Biar Anak Nggak Gampang Sakit
Menjadi orangtua bisa mengubah sifat kita yang mungkin tadinya santai menjadi hygiene-freak, terutama menyangkut kebersihan perlengkapan si kecil ya, Ma.

Menjadi orangtua bisa mengubah sifat kita yang mungkin tadinya santai menjadi hygiene-freak, terutama menyangkut kebersihan perlengkapan si kecil ya, Ma. Dalam hal ini mainan.
Fakta : bakteri yang nempel di mainan si kecil 5X lebih banyak daripada kamar mandi

Dari penelitian dilakukan sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat, ternyata mainan terdapat 5 kali lebih banyak kuman dan bakteri dibanding dudukan toilet. Ngeri yaa, Ma. Nggak kebayang kalau mainan itu sampai masuk ke mulut si kecil. Bisa-bisa mereka kena diare, infeksi saluran pernapasan, demam, dsb.
Makanya membersihkan mainan adalah rutinitas yang wajib dilakukan. Masalahnya, kandungan pembersih yang ada di pasaran belum tentu aman untuk si kecil. Misalnya kandungan alkohol yang dapat membuat kulit si kecil kering bahkan alergi.
Baca juga: 6 Obat Diare Bayi yang Aman dan Alami untuk Hentikan Mencret
Efek samping alkohol untuk bersihkan mainan anak

Di masa pandemi ini kita harus semakin giat memastikan semua benda yang sering disentuh si kecil bebas dari kuman dan bakteri baik di dalam ataupun di luar rumah agar mereka terhindar dari penyakit.
Sayangnya, hampir semua produk pembersih serbaguna menggunakan alkohol. Tapi tahukah Mama kalau alkohol dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi pada kulit? Kalau alkohol saja bisa membuat kulit orang dewasa menjadi kering dan iritasi, kebayang nggak sih, Ma, kalau alkohol tersentuh kulit bayi yang masih sensitif atau yang memiliki kondisi tertentu seperti eksim?
Selain itu kandungan Klorin pada produk pembersih serbaguna juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan iritasi pada mulut dan mata. Jadi pastikan kandungan pembersih serbaguna bebas alkohol dan klorin yaa, Ma.
3 Cara tepat bersihkan mainan
Lalu bagaimana sih cara yang tepat bersihkan mainan agar si kecil nggak gampang sakit? Simak panduan aman dan efektif yang bisa Mama terapkan.
-
Cuci tangan sebelum menyentuh mainan anak
-
Pisahkan mainan berdasarkan bahan
Kumpulkan mainan berdasarkan bahan untuk memudahkan Mama dalam membersihkannya. Mainan dengan bahan plastik bisa dibersihkan dengan air mengalir lalu keringkan dengan lap bersih. Sedangkan mainan dengan bahan kain, sebaiknya dicuci 3-4 hari sekali.
-
Gunakan cairan pembersih serbaguna tanpa kandungan alkohol & klorin
Sebelum mainan diberikan ke si kecil, semprotkan cairan pembersih serbaguna dengan bahan alami agar mainan terbebas dari kuman dan bakteri.

-
100% natural, tanpa bahan kimia berbahaya seperti alkohol, klorin, paraben, dan pewarna buatan yang menyebabkan iritasi pada kulit bayi
-
Formulanya food grade, sehingga aman dan cocok untuk si kecil
-
Diperkaya Chamomile, Rosemary, Lavender dan Rosehip sebagai antibakteri alami, 3 kali lebih efektif membunuh kuman dan bakteri penyebab penyakit
-
Tidak meninggalkan residu berbahaya
-
Bersertifikat halal
Seberapa Sering Mainan Perlu Dibersihkan
Tidak semua mainan memerlukan perlakuan yang sama, dan membersihkan semuanya setiap hari tidak realistis.
Setiap hari: mainan yang masuk mulut, teether, mainan gigitan, dan mainan bayi yang selalu dipegang.
Seminggu sekali: mainan plastik yang sering dipakai, mainan mandi, dan mainan yang dibawa keluar rumah.
Sebulan sekali: boneka kain dan mainan yang jarang dipakai.
Segera, tanpa menunggu jadwal: setelah anak sakit, setelah dimainkan anak lain, setelah jatuh ke lantai luar atau kena tanah, dan setelah kontak dengan hewan peliharaan.
Cara Membersihkan Menurut Jenis Bahan
Plastik keras. Cuci dengan air hangat dan sabun cuci piring lembut, bilas sampai benar-benar bersih, keringkan sepenuhnya.
Mainan bayi yang masuk mulut. Sabun khusus pencuci botol bayi, bilas menyeluruh, sisa sabun adalah masalah yang lebih nyata daripada kumannya.
Boneka kain. Cuci di mesin dengan mode lembut, deterjen tanpa pewangi, lalu keringkan benar-benar. Boneka yang disimpan dalam keadaan lembap menumbuhkan jamur.
Mainan bertenaga baterai. Jangan direndam. Lap dengan kain lembap, keringkan, dan pastikan tutup baterai selalu terpasang rapat.
Mainan mandi berlubang. Ini yang paling sering menyimpan jamur di dalamnya. Peras airnya setiap selesai dipakai, dan sesekali tutup lubangnya dengan lem tahan air.
Kenapa Terlalu Steril Juga Tidak Ideal
Rumah dengan anak tidak perlu bebas kuman.
Paparan mikroba biasa adalah bagian dari pembentukan sistem imun, dan penelitian justru mengaitkan lingkungan yang terlalu didisinfeksi dengan risiko alergi dan asma yang lebih tinggi.
Yang masuk akal: pembersihan rutin dengan bahan lembut untuk sehari-hari, dan disinfektan hanya bila memang diperlukan, setelah sakit, setelah kontak dengan hewan, atau setelah tumpahan berisiko.
Yang Lebih Berpengaruh daripada Membersihkan Mainan
Kalau tujuannya anak lebih jarang sakit, ada hal-hal yang jauh lebih menentukan.
Cuci tangan sebelum makan dan setelah dari luar rumah, untuk anak dan untuk orang dewasa yang menggendongnya.
Lepas alas kaki di pintu.
Imunisasi sesuai jadwal.
Tidur cukup dan makan bergizi.
Jangan berbagi peralatan makan saat ada anggota keluarga yang sedang sakit.
Mainan yang bersih membantu. Tangan yang bersih membantu jauh lebih banyak.
Menyimpan Mainan Supaya Tetap Bersih
Wadah terbuka lebih baik daripada kotak tertutup rapat, karena udara yang bersirkulasi mencegah kelembapan terperangkap.
Pastikan mainan benar-benar kering sebelum disimpan, ini penyebab jamur yang paling sering, lebih daripada kotoran itu sendiri.
Pisahkan mainan yang dibawa keluar rumah dari mainan yang hanya dipakai di dalam, dan simpan mainan bayi yang masuk mulut terpisah dari mainan anak yang lebih besar.
Sesekali sortir: mainan yang retak, catnya mengelupas, atau bagiannya mulai lepas sebaiknya disingkirkan. Retakan menyimpan kotoran yang tidak bisa dibersihkan, dan bagian kecil yang lepas adalah risiko tersedak.
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.