Belanja di toko resmi kami, TikTok Shop, Shopee, dan stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Bau Badan Saat Hamil: Kenapa Berubah dan Apa yang Membantu

Hormon, keringat, dan penciuman yang menajam. Penyebab perubahan bau badan dan area kewanitaan selama kehamilan, dan mana yang perlu diperiksa.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit 3 menit baca
Handuk bersih, lilin, dan batu spa

Banyak Mama menyadarinya di trimester pertama: badan terasa berbau berbeda, dan bau yang dulu biasa saja kini terasa menyengat.

Ini normal. Penyebabnya beberapa hal yang terjadi bersamaan.

Yang terjadi sekaligus

Hormon berubah. Perubahan kadar estrogen dan progesteron memengaruhi kelenjar keringat dan keseimbangan bakteri di kulit, dan bakteri itulah yang sebenarnya menghasilkan bau, bukan keringatnya sendiri.

Keringat bertambah. Volume darah selama kehamilan naik cukup banyak, dan metabolisme meningkat. Tubuh jadi lebih mudah terasa gerah, terutama di iklim seperti Indonesia.

Penciuman menajam. Ini yang paling sering dilupakan. Kepekaan terhadap bau meningkat tajam pada trimester pertama, sehingga sering kali baunya sama saja dan yang berubah adalah kemampuan Mama menciumnya.

Kalau Mama mencium sesuatu yang tidak dicium orang lain di ruangan yang sama, kemungkinan besar inilah penyebabnya.

Bau area kewanitaan

Area kewanitaan memang punya bau khas yang samar, dan itu normal. Selama hamil, keputihan bertambah karena hormon dan aliran darah meningkat, sehingga baunya bisa terasa lebih terasa dari biasanya.

Yang normal: bau samar, khas, tidak menyengat. Keputihan bening atau putih susu.

Yang perlu diperiksa: bau amis yang menyengat, apalagi bila disertai keputihan kehijauan atau keabuan, gatal, atau perih saat buang air kecil. Itu bisa menandakan infeksi, dan infeksi saat hamil perlu ditangani, bukan ditutupi.

Yang tidak membantu: membersihkan bagian dalam. Vagina membersihkan dirinya sendiri, dan mengganggunya justru menaikkan risiko.

Kenapa keringat sendiri sebenarnya tidak berbau

Keringat yang baru keluar hampir tidak berbau. Bau muncul ketika bakteri di permukaan kulit mengurai keringat itu, terutama keringat dari kelenjar apokrin di ketiak dan lipat paha, yang lebih kaya protein dan lemak.

Artinya, yang paling berpengaruh adalah mengurangi waktu keringat menempel, jauh lebih daripada menahan keringat. Itu sebabnya mengganti pakaian dan mengeringkan lipatan kulit berpengaruh lebih besar daripada mengganti produk.

Yang benar-benar membantu

Ganti pakaian lebih sering. Ini yang paling berpengaruh, dan paling sering diremehkan. Bau berkembang di kain, bukan di kulit.

Pilih katun dan bahan yang bernapas. Bahan sintetis menahan panas dan lembap.

Keringkan lipatan kulit dengan benar setelah mandi, ketiak, bawah payudara, lipat paha.

Cukur atau rapikan bulu ketiak bila Mama biasa melakukannya. Permukaan yang lebih sedikit berarti lebih sedikit tempat bakteri berkembang.

Minum cukup. Dehidrasi memekatkan urin dan keringat.

Perhatikan makanan. Bawang putih dan rempah tertentu terbawa lewat keringat pada sebagian orang.

Soal deodoran

Deodoran umumnya aman selama kehamilan. Bila Mama ingin lebih berhati-hati, pilih yang bebas alkohol dan pewangi. Bahan itu tidak berbahaya, hanya saja kulit lebih sensitif saat hamil dan lebih mudah teriritasi.

Dry Serum Deodorant kami diformulasikan untuk masa ini, dan dari uji penggunaan konsumen 2023 terhadap 30 Mama, 87% merasakan keringat berkurang selama penggunaan.

Satu hal yang perlu diluruskan: deodoran mengurangi bau, antiperspiran mengurangi keringat. Keduanya tidak menghentikan penyebabnya, yang memang hormonal dan akan mereda setelah melahirkan.

Bau mulut juga sering berubah

Hubungannya jarang disangka. Selama hamil, gusi lebih mudah meradang dan berdarah, dan gusi yang meradang menghasilkan bau. Mual di trimester pertama juga membuat menyikat gigi jadi terburu-buru.

Pembahasannya ada di artikel tentang gusi berdarah saat hamil.

Setelah melahirkan

Banyak Mama terkejut karena keringat justru bertambah pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan, terutama pada malam hari.

Penyebabnya sederhana: tubuh membuang kelebihan cairan yang tertahan selama kehamilan, dan kadar hormon turun tajam. Keringat malam yang sampai membasahi baju adalah keluhan yang sangat umum di masa nifas.

Ini biasanya mereda dalam beberapa minggu. Yang membantu: pakaian tidur berbahan katun, handuk kecil di sisi tempat tidur, dan minum cukup, meski terasa berlawanan, kurang minum justru memperburuknya.

Bila keringat malam disertai demam, segera hubungi bidan atau dokter. Demam di masa nifas selalu perlu diperiksa.

Kapan menemui tenaga kesehatan

  • Bau amis menyengat dari area kewanitaan, apalagi disertai gatal atau keputihan berubah warna
  • Bau badan yang berubah drastis disertai demam
  • Keringat berlebihan disertai jantung berdebar, gemetar, atau berat badan turun tanpa sebab, ini perlu diperiksa, bisa berkaitan dengan tiroid
  • Bau manis pada napas yang tidak biasa

Ringkasnya

  • Penyebabnya bertumpuk: hormon, keringat bertambah, penciuman menajam.
  • Sering kali yang berubah adalah penciuman Mama, bukan baunya.
  • Yang paling membantu adalah mengganti pakaian lebih sering, bukan produk.
  • Bau khas yang samar itu normal. Bau amis menyengat perlu diperiksa.
  • Ini mereda setelah melahirkan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah normal bau badan berubah saat hamil?
Normal, dan sangat umum. Beberapa hal terjadi bersamaan: hormon berubah, produksi keringat meningkat karena aliran darah naik, dan penciuman Mama sendiri menajam, sehingga bau yang sebenarnya sama pun terasa jauh lebih kuat.
Kenapa saya mencium bau yang tidak dicium orang lain?
Karena penciuman menajam selama kehamilan, terutama di trimester pertama. Sering kali baunya sama saja. Yang berubah adalah kepekaan Mama terhadapnya. Bertanya pada orang terdekat sering menenangkan.
Apakah deodoran aman dipakai saat hamil?
Umumnya aman. Bila Mama ingin lebih berhati-hati, pilih yang bebas alkohol dan pewangi karena kulit lebih sensitif saat hamil. Perubahan yang lebih terasa biasanya datang dari mengganti pakaian lebih sering, bukan dari produknya.
Bau area kewanitaan yang bagaimana yang perlu diperiksa?
Bau amis yang menyengat, apalagi bila disertai keputihan kehijauan atau keabuan, gatal, atau perih saat buang air kecil. Bau samar yang khas dan tidak mengganggu adalah hal yang wajar.
Apakah makanan memengaruhi bau badan?
Bisa. Bawang putih, jintan, dan rempah tertentu terbawa lewat keringat pada sebagian orang. Kalau perubahannya terasa mengganggu, memperhatikan pola makan beberapa hari biasanya cukup untuk melihat polanya.

Sumber

  • Survei penggunaan konsumen Mama's Choice, 2023, n=30 — 87% Mama merasakan keringat berkurang

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Produk yang disebut di artikel ini

1 juta+ terjualRefreshing Feminine Wash

Best seller·Hygiene & Feminine Care

Refreshing Feminine Wash

Rp 63.000Rp 64.000hemat 2%

4.9 · 94 ulasan

150 ribu+ terjual/tahunDry Serum Deodorant

Hygiene & Feminine Care

Dry Serum Deodorant

Rp 91.000Rp 169.000hemat 46%

4.9 · 303 ulasan

Non-Fluoride Toothpaste

Hygiene & Feminine Care

Non-Fluoride Toothpaste

Rp 75.999Rp 109.000hemat 30%

4.9 · 118 ulasan

Baca juga