Kenali Pencetus Alergi Kulit Bayi dan 5 Solusinya

Untuk Mama yang baru saja melahirkan, pasti rasa suka cita serta kebahagiaan menyelimuti hari-hari Mama. Walau memulai perjalanan hidup baru sebagai seorang ibu tidaklah mudah, kami yakin selalu ada cara bagi Mama untuk memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Salah satunya dengan mempelajari kemungkinan apa saja yang akan terjadi pada bayi yang baru lahir. Salah satunya alergi kulit bayi.

Pengalaman Mama Thatha, seorang Head of Content Mama’s Choice, saat melahirkan putra pertamanya, memasuki usia bayi 1 bulan terlihat bercak kemerahan pada tubuh bayi dan membuat bayinya tidak nyaman dan sering menangis jika suhu ruangan lembap dan panas. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata anak Mama Thatha mengalami alergi kulit bayi dan saat ditanyakan apa saja penyebabnya kepada dokter, ternyata sangat kompleks, Ma.

Ada banyak faktor yang memengaruhi mengapa terjadi alergi kulit bayi. Sebelumnya, Mama wajib ketahui dulu apa pengertian mendasar alergi kulit bayi, sumber alergi, dan beberapa cara aman mencegah alergi kulit bayi.

Pengertian Alergi pada Kulit Bayi

Kulit bayi bisa meradang akibat kontak langsung dengan alergen atau sesuatu yang bisa menimbulkan respon alergi atau kondisi tubuh bayi melepaskan zat histamin yang dipicu oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Kedua kontak luar dan dalam tubuh seperti itu dapat menyebabkan reaksi peradangan sehingga timbul eksim, rasa gatal, dan bercak ruam kemerahan.

Sumber Pencetus Alergi Kulit Bayi yang Harus Mama Waspadai

Dikutip dari website parents.com, menurut Robert Sidbury, M.D., seorang kepala divisi dermatologi pedriatik di Rumah Sakit Anak Seattle mengatakan bahwa bayi sampai usia anak-anak bisa memiliki kulit yang sangat sensitif karena sebelumnya memiliki riwayat penyakit seperti eksim, asma, dan gejala alergi lainnya. Pertama sekali, tentukan apakah ruam disebabkan oleh paparan alergen atau iritasi sederhana.

Nah, dari penjelasan tersebut, rasanya penting untuk Mama mengetahui apa penyebab alergi kulit bayi yang paling sering terjadi. Berikut di antaranya.

1. Air Liur

Air liur ternyata bisa memicu alergi kulit bayi lho, Ma. Masih mengutip dari pernyataan Dr. Sidbury bahwa air liur dapat menyebabkan ruam di sekitar mulut dan dagu, sehingga banyak Mama yang berasumsi bahwa ruam tersebut disebabkan oleh alergi makanan.

Ciri-cirinya, biasanya terjadi kemerahan dan kadang disertai benjolan kecil di daerah mulut dan bisa meluas sampai bagian leher dan dada. Apabila terjadi ruam seperti ini, Mama tidak perlu khawatir. Tapi, apabila ada bercak kekuningan pada ruam, bisa jadi hal tersebut sebagai indikasi kulit si kecil mengalami infeksi. Segeralah periksakan ke dokter spesialis anak.

 2. Faktor Makanan

Kalau Mama sudah menghilangkan faktor iritasi tapi masih saja terjadi ruam, kemungkinan alergi kulit bayi yang selanjutnya yaitu faktor makanan. Menurut Dr. Sidbury, konsumsi telur dan susu bisa menjadi penyebab utama alergi. Dikutip dari sumber lain yaitu website healthychildren.org, mengatakan sebenarnya ASI yang dimininum Si Kecil jarang menyebabkan alergi, tapi banyak kasus terjadi alergi kulit bayi apabila Mama mengonsumsi susu sapi dan susu sapi mengontaminasi protein ASI yang bisa jadi pemicu alergi pada bayi.

3. Faktor Lingkungan

Lingkungan juga bisa memicu alergi kulit bayi. Kondisi ruangan yang berdebu, lembab, gesekan pada rumput, pohon, atau tungau di kasur bisa jadi penyebab kulit bayi yang sensitif mengalami gatal, dan timbul ruam kemerahan.

4. Deterjen

Tahukah Mama? Ternyata penggunaan detergen juga bisa memicu alergi kulit bayi. Untuk itu hindari produk detergen dengan kandungan SLS, Chlorine, Paraben, dan Triclosan yang paling sering menjadi pemicunya. Dilansir dari health.clevelandclinic.org, kontaminasi deterjen yang berakibat pada alergi, biasanya lebih bereaksi apabila bayi memakai pakaian ketat dan kontak langsung dengan kulit dalam waktu yang lama. Ditambah faktor kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Cara Aman Mencegah Alergi Kulit Bayi

Setelah Mama tahu pemicu alergi kulit bayi, biar lebih lengkap lagi, kami berikan beberapa tips cara yang aman agar si kecil tidak mengalami alergi.

1. Perhatikan Popok

Popok bayi salah satu tempat berkumpulnya kuman dan bakteri. Sebuah kutipan dari Kidshealth.com, untuk mencegah alergi kulit bayi, jagalah kulit bayi tetap kering dan sebersih mungkin, serta ganti popok secara rutin agar kotoran dan pipis bayi tidak mengiritasi kulit. Idealnya, gantilah popok setiap dua jam atau sesegera mungkin setelah habis buang air besar dan buang air kecil.

2. Jaga Kebersihan

Hindari si kecil dari kemungkinan alergi debu dan tungau dengan menjaga kebersihan kamar, serta tempat tidur bayi. Usahakan tidak terlalu banyak boneka, yang berpotensi menjadi sarang debu. Hindari pula paparan debu apabila di luar rumah, Mama bisa menutup tudung stroller apabila si kecil sedang diajak jalan ke luar rumah. 

3. Gunakan Pakaian yang Nyaman

Pakaian dengan renda-renda dan aneka pita memang lucu ya, Ma. Tapi apabila Si Kecil mengalami alergi, sebaiknya tinggalkan jenis model pakaian seperti itu. Gunakan pakaian jenis bahan katun dengan serat lembut agar daya serap keringat lebih cepat dan tidak menimbulkan alergi kulit bayi.

4. Batasi Penggunaan Sabun

Saat memandikan bayi, pakailah sabun secukupnya dan gunakan jenis sabun yang aman untuk jenis kulit bayi yang sensitif. Hindari jenis sabun dengan aroma menyengat, dan terlalu banyak busa. Juga, jangan terlalu lama memandikan bayi ya, Ma.

5. Gunakan Deterjen yang Aman untuk Bayi

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, deterjen bisa jadi pemicu alergi kulit bayi. Untuk itu, penting bagi Mama untuk memilih deterjen yang aman dan teruji tanpa menimbulkan alergi. Mamas Choice menghadirkan kembali produk yang aman dan nyaman untuk Mama.

Mama’s Choice Baby Detergent solusi aman Mama untuk membersihkan sekaligus melembutkan pakaian bayi tanpa takut iritasi. Karena tidak mengandung: 

  • SLS/SLES, yang membahayakan sistem pernapasan, perncernaan dan sistem saraf bayi.
  • Chlorine. Zat ini berpotensi menimbulkan masalah pada pernapasan, kulit, paru-paru, mata dan mulut.
  • Paraben, yang membahayakan tumbung kembang bayi.
  • Triclosan. Bahaya bahan ini sering dikaitkan dengan gangguan hormon. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal Toxicological Science mengatakan: jika triclosan terdapat dalam tubuh, maka akan terperangkap dalam sel dan darah. Berisiko mengganggu sistem endokrin. Sistem inilah yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.

Berikut beberapa alasan mengapa Mama wajib mengganti detergen lama Mama ke Mama’s Choice Baby Detergent

  • Mengandung Tea Tree Extract yang dapat melawan bakteri dan kuman pada pakaian bayi, serta efektif menghilangkan noda dan menjaga serat kain pada pakaian bayi tetap lembut.
  • Aman untuk kulit sensitif bayi, karena melalui uji klinis dermatologi.
  • Lolos tes Hypoallergenic, meminimalkan risiko alergi pada kulit bayi
  • Bisa digunakan untuk dicuci dengan tangan, ataupun mesin cuci

Selain itu Mama’s Choice Baby Detergent merupakan deterjen ramah lingkungan. Menggunakan biodegradable surfaktan, busa yang dihasilkan lebih cepat terurai oleh tanah.

Dengan kemasan isi 1 liter, kami bisa dijangkau dengan harga Rp 79.000, nominal yang sangat bersahabat untuk kantong Mama.

#KurangiWorry Mama seputar masalah kulit bayi dengan Mama’s Choice Baby-Safe Detergent. Karena kami paham betul, keselamatan dan kenyamanan si kecil menjadi prioritas nomor satu Mama. Seperti Mama juga, yang menjadi prioritas Mama’s Choice.

SHARE THIS POST

anita

anita

Biasa dipanggil Thatha, senang menulis sejak SMP. Ibu dari satu orang anak laki-laki. Pencinta travelling, kopi, fotografi, dan tanaman hias. "Put your own oxygen mask on first so you have enough air to breathe and energy for yourself before you can assist and give to others.” –NN , adalah prinsip hidupnya menjalani peran sebagai ibu, istri, penulis dan pribadi seutuhnya.

Featured Article
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Jangan Panik Saat Bayi Rewel Tumbuh Gigi, Lakukan 3...
Learn more
Card image
Pumping ASI? Kenali Risiko dan Manfaatnya, Yuk, Ma!
Learn more
Card image
Normalkah Jika Janin Terlalu Aktif Bergerak? Simak...
Learn more
Mama's Choice

Item has been added
to your cart.

Checkout