Cara Memerah ASI dengan Tangan, Langkah demi Langkah
Teknik memerah ASI dengan tangan langkah demi langkah. Untuk kolostrum, payudara bengkak, atau saat pompa tidak ada, kadang tangan justru lebih efektif.

Ada keadaan di mana tangan mengalahkan pompa mana pun. Hari-hari pertama setelah melahirkan adalah salah satunya.
Kolostrum keluar dalam jumlah kecil dan kental. Beberapa mililiter yang berharga itu sering tertinggal menempel di dinding corong pompa dan terbuang. Dengan tangan, setiap tetesnya bisa ditampung.
Memerah dengan tangan juga tidak memerlukan apa pun: tidak ada listrik, tidak ada komponen untuk dicuci, dan bisa dilakukan di mana saja.
Kapan tangan lebih baik daripada pompa
- Hari-hari pertama, saat yang keluar masih kolostrum
- Payudara bengkak keras, ketika areola terlalu kencang sehingga corong pompa tidak bisa menempel rapat
- Saluran tersumbat, karena tangan bisa menekan tepat di titik yang mengeras
- Pompa tidak ada: tertinggal, listrik mati, atau sedang bepergian
- Perlu beberapa tetes saja, misalnya untuk melembapkan puting yang lecet
Langkah demi langkah
1. Cuci tangan dan siapkan wadah
Wadah bermulut lebar jauh lebih mudah daripada botol sempit. Untuk kolostrum yang hanya beberapa mililiter, sendok bersih atau spuit kecil sering paling praktis.
2. Hangatkan dan pijat
Kompres hangat dua sampai tiga menit, lalu pijat lembut dari pangkal payudara ke arah puting. Lanjutkan dengan mengurut halus melingkar.
Sama seperti memompa, tujuannya memicu let-down. Tanpa itu, sebanyak apa pun Mama menekan, hasilnya sedikit.
3. Bentuk huruf C
Letakkan ibu jari di atas payudara dan telunjuk di bawahnya, membentuk huruf C, sekitar 2–3 cm di belakang pangkal puting.
Jari tidak menyentuh puting. Menekan puting hanya membuatnya lecet, dan tidak mengeluarkan apa pun, ASI ada di saluran di belakangnya.
4. Tekan ke arah dada
Dorong jari lurus ke arah dada, bukan ke depan. Pada payudara yang besar, angkat sedikit lebih dulu.
5. Tekan dan lepas
Sambil menahan tekanan ke arah dada, satukan ibu jari dan telunjuk dengan tekanan lembut, seperti menggulung ke depan, lalu lepaskan.
Tekan, lepas, tekan, lepas. Berirama, tidak terburu-buru. Jangan menggeser jari di atas kulit; gerakannya menekan di tempat.
Beberapa tekanan pertama mungkin belum mengeluarkan apa-apa. Itu wajar.
6. Putar posisi jari
Setelah beberapa saat, putar posisi huruf C ke arah jam lain, atas-bawah, lalu miring, lalu samping. Saluran ASI tersebar di seluruh payudara, dan satu posisi hanya mengosongkan sebagiannya.
7. Berpindah sisi
Ketika aliran melambat, pindah ke payudara yang lain. Lalu kembali lagi. Berpindah beberapa kali umumnya mengeluarkan lebih banyak daripada bertahan lama di satu sisi.
Total sekitar 20–30 menit untuk keduanya.
Kesalahan yang paling sering
Menjepit puting. Tidak mengeluarkan ASI, dan membuat lecet. Jari harus di belakang areola.
Menggeser jari di atas kulit. Ini mengurut, bukan memerah, dan kulit payudara jadi lecet. Tekan di tempat, lalu lepas.
Menekan terlalu kuat. Menyakitkan dan justru menekan saluran sampai tertutup.
Berhenti terlalu cepat. Beberapa menit pertama sering belum ada hasil karena let-down belum terjadi.
Untuk payudara yang bengkak keras
Ketika payudara membengkak, areola menjadi kencang dan puting seperti tertarik ke dalam. Pada keadaan ini pompa sering tidak bisa menempel, dan bayi pun sulit melekat.
Memerah beberapa mililiter dengan tangan lebih dulu akan melunakkan areola secukupnya, sehingga bayi bisa menyusu atau pompa bisa dipasang. Tidak perlu banyak, cukup sampai areola terasa lentur.
Bila payudara bengkak disertai demam, area yang memerah dan nyeri, segera hubungi bidan atau dokter. Itu bisa jadi mastitis, dan bukan sesuatu yang diselesaikan dengan memerah saja.
Kalau puting sudah telanjur lecet
Beberapa tetes ASI yang dioleskan lalu dibiarkan kering sering membantu untuk lecet ringan. Untuk lecet yang lebih terasa, Intensive Nipple Cream formulanya food grade sehingga tidak perlu dibilas sebelum menyusui.
Tetapi keduanya merawat kulit, bukan memperbaiki penyebabnya. Lecet yang berulang atau tidak membaik hampir selalu berpangkal pada pelekatan, jadi mintalah konselor laktasi atau bidan menilai pelekatan Si Kecil. Dan segera periksakan bila muncul nyeri yang menetap, demam, area payudara yang memerah dan terasa panas, atau luka yang tampak terinfeksi.
Ringkasnya
- Jari membentuk C, 2–3 cm di belakang puting. Jangan menyentuh puting.
- Tekan ke arah dada dulu, baru tekan lembut dan lepas.
- Berirama, di tempat, bukan menggeser di atas kulit.
- Putar posisi jari, dan berpindah sisi saat aliran melambat.
- Untuk kolostrum dan payudara bengkak, tangan sering lebih baik daripada pompa.
Sudah punya pompa dan ingin memastikan pemakaiannya benar? Panduannya ada di sini.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah memerah dengan tangan lebih baik daripada pompa?
- Untuk keadaan tertentu, ya. Kolostrum di hari-hari pertama jumlahnya sedikit dan kental, sehingga sering tertinggal di dalam corong pompa dan terbuang. Saat payudara bengkak keras, tangan juga lebih efektif melunakkan areola sehingga pompa bisa menempel. Untuk memerah rutin dalam jumlah banyak, pompa lebih praktis.
- Berapa lama memerah dengan tangan?
- Sekitar 20–30 menit untuk kedua payudara, berpindah sisi setiap kali aliran melambat. Berpindah-pindah beberapa kali biasanya mengeluarkan lebih banyak daripada bertahan lama di satu sisi.
- Kenapa hanya keluar beberapa tetes?
- Di hari-hari pertama itu normal, kolostrum memang sedikit, dan beberapa mililiter sudah cukup untuk bayi baru lahir yang lambungnya sebesar kelereng. Bila sudah lewat masa itu dan tetap sedikit, biasanya let-down belum terpicu: hangatkan dan pijat lebih dulu.
- Posisi jari yang benar seperti apa?
- Bentuk huruf C, ibu jari di atas dan telunjuk di bawah, sekitar 2–3 cm di belakang pangkal puting, bukan menjepit putingnya. Menekan puting hanya membuatnya lecet dan tidak mengeluarkan ASI.
- Apakah memerah dengan tangan bisa melukai payudara?
- Bila dilakukan dengan menekan ke arah dada lalu menekan lembut, tidak. Yang melukai adalah menarik, menggeser, atau meremas kuat kulit payudara. Gerakannya menekan dan melepas di tempat, bukan mengurut ke depan.
Sumber
- Teknik memerah manual yang umum diajarkan konsultan laktasi (dikenal sebagai teknik Marmet)
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.





