Stretch Mark Genetik atau Bisa Dicegah? Ini Faktanya
Genetik memang faktor terkuat munculnya stretch mark, tapi bukan satu-satunya. Ini yang benar-benar bisa Mama pengaruhi dan yang tidak.

"Ibu saya tidak punya stretch mark sama sekali, jadi saya juga tidak akan punya." Kalimat ini sering terdengar, dan sebagian besarnya benar.
Tetapi hanya sebagian.
Genetik memang faktor terkuat. Yang keliru adalah kesimpulan yang biasanya menyusul, bahwa karena genetik, tidak ada gunanya melakukan apa pun.
Apa yang sebenarnya terjadi pada kulit
Stretch mark bukan sekadar kulit yang tertarik. Ia adalah robekan pada lapisan tengah kulit.
Kulit terdiri dari tiga lapisan. Lapisan tengah, dermis, mengandung kolagen dan elastin, dua protein yang membuat kulit bisa memanjang lalu kembali ke bentuknya. Kolagen memberi kekuatan, elastin memberi kelenturan.
Ketika kulit meregang lebih cepat daripada kemampuan dermis menyesuaikan diri, serat-serat itu putus. Yang terlihat di permukaan sebagai garis sebenarnya adalah jaringan parut yang terbentuk di bawahnya.
Ini menjelaskan dua hal sekaligus: kenapa stretch mark tidak bisa dihapus seperti noda biasa, dan kenapa waktu penanganannya sangat menentukan.
Seberapa besar peran genetik
Cukup besar, dan buktinya konsisten.
Riwayat keluarga adalah prediktor tunggal terkuat. Mama yang ibunya mengalami stretch mark saat hamil punya kemungkinan jauh lebih tinggi mengalaminya juga.
Penelitian pada kembar menunjukkan kemiripan yang tinggi pada kembar identik dibanding kembar non-identik, pola yang menandakan peran genetik yang nyata.
Beberapa varian gen yang berkaitan dengan produksi elastin dan struktur kulit telah dikaitkan dengan kecenderungan ini.
Jadi ya, genetik nyata. Tetapi perhatikan kata yang dipakai penelitian: kecenderungan, bukan kepastian.
Yang bukan genetik
Di sinilah bagian yang bisa Mama pengaruhi.
Kecepatan kenaikan berat badan. Ini faktor non-genetik yang paling kuat. Bukan berapa banyak berat naik, melainkan seberapa cepat. Kulit yang diberi waktu menyesuaikan diri jauh lebih jarang robek daripada kulit yang diregangkan mendadak. Kenaikan bertahap sesuai anjuran tenaga kesehatan berpengaruh nyata.
Usia. Mama yang lebih muda justru lebih sering mengalaminya. Kulit yang lebih muda mengandung lebih banyak kolagen dan elastin, sehingga lebih kaku dan lebih mudah robek ketika diregangkan cepat.
Kehamilan kembar. Regangan yang lebih besar dalam waktu yang sama.
Berat lahir bayi yang besar dan jumlah cairan ketuban yang banyak.
Indeks massa tubuh sebelum hamil.
Kondisi kulit dan nutrisi. Kulit yang terhidrasi dan mendapat asupan yang mendukung pembentukan kolagen berada dalam kondisi lebih baik untuk meregang.
Perhatikan bahwa beberapa di antaranya bisa dikendalikan, dan beberapa tidak. Yang penting: daftar ini tidak kosong. Genetik menyiapkan kecenderungan, tetapi tidak menulis seluruh hasilnya.
Kenapa "genetik" sering dipakai sebagai alasan berhenti
Karena terdengar final.
Padahal cara yang lebih tepat memahaminya: genetik menentukan seberapa mudah kulit Mama robek. Faktor lain menentukan seberapa keras kulit itu diuji.
Mama dengan kecenderungan genetik tinggi yang berat badannya naik sangat cepat kemungkinan besar akan mengalaminya. Mama dengan kecenderungan yang sama, yang kenaikan beratnya bertahap dan kulitnya terawat, mungkin mengalaminya lebih sedikit atau lebih ringan.
Perbedaan antara "banyak" dan "sedikit" tetap perbedaan yang berarti.
Kapan waktunya bertindak
Ini pertanyaan yang paling menentukan hasil, dan jawabannya membuat banyak Mama menyesal terlambat.
Guratan baru berwarna kemerahan atau keunguan, disebut striae rubrae. Pada tahap ini masih ada peradangan aktif dan pembuluh darah di sekitarnya, dan kulit masih merespons perawatan.
Guratan matang berwarna putih keperakan, striae albae. Ini jaringan parut yang sudah stabil, tanpa pigmen dan tanpa pembuluh darah aktif. Jauh lebih sulit diubah.
Perubahan dari merah ke putih berlangsung dalam hitungan bulan.
Artinya: merawat sejak awal jauh lebih efektif daripada mengobati setelah muncul. Dan mulai saat kulit belum bergurat sama sekali adalah yang terbaik.
Yang bisa dilakukan sejak sekarang
Mulai sejak trimester pertama, sebelum kulit meregang cepat. Bukan setelah garis pertama terlihat.
Oleskan dengan pijatan. Gerakan memijat sendiri diduga berperan, memberi rangsangan mekanis pada dermis dan meningkatkan aliran darah setempat. Karena itu banyak panduan menyarankan mengoleskan sambil memijat memutar, bukan sekadar mengoles.
Konsisten dua kali sehari. Ini faktor yang paling sering menentukan perbedaan hasil antar-Mama, lebih daripada produk yang dipilih.
Rawat seluruh area yang meregang, bukan hanya perut. Payudara, paha, pinggul, dan lengan atas juga umum terkena.
Jaga kulit tetap terhidrasi dari luar dan dari dalam.
Pilih bahan yang mendukung struktur kulit. Bahan seperti Lipobelle Soyaglycone, turunan kedelai kaya isoflavon yang mendukung produksi kolagen, bekerja pada lapisan yang menentukan, dan menjadi bahan aktif utama Stretch Mark Cream Mama's Choice. Untuk guratan yang sudah terbentuk, Stretch Mark Serum diformulasikan dengan bahan yang menyasar tampilan guratan dan kerataan warna kulit.
Bila Mama masih memilih bentuk yang paling sesuai, kami membahas perbedaannya di artikel tentang krim, oil, atau serum.
Yang bisa dicapai perawatan topikal
Perawatan topikal bekerja pada dua hal: menjaga kulit dalam kondisi sebaik mungkin saat diregangkan, dan menyamarkan tampilan guratan yang sudah ada, paling efektif saat masih berwarna kemerahan.
Karena itu waktu memulainya sangat menentukan, dan konsistensi memberi hasil yang jauh lebih terlihat daripada produk yang sesekali dipakai.
Untuk guratan yang sudah matang bertahun-tahun, tindakan seperti laser atau microneedling oleh dokter kulit dapat menjadi langkah lanjutan.
Terakhir
Sekitar delapan dari sepuluh ibu hamil mengalami stretch mark. Mereka bukan tanda Mama kurang merawat diri, dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan.
Bila Mama ingin merawatnya, jangan berhenti hanya karena mendengar kata "genetik". Genetik menentukan titik awal Mama, bukan titik akhirnya, dan merawat sejak dini adalah bagian yang sepenuhnya ada dalam kendali Mama.
Pertanyaan yang sering diajukan
- Apakah stretch mark benar-benar keturunan?
- Riwayat keluarga adalah faktor tunggal yang paling kuat memprediksi munculnya stretch mark, dan penelitian pada kembar mendukung peran genetik yang besar. Tetapi genetik menentukan kecenderungan, bukan kepastian.
- Kalau ibu saya tidak punya stretch mark, apakah saya aman?
- Kemungkinan Mama lebih kecil, tetapi tidak nol. Faktor lain seperti kecepatan kenaikan berat badan, usia, dan kehamilan kembar tetap berpengaruh.
- Kapan waktu terbaik mulai memakai krim stretch mark?
- Sedini mungkin, umumnya sejak trimester pertama, sebelum kulit mulai meregang cepat. Merawat kulit yang belum bergurat jauh lebih mudah daripada menyamarkan yang sudah terbentuk.
- Apakah stretch mark bisa hilang sepenuhnya?
- Guratan yang sudah matang dan berwarna putih keperakan tidak hilang sepenuhnya, karena merupakan jaringan parut di lapisan dalam kulit. Yang bisa dilakukan adalah menyamarkan tampilannya, dan hasilnya paling baik bila ditangani saat masih berwarna kemerahan.
Sumber
- Mama's Choice — Lipobelle Soyaglycone, turunan kedelai kaya isoflavon yang mendukung produksi kolagen kulit
- American Academy of Dermatology — panduan penanganan striae distensae
Bagikan artikel ini
Artikel ini bersifat informatif dan bukan pengganti diagnosis atau nasihat medis. Konsultasikan kondisi Mama dengan bidan atau dokter.





