Search

7 Ciri dan Penyebab Mengapa Janin Tidak Berkembang

Kondisi janin tidak berkembang adalah hal yang paling tidak diinginkan bagi setiap ibu hamil. Perkembangan janin yang terhambat dikenal dengan istilah intrauterine growth restriction (IUGR). Yuk baca terus untuk mengetahui 7 tanda dan penyebab mengapa janin tidak berkembang di sini!

Perkembangan Janin yang Terhambat

Janin tidak berkembang juga bisa merujuk pada keadaan ketika kantung kehamilan sudah terbentuk, namun tidak ada embrio di dalamnya. Kondisi ini juga dikenal dengan hamil kosong atau blighted ovum. Namun yang akan dibahas dalam artikel ini adalah tentang perkembangan janin yang terhambat alias IUGR.

Menurut sebuah studi, IUGR adalah kondisi janin lebih kecil dari yang seharusnya, atau tidak tumbuh dalam batas normal di dalam rahim. IUGR yang parah dapat mengakibatkan beberapa kondisi serius, baik pada bayi maupun ibu hamil, seperti:

  • Kelahiran prematur dengan berat badan bayi rendah.
  • Penurunan kadar oksigen.
  • Gula darah rendah.
  • Mudah terserang infeksi.
  • Bayi perlu mendapat perawatan medis khusus sesaat setelah lahir.
  • Masalah pernapasan pada bayi.
  • Stillbirth atau lahir mati.
  • Masalah pertumbuhan bayi dalam jangka panjang.

Baca juga: Ciri Ciri dan Perbedaan antara Cegukan dan Tendangan Janin

Penyebab Janin Tidak Berkembang

7 Ciri dan Penyebab Mengapa Janin Tidak Berkembang

Penelitian yang diterbitkan Clinical Medicine Insights: Pediatrics menyebutkan bahwa untuk mengetahui mengapa janin tidak berkembang, ada 4 faktor yang perlu diperhatikan. Salah satu atau kombinasi dari keempat faktor ini bisa jadi penyebab janin tidak berkembang.

1. Faktor ibu, antara lain:

  • Usia saat mengandung kurang dari 16 tahun dan lebih dari 35 tahun.
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol dan obat terlarang.
  • Melakukan pekerjaan fisik sedang hingga berat.
  • Kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, ginjal kronis, lupus, preeklamsia, dll.

2. Faktor plasenta, antara lain:

  • Berat plasenta kurang dari 350 gram.
  • Pembuluh darah dalam plasentar abnormal.
  • Disfungsi plasenta.
  • Hamil kembar.

3. Faktor janin, antara lain:

  • Kromosom abnormal.
  • Infeksi pada janin.
  • Gangguan metabolisme.

4. Faktor genetik

Faktor genetik alias keturunan juga bisa jadi salah satu alasan mengapa janin berhenti berkembang.

Baca juga: Kenapa Janin Terlalu Aktif Bergerak? Ini Penjelasan Lengkapnya

7 Ciri Janin Tidak Berkembang

7 Ciri dan Penyebab Mengapa Janin Tidak Berkembang

Tanda janin tidak berkembang bisa kita deteksi saat ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan. Dokter akan melakukan berbagai pengecekan lalu menilai apakah pertumbuhan janin sudah sesuai standar atau tidak.

1. Tinggi fundus tidak sesuai

Tinggi fundus dihitung dari tulang kemaluan hingga bagian atas rahim. Setelah kehamilan minggu ke-20, ukuran tinggi fundus biasanya sesuai dengan jumlah minggu kehamilan. Apabila lebih rendah 4 cm, ada indikasi janin lambat berkembang.

2. Berat badan tidak sesuai

Pengukuran berat badan memiliki tujuan untuk mengecek malnutrisi pada ibu hamil. Jika berat badan ibu hamil tidak sesuai dengan usia kehamilannya, maka bisa jadi ada masalah pada pertumbuhan janin.

3. Perkiraan berat badan bayi di bawah standar

Pengukuran estimasi berat badan bayi dilakukan melalui pemeriksaan USG. Janin yang terindikasi IUGR memiliki perkiraan berat badan 10% di bawah standar. Jika berat badan janin Mama berada di bawah standar, kemungkinan dokter memerlukan tindakan untuk kesehatan janin Mama.

4. Hasil pemeriksaan Doppler abnormal

Pemeriksaan Doppler dapat Mama lakukan untuk mengecek aliran darah dalam janin. Kalau dokter menemukan hasil yang abnormal, kemungkinan janin tidak berkembang.

5. Infeksi atau kelainan kromosom

Penilaian ada atau tidaknya infeksi atau kelainan kromosom dapat kita deteksi melalui pemeriksaan amniosentesis. Caranya adalah dengan mengambil sampel air ketuban lalu selanjutnya memerlukan analisa laboratorium.

6. Detak jantung bayi tidak normal

Ciri lain IUGR adalah detak jantung bayi yang tidak normal. Dokter dapat memantau detak jantung bayi melalui alat pemantau yang dokter telah ikatkan di atas rahim. Dari situ dokter akan mendapatkan rekaman detak jantung bayi dalam janin.

7. Perubahan pergerakan janin

Mama perlu memantau seberapa sering bayi bergerak. Pergerakan bayi ini bisa berupa tendangan, atau berpindah posisi. Kalau Mama merasa pergerakan bayi berkurang drastis atau malah tidak bergerak sama sekali, segera hubungi dokter. Itu bisa jadi salah satu tanda janin tidak berkembang. Untuk memudahkan pemantauan, Mama bisa gunakan bantuan alat seperti gelang kehamilan.

Deteksi Gerakan Bayi dengan Gelang Ibu Hamil

Selain melakukan pemeriksaan rutin ke dokter, Mama juga bisa memantau perkembangan bayi dengan Mama’s Choice Maternity Bracelet. Gelang ini terbuat dari karet elastis dan butiran-butiran cantik dari batu opalite.

Cara pakainya mudah:

  • Di pagi hari, letakkan counting disc di samping kanan batu opalite.
  • Geser counting disc setiap kali bayi melakukan gerakan atau tendangan.
Diskon 30% untuk Maternity Bracelet! | Rp 147.000 Rp 209.000

Mudah kan. Selain cantik, gelang ini juga bermanfaat hingga Mama menyusui lho. Gunanya untuk penanda payudara yang terakhir menyusui, sekaligus menghitung frekuensi menyusui.

Ada 2 varian yang bisa Mama pilih, yaitu Amazonite dan Zebra Jasper. Gelang ini juga cocok sebagai hadiah lho. Yuk terus pantau perkembangan janin dengan Mama’s Choice Maternity Bracelet!

Itu dia beberapa penyebab dan tanda janin tidak berkembang. Semoga janin dalam kandungan Mama sehat selalu ya, Ma!

Klik banner di bawah ini untuk cek dan belanja produk berkualitas dengan harga spesial!

Artikel terkait: Kicks Counter Wristband: Bantu Tekan Angka Kematian Bayi dalam Kandungan

Sumber:

alodokter.com

webmd.com

familydoctor.org

ncbi.nlm.nih.gov

 

Ambar Arum

Senang belajar dan berbagi info tentang ibu, anak, dan keluarga. Sebab harta yang paling berharga adalah keluarga. Setuju kan? Semoga bermanfaat ya!

COMMENTS

0 Comments
Leave a comment

Keranjang Anda (0)

Close

Belanja Rp90,000 lagi untuk dapat free ongkir!

Mini Cart

Keranjang belanja Anda kosong.

Shop now