Lewati ke konten

Beli di Shopee dan TikTok Shop resmi kami, atau di stockist di seluruh Indonesia

Mama's Choice

Sering Mual Akibat Asam Lambung Naik Saat Hamil

Sering merasa mual namun berbeda dengan gejala morning sickness pada umumnya? Hati-hati, siapa tahu Mama mengalami asam lambung naik saat hamil.

Ditulis oleh Tim Mama's ChoiceArtikel ini belum ditinjau oleh tenaga kesehatan.Terbit Diperbarui 4 menit baca
Sering Mual Akibat Asam Lambung Naik Saat Hamil

Sering merasa mual namun berbeda dengan gejala morning sickness pada umumnya? Hati-hati, siapa tahu Mama mengalami asam lambung naik saat hamil.

Mual akibat asam lambung naik saat hamil tentu berbeda dengan mual yang diakibatkan karena perubahan hormon. Berbeda penyebab, berbeda juga dampak serta gejalanya.

Perbedaan mual akibat asam lambung naik saat hamil dengan gejala morning sickness

Seperti yang diketahui, penyebab utama mual dan muntah selama kehamilan adalah meningkatnya produksi hormon human chorionic gonadotropin (HCG) saat hamil. 

Hormon HCG ini mulai dihasilkan saat sel telur yang telah dibuahi menempel di lapisan rahim pada trimester pertama kehamilan. Oleh karena itu, rasa mual akan sangat memuncak pada trimester pertama kehamilan, meski pada beberapa Mama hal ini bisa saja berlanjut lebih lama.

Selain akibat hormon HCG, hormon progesteron adalah penyebab lain mual selama kehamilan.  Hormon progesteron ini sebenarnya bermanfaat untuk mendukung kesehatan kehamilan. Sayangnya, hormon progesteron ini juga dapat melemaskan otot-otot di dalam tubuh. Ini termasuk otot-otot usus.  Otot-otot usus yang bergerak lebih lambat, membuat tubuh menghasilkan lebih banyak gas, sehingga menyebabkan kembung, bersendawa, dan mual. Sementara, pada ibu hamil yang memiliki riwayat asam lambung, umumnya lebih rentan mengalami mual yang cenderung terdeteksi sebagai penyakit maag atau gastritis.

Tingginya asam lambung bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti stres, konsumsi makanan berminyak dan bersantan, konsumsi makanan pedas, konsumsi minuman berkafein dan lain sebagainya.

Sebenarnya, lambung sendiri memang bersifat asam, tetapi jika zat asam dalam lambung berlebih, maka akan membuat lambung mengalami iritasi, atau biasa disebut gastritis.

Gastritis atau penyakit maag adalah peradangan, iritasi atau erosi pada lapisan dalam lambung (mukosa lambung). 

Maag ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) dan dapat berlangsung selama satu atau tiga hari. Maag juga bisa terjadi secara kronis, dan berlangsung selama beberapa hari, hingga 1 minggu.

Tidak seperti mual akibat morning sickness, mual akibat asam lambung naik saat hamil juga biasanya disertai gejala yang khas, seperti: 

  • Sakit kepala berlebihan

  • Gelisah

  • Sakit di dada atau nyeri ulu hati

Cara mengatasi asam lambung naik saat hamil

Namanya juga Bumil, tentu kita tidak boleh mengonsumsi sembarang obat. Harus sesuai dengan rekomendasi dan resep dokter ya, Ma.

Pastikan Mama segera mengkonsultasikan kondisi maag yang Mama alami ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Terlebih lagi, jika naiknya asam lambung sudah mengganggu nafsu makan Mama. Ingat, ada janin yang menunggu makanan dari Mama, lho 🙂

Tapi, Mama jangan khawatir. Ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu menurunkan asam lambung menjadi netral kembali. Yuk, coba cara-cara berikut ini!

1. Minum air putih hangat

Saat asam lambung naik, Mama sebaiknya banyak minum air putih hangat. Suhu hangat bisa membantu mendorong asam yang hendak naik ke kerongkongan sekaligus menenangkan perut.

2. Air kelapa

Enak banget nih, kalau Mama menyukainya! Air kelapa kaya akan serat yang bisa membantu membersihkan pencernaan. Air kelapa juga dapat mendinginkan selaput lambung, yang akan mengurangi sensasi terbakar pada dalam perut.

3. Jahe

Jahe memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang membantu mengurangi iritasi pada lapisan dalam di perut. Mama bisa mengonsumsi rebusan air jahe, yang bisa juga Mama campurkan dengan susu putih.

4. Kompres dengan air hangat

Memiliki botol kaca di rumah? Isi dengan air hangat, yuk! Lalu, kompreskan botol berisi air hangat tersebut ke atas perut. Hal ini bisa membantu Mama menghangatkan perut dan mengeluarkan gas yang tertahan di dalam lambung melalui kerongkongan.

5. Permen karet

Mengonsumsi permen karet bisa merangsang produksi saliva. Namun sebaiknya, pilih permen karet yang tidak disertai dengan rasa manis, ya, Ma. Sebab rasa manis dari fruktosa bisa menyebabkan mual dan kembung.

Pilih permen karet yang mengandung rasa mint sehingga sekaligus bisa menyegarkan area mulut.

6. Hindari makanan berminyak dan pedas

Makanan yang digoreng, bersantan, serta terlalu pedas sebaiknya harus Mama hindari untuk sementara waktu. Hal ini bisa memicu kondisi asam lambung naik lebih parah.

Konsumsi makanan-makanan yang diolah dengan cara dikukus, direbus, atau ditumis. Jika menggunakan minyak, pastikan minyaknya tidak terlalu banyak.

7. Pijat

Karena Mama sedang hamil, maka sebaiknya pijat bagian punggung saja untuk meredakan asam lambung yang naik. Minta bantuan Papa atau orang terdekat untuk mengusap dan memijat lembut bagian punggung agar gas di dalam tubuh bisa keluar melalui kerongkongan.

Selain itu, pijat juga dinilai bisa menjadi momen relaksasi sehingga Mama terhindar dari stres akut. Perlu diketahui, bahwa stres juga bisa menyebabkan asam lambung naik, lho, Ma.

Diperkaya dengan bahan utama *lavender oil,*produk ini bisa juga sekaligus digunakan sebagai aromaterapi baik secara manual atau menggunakan *diffuser.*Menarik, bukan?

Mama sudah bisa mendapatkan produk berukuran 100 ml ini! **

Jangan khawatir lagi dengan kondisi asam lambung naik ya, Ma.

Referensi:Mayo Clinic,Healthline,Parenting Firstcry

Bagikan artikel ini

Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.

Baca juga

Tanya kami