Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bercak Putih pada Kulit Bayi

Bingung karena menemukan bercak putih pada kulit bayi? Jangan panik, Mama sedang membaca artikel yang tepat. Milia adalah bintik-bintik putih pada kulit.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 5 menit baca
Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Bercak Putih pada Kulit Bayi

Bingung karena menemukan bercak putih pada kulit bayi? Jangan panik, Mama sedang membaca artikel yang tepat. Yuk, simak beberapa penyebab dan cara mengatasinya di sini!

Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi

Berikut ini merupakan beberapa penyebab timbulnya bercak putih pada kulit bayi yang dapat Mama kethaui.

1. Milia

Milia adalah bintik-bintik putih pada kulit. Tidak seperti jerawat, milia punya ukuran yang lebih kecil dan jumlahnya lebih banyak menyebar. Biasanya milia muncul di daerah hidung, dagu, atau pipi bayi. Ada juga milia yang muncul di kelopak mata, dahi, atau alat kelamin.

Seperti dilansir dari situs Cleveland Clinic, milia terbentuk ketika sel kulit mati terjebak di bawah permukaan kulit. Kondisi ini umum dialami bayi dan tidak menimbulkan rasa sakit.

**“Sekitar 40-50 persen bayi baru lahir di Amerika Serikat memiliki milia.”, Cleveland Clinic

Cara Mengatasi: Milia tidak memerlukan tindakan khusus karena tidak berbahaya. Bercak putih ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau minggu. Untuk perawatan, Mama bisa membersihkan wajah dan badan bayi setiap hari dengan hati-hati. Mandikan bayi dengan air hangat dan sabun lembut, lalu keringkan dengan menepuk tubuh bayi dengan handuk (tidak boleh digosok). Jangan gunakan sabun untuk orang dewasa pada bayi karena kulit bayi masih terlalu halus dan sensitif.

Penyebab pasti erythema toxicum neonatorum belum diketahui. Penjelasan yang beredar, misalnya masuknya mikroba ke folikel rambut, masih berupa dugaan, bukan sebab yang sudah ditetapkan. Yang penting diketahui: ruam ini umumnya tidak berbahaya, muncul pada hari-hari pertama kehidupan, dan menghilang sendiri tanpa pengobatan khusus.

Munculnya bercak putih di kulit bayi juga bisa disebabkan oleh ETN. Kondisi ini terlihat dari munculnya ruam merah dengan benjolan kecil berwarna putih kekuningan. Saat disentuh teksturnya keras dan bisa pecah mengeluarkan cairan

“Hingga setengah dari bayi baru lahir memiliki ETN. Ruam bisa muncul di wajah, dada, lengan, dan kaki bayi, tetapi biasanya tidak di telapak tangan atau telapak kaki.”, Kidshealth.org

ETN biasanya muncul pada beberapa hari pertama bayi lahir. Dilansir dari American Osteopathic College of Dermatology, ETN merupakan respon terhadap mikroba yang menyusup ke folikel rambut di permukaan kulit bayi. Cara Mengatasi: Tidak perlu pengobatan khusus karena biasanya bercak putih akan hilang dalam 5-14 hari. Kondisi ini tidak berbahaya sehingga Mama tidak perlu khawatir. Namun, hati-hati saat membersihkan kulit bayi yang terkena ETN agar benjolan putih tidak pecah.

3. Panu

Panu alias tinea versicolor adalah infeksi jamur yang menyebabkan munculnya bercak putih pada kulit. Bercak tersebut kering dan agak bersisik serta sedikit gatal. Biasanya panu muncul di bagian pungung atau dada, tapi bisa juga di bagian kulit lain. Panu disebabkan oleh jamur yang tumbuh dalam jumlah banyak. Beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terkena panu adalah:

  • Iklim yang panas dan lembab.

  • Tipe kulit berminyak.

  • Sistem imun tubuh yang lemah.

Cara mengatasi: Konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat krim antijamur. Perawatan bisa memakan waktu 1-4 minggu. Panu bisa muncul kembali di kemudian hari. Untuk mencegahnya, jaga kulit bayi supaya tidak lembab serta tingkatkan imun dengan nutrisi yang baik.

Vitiligo berkaitan dengan gangguan autoimun yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit. Faktor genetik dapat berperan, tetapi tidak semua anak yang mengalaminya memiliki riwayat keluarga, jadi vitiligo tidak tepat disebut sekadar penyakit keturunan.

Vitiligo adalah kondisi perubahan warna kulit di suatu area menjadi warna putih. Kondisi kulit ini disebabkan oleh sel-sel pembuat pigmen (melanosit) yang mati atau berhenti memproduksi melanin. Melanin adalah zat pemberi warna pada kulit, rambut dan mata. Vitiligo merupakan penyakit turunan dan biasanya dikaitkan dengan kondisi autoimun, di mana tubuh memproduksi antbodi yang menyerang jaringannya sendiri. Ini tidak menimbulkan rasa nyeri, namun tentu bisa membuat Mama cemas. Cara mengatasi: Temui dokter ketika menemukan ada area kulit bayi yang kehilangan warna. Dokter akan memberi obat atau perawatan ringan yang bisa menghentikan atau memperlambat vitiligo. Baca juga: Daftar Perlengkapan Mandi Bayi Baru Lahir yang Wajib Dimiliki

Atasi Masalah Kulit Sensitif Bayi dengan Solusi yang Aman

Menjaga kebersihan adalah salah satu upaya mencegah masalah pada kulit bayi. Sabun bayi 2 in 1 ini aman dan tidak mengandung bahan yang berpotensi mengiritasi kulit Si Kecil seperti SLS dan paraben. Diperkaya dengan Lavender & Chamomile**untuk efek relaksasi bagi bayi, serta formula Natural Bubble-Rich Bebas Sulfatyang akan membuat waktu mandi jadi makin menyenangkan.

Jadi Mama bisa semakin tenang dalam menggunakannya!

Ketika muncul ruam di kulit bayi, Mama dapat memberikan Mama’s Choice Baby Rash Cream yang diformulasi khusus untuk kulit sensitif bayi. Krim ruam ini juga mengandung bahan alami seperti centella asiatica, rosemary extract dan sweet almond, efektif untuk mengatasi ruam serta biang keringat pada bayi.

Sekarang Mama sudah tahu kan, penyebab dan cara mengatasi bercak putih pada kulit bayi? Semoga Si Kecil sehat selalu ya, Ma!

Mama’s Choice Baby Hair and Body Wash, sampo bayi

Artikel terkait:

Penanganannya Bergantung pada Penyebabnya

Bercak putih pada kulit bayi bukan satu kondisi tunggal, dan itu yang paling penting dipahami sebelum memutuskan apa yang dipakai.

Ada dua kelompok yang perlu dibedakan:

  • Bintik putih kecil yang menonjol, seperti milia atau erythema toxicum. Umumnya hilang sendiri, dan tidak perlu diobati.

  • Area datar yang kehilangan pigmen, seperti pityriasis alba, bekas peradangan, infeksi jamur, atau vitiligo. Ini perlu dinilai penyebabnya, dan penanganannya berbeda-beda.

Bercak yang menetap, meluas, bersisik, gatal, atau muncul setelah peradangan perlu diperiksa dokter. Sabun dan krim perawatan bayi membantu menjaga kondisi kulit sehari-hari, tetapi bukan pengganti pengobatan yang sesuai, tidak ada produk perawatan yang mengobati vitiligo maupun infeksi jamur.

Soal Memilih Produk Perawatannya

Untuk perawatan harian, pilih pembersih yang lembut dan sesuai untuk kulit bayi, lalu hentikan pemakaian bila muncul iritasi.

Dua hal yang sering disalahpahami saat memilih: label "bebas paraben" bukan penanda keamanan. FDA menyatakan tidak memiliki bukti bahwa paraben sebagaimana digunakan dalam kosmetik menimbulkan bahaya, dan bahan alami juga bisa memicu reaksi, terutama minyak atsiri dan ekstrak botani.

Yang lebih berguna daripada label: daftar bahan yang lengkap, nomor BPOM, dan reaksi kulit Si Kecil sendiri.

Sumber:

my.clevelandclinic.org

aocd.org

kidshealth.org

healthline.com

kidshealth.org

stanfordchildrens.org

childrens.com

Sumber

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

250 ribu+ terjualBaby Rash Cream

Baby Care

Baby Rash Cream

Rp 93.900Rp 129.000hemat 27%

4.9 · 95 ulasan

Baca juga