara suhu 30-40 derajat Celcius. Namun, Mama tetap harus memerhatikan anjuran suhu saat mencuci pada petunjuk label baju Si Kecil.
4. Mencuci baju Si Kecil dengan mesin cuci
Jika Mama memilih untuk mencuci baju Si Kecil dengan mesin cuci, gunakan menu bilas dua hingga tiga kali kali. Saat membilas, lakukan dengan air saja tanpa tambahan deterjen. Tujuannya untuk memastikan deterjen benar-benar terbilas bersih tidak tersisa.
4. Jemur baju bayi di bawah sinar matahari
Mama bisa mengeringkan baju bayi menggunakan mesin cuci. Setelah baju sudah setengah kering, Mama dapat menjemurnya di tempat yang terkena sinar matahari. Jika sudah kering, Mama dapat menyetrikanya menggunakan suhu yang tidak terlalu tinggi untuk menghindari kerusakan baju bayi atau langsung melipat dan menyimpannya ke dalam lemari.
Baca juga: Jangan Cuci Baju Bayi dengan Deterjen Biasa, Ini 4 Bahayanya!
Tips Mencuci untuk Mama

Selain melakukan cara mencuci baju si Kecil yang benar, Mama juga harus ingat bahwa baju yang baru dibeli harus dicuci terlebih dahulu sebelum digunakan, ya! Hal tersebut dapat membantu menghilangkan zat berbahaya atau debu yang dapat mengiritasi kulit si Kecil yang cenderung sensitif.
Mama juga perlu memerhatikan detergen yang Mama gunakan saat mencuci baju si Kecil. Sebaiknya, Mama menggunakan detergen yang lembut dan terbuat dari bahan-bahan alami. Cara ini dapat membantu menghindari Si Kecil dari bahan-bahan toksin yang berbahaya.
Detergen ini memiliki formulasi antibakteri lembut yang dapat secara efektif mengangkat dan membersihkan noda membandel dari baju Si Kecil.

Kandunganekstrak tea tree sebagai agen antibakteri organik dapat membantu menghambat dan membunuh pertumbuhan mikroorganisme. Mama bisa mencampur detergen dengan takaran 1 tutup botol/10 liter air. Kemudian, rendam selama 30 menit hingga noda terangkat sempurna.
Semoga artikel ini dapat membantu Mama, ya!
Artikel terkait: Cara Mencuci & Menjemur Clodi yang Benar serta Pilihan
Kenapa Baju Bayi Perlu Perlakuan Berbeda
Kulit bayi lebih tipis dan sawar pelindungnya belum matang, sehingga sisa deterjen yang tertinggal di serat kain lebih mudah menimbulkan iritasi.
Bayi juga bersentuhan dengan kainnya hampir sepanjang hari, dan sering memasukkan ujung baju atau selimut ke mulut.
Yang paling sering menimbulkan masalah adalah residu: deterjen berlebih, pelembut pakaian, dan parfum.
Mencuci Baju Baru Sebelum Dipakai
Baju baru sebaiknya dicuci lebih dulu, meski terlihat bersih.
Kain baru sering mengandung sisa bahan finishing dari proses produksi, pewarna yang belum stabil, dan debu dari penyimpanan. Sekali cuci menghilangkan sebagian besarnya.
Ini berlaku juga untuk bedong, sarung tangan, dan sprei boks.
Menangani Noda yang Umum
Gumoh dan ASI. Bilas dengan air dingin segera. Air panas justru mengunci protein susu ke dalam serat.
Noda popok. Bersihkan bagian padatnya, rendam dengan air dingin, lalu cuci seperti biasa.
Noda MPASI. Wortel dan bit paling membandel. Menjemur di bawah sinar matahari setelah dicuci sering memudarkannya tanpa pemutih.
Minyak telon. Perlu deterjen langsung pada nodanya sebelum dicuci.
Hindari pemutih klorin pada pakaian bayi. Selain keras untuk kulit, ia melemahkan serat sehingga baju cepat rusak.
Menjemur dan Menyimpan
Sinar matahari membantu mengurangi bakteri dan memudarkan noda, tetapi menjemur terlalu lama membuat warna cepat pudar dan karet cepat rapuh. Jemur sampai kering, lalu angkat.
Pastikan benar-benar kering sebelum disimpan. Lemari yang lembap adalah tempat jamur tumbuh, dan bercak jamur pada kain sulit dihilangkan.
Simpan terpisah dari pakaian dewasa bila deterjen yang dipakai keluarga berbeda.
Kapan Iritasi Bukan Karena Deterjen
Bila ruam muncul di area yang tertutup pakaian dan membaik setelah berganti deterjen, penyebabnya kemungkinan memang deterjen.
Bila ruam muncul di lipatan kulit, area popok, atau wajah, atau tidak membaik setelah dua minggu berganti deterjen, kemungkinan besar penyebabnya lain, dan layak diperiksakan.
Memilih Deterjen Bayi
Yang dicari adalah apa yang tertulis di belakang kemasan. Klaim di bagian depan boleh diabaikan.
Tanpa pewangi, atau pewangi seminimal mungkin. Ini pemicu iritasi paling umum. Tanpa pemutih optik, bahan yang membuat kain tampak lebih putih dengan menempel di serat, dan tetap menempel di kulit bayi. Bilas bersih, yang berarti formula yang tidak meninggalkan lapisan. Terdaftar dengan nomor izin edar yang bisa dicek.
Takaran juga menentukan. Menuang lebih banyak daripada anjuran tidak membuat baju lebih bersih; ia hanya meninggalkan lebih banyak residu, yang justru penyebab masalahnya.
Perlukah Dicuci Terpisah dari Baju Keluarga?
Pada bulan-bulan pertama, memisahkan masuk akal, terutama bila keluarga memakai deterjen berpewangi kuat atau pelembut pakaian.
Setelah beberapa bulan, banyak keluarga beralih memakai satu deterjen lembut untuk semua orang. Itu lebih sederhana, lebih murah, dan menghilangkan risiko baju bayi tercampur residu deterjen dewasa di mesin yang sama.
Yang Perlu Diluruskan
Soal mencuci terpisah. Tidak ada aturan baku bahwa pakaian bayi harus selalu dicuci terpisah. Yang lebih menentukan adalah mengikuti label pakaian dan takaran deterjen, lalu membilas sampai benar-benar bersih, residu deterjen yang tertinggal lebih sering menjadi penyebab iritasi daripada deterjennya sendiri.
Jangan menunggu dua minggu untuk menilai ruam. Ruam yang berat, meluas, melepuh, bernanah, disertai demam, atau membuat Si Kecil tampak sakit perlu diperiksakan hari itu juga, bukan diamati selama dua minggu.
Lokasi ruam saja tidak membuktikan alergi deterjen. Ruam pada area yang tertutup pakaian bisa disebabkan banyak hal: gesekan, keringat, panas, eksim, atau infeksi. Alergi deterjen mungkin, tetapi tidak bisa disimpulkan hanya dari letaknya. Bila Mama curiga, cara yang lebih masuk akal adalah mengganti satu variabel saja dalam satu waktu, dan memeriksakannya bila ruam tidak membaik.
Sumber:
Sumber
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.
