Preeklampsia pada Ibu Hamil, Ini 4 Cara Mengatasinya

Preeklampsia adalah salah satu penyakit yang wajib diwaspadai oleh ibu hamil. Simak pencegahan dan penanganannya di artikel berikut ini.

Apa itu preeklampsia?

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi serta protein di dalam urin. Preeklamsia juga dapat dideteksi dengan adanya pembekuan darah rendah (trombosit) serta indikator gangguan ginjal atau hati.

Gejala preeklampsia umumnya dialami ibu hamil pada saat minggu ke-20 kehamilan. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi lebih awal. Kondisi ini biasanya terus terjadi hingga bayi lahir.

Penelitian mencatat, 5% dari ibu hamil mengalami hal ini. Jika tidak dicegah dan ditangani secara tepat, preeklampsia bisa berubah menjadi lebih parah yaitu komplikasi eklampsia.

Apa perbedaan preeklampsia dengan eklampsia?

Preeklampsia adalah kondisi awal yang menunjukkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil sebagai tanda terganggunya organ tubuh tertentu. Sementara eklampsia adalah perkembangan preeklampsia menuju tahap yang lebih parah. Keduanya sama-sama bisa terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Eklampsia tentu membutuhkan perawatan medis yang lebih intensif, karena tekanan darah tinggi dalam kondisi ini bisa menyebabkan kejang.

Bagaimana gejala preeklampsia yang paling umum terjadi?

gejala preeklampsia

  1. Sakit kepala berlanjut
  2. Pembengkakkan pada kaki, tangan, dan wajah
  3.  Berat badan naik secara drastis dan tiba-tiba
  4. Nyeri pada perut bagian atas, paling sering di bawah tulang rusuk sebelah kanan)
  5. Sesak napas
  6. Volume urin berkurang, jarang buang air kecil
  7. Penglihatan menjadi kabur dan sensitif terhadap cahaya

Jika Mama mengalami 7 gejala preeklampsia di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendiagnosa lebih lanjut. Umumnya, dokter akan melakukan ultrasonografi (USG) untuk memeriksa kondisi janin, pemeriksaan darah, tes urin, serta nonstress test (NST) untuk memeriksa detak jantung bayi.

Ciri ciri darah tinggi pada preeklampsia berat, ditandai dengan diagnosa:

  1. Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg
  2. Terdapat protein di dalam urin
  3. Jumlah trombosit yang rendah
  4. Ditemukannya gejala gangguan ginjal dan hati lainnya
  5. Ada cairan di dalam paru-paru
  6. Mual dan muntah

Apa bahaya tekanan darah tinggi untuk kesehatan ibu dan janin?

tekanan darah tinggi pada ibu hamil

Preeklampsia adalah masalah pada tekanan darah ibu hamil. Hal ini mengakibatkan berkurangnya aliran darah ke janin sehingga janin lebih lambat berkembang.

Selain itu, masalah pembuluh darah ini juga bisa menghambat kinerja plasenta dalam mengalirkan nutrisi untuk janin.

Preeklamsia menyebabkan risiko gangguan kesehatan janin seperti:

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah
  • Kondisi bayi lahir tidak sempurna (kelainan bawaan)
  • Bayi lahir prematur atau kelahiran dini
  • Risiko bayi lahir dengan penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi

5 penyebab preeklampsia yang tak banyak disadari

Tidak ada penyebab preeklampsia yang paling dominan, karena hal ini juga bergantung pada kondisi kesehatan serta gaya hidup masing-masing ibu hamil.

Adapun beberapa penyebab preeklampsia, antara lain:

  • Faktor genetik yang diturunkan oleh orang tua
  • Riwayat preeklampsia pada kehamilan sebelumnya
  • Masalah pembuluh darah yang menyempit dan menyebabkan penurunan jumlah darah
  • Gangguan autoimun yang mengganggu sistem kekebalan tubuh
  • Plasenta yang mengalirkan nutrisi ke janin tidak berfungsi dengan baik

Kondisi ibu hamil yang berisiko terkena preeklamsia

  • Kehamilan pertama
  • Hamil dengan banyak janin, termasuk hamil kembar
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi
  • Hamil di atas usia 35 tahun
  • Gemuk, dalam tingkat obesitas lebih berisiko
  • Memiliki riwayat diabetes
  • Adanya riwayat gangguan ginjal

Kondisi ini umumnya bawaan dan bergantung pada kekebalan tubuh masing-masing. Namun, dokter biasanya merekomendasikan beberapa langkah untuk mengatasi preeklampsia seperti berikut ini.

4 cara mengatasi dan mencegah preeklampsia

1. Konsultasikan ke dokter secara rutin

Jika Mama mengalami gejala preeklampsia yang disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan memberikan aspirin dosis rendah, suplemen kalsium, serta antihipertensi.

Lakukan pemeriksaan darah, USG, tes urin, serta nonstress test (NST) jika memang disarankan oleh dokter. Yang terpenting, jangan sekali-sekali mengonsumsi obat tanpa resep dan rekomendasi dari dokter, ya, Ma 🙂

2. Penuhi asupan kalsium

Kebutuhan kalsium saat hamil adalah hal yang sangat penting. Sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan kalsium ibu hamil dan menyusui bertambah sebanyak 200 mg daripada wanita biasa.

Selain suplemen kalsium dari dokter, Mama juga bisa mengonsumsi makanan tinggi kalsium seperti susu, brokoli, ikan, dan juga kacang-kacangan.

3. Lakukan gaya hidup sehat

Ini juga merupakan salah satu langkah pencegahan. Sebaiknya, Mama meminta rekomendasi dokter atau tenaga kesehatan untuk pola hidup sehat yang akan Mama lakukan.

Biasanya, ibu hamil yang mengalami preeklampsia dianjurkan untuk diet atau meninjau setiap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Tentu saja makanan pemicu darah tinggi seperti fast food, makanan instan, kulit ayam, makanan yang mengandung pemanis buatan, dan kafein harus dihindari.

Mama juga harus beristirahat total dengan posisi miring ke kiri sesuai demi menjaga posisi janin di dalam kandungan. Memperbanyak konsumsi air putih juga sangat dianjurkan agar kondisi tubuh menjadi lebih seimbang.

Jangan lupa, menerapkan pola hidup sehat juga harus memilih produk yang aman digunakan selama kehamilan. Apapun itu, mulai dari sampo, sabun, lotion, hingga produk perawatan lainnya.

4. Pijat dan relaksasi

Salah satu faktor terjadinya darah tinggi adalah stres. Dengan kata lain, stres saat hamil juga memicu munculnya preeklampsia meskipun secara tidak langsung.

Mengantisipasi hal ini, Mama harus mementingkan momen relaksasi untuk diri Mama. Mulai dari me time, melakukan senam yoga saat hamil, atau melakukan pijat prenatal yang dilakukan dengan terapis ahli untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Khusus untuk pijat, pastikan Mama mengkonsultasikannya ke dokter terlebih dahulu, ya 🙂

Dapatkan momen relaksasi yang tenang dan nyaman dengan Mama’s Choice Relaxing Massage Oil. Minyak pijat alami sekaligus aromaterapi dengan kombinasi lavender oil, grapefruit oil, serta orange oil yang aman untuk ibu hamil dan menyusui.

Mama's Choice Relaxing Massage Oil

Mama’s Choice Relaxing Massage Oil (100 ml) | Rp99,000 | Diskon 23% dari harga normal Rp129,000

Jika semua hal tersebut sudah dilakukan, namun Mama tetap mengalami gejala preeklampsia yang tak kunjung menghilang, minta dokter untuk melakukan penanganan lebih lanjut sebelum terlambat.

Semoga Mama dan calon bayi selalu sehat, ya! 🙂

SHARE THIS POST

Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Featured Article
Card image
Apa Saja Perlengkapan Bayi Baru Lahir? Begini Cara...
Learn more
Card image
7 Gerakan Yoga Hamil Ini Bisa Melancarkan Persalinan,...
Learn more
Card image
Preeklampsia pada Ibu Hamil, Ini 4 Cara Mengatasinya
Learn more
Card image
Pusing Memilih Diaper Bag yang Bagus? Ikuti 9 Tips...
Learn more