12 Pantangan Ibu Hamil, Begini Fakta dan Alasannya!

Pantangan untuk ibu hamil seringkali menjadi perdebatan. Ada yang mengikuti nilai dan tradisi, kepercayaan, bahkan teori kesehatan. Tapi, apa saja sih 12 pantangan ibu hamil yang wajib dihindari?

Pantangan ibu hamil #1: Merokok dan menghirup asap rokok

Ibu hamil tidak diperbolehkan merokok atau menghirup asap rokok.

Merokok ataupun menghirup asap rokok, sama-sama berbahaya untuk janin. Dilansir dari Mayo Clinic, merokok dapat menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi untuk janin.

Secara permanen, nikotin akan merusak perkembangan otak serta jantung bayi. Akibatnya, bayi berpotensi lahir dengan gangguan pernafasan, obesitas, hingga kelainan jantung.

Pantangan ibu hamil #2: Konsumsi makanan mentah

Ibu hami tidak boleh mengonsumsi sushi atau sashimi mentah.

Makanan mentah baik protein ataupun sayuran dikhawatirkan dapat membawa bakteri masuk ke dalam tubuh. Contohnya pada telur yang membawa bakteri salmonella, atau daging yang bisa membawa parasit toksoplasma.

Jika bakteri masuk ke dalam tubuh, usus ibu hamil bisa terinfeksi. Kondisi terburuknya, bisa menyebabkan keguguran atau cacat lahir. Salad dan sushi yang mentah merupakan contoh makanan yang tidak diperbolehkan, lho!

Pantangan ibu hamil #3: Konsumsi kafein berlebihan

Kopi dapat menghambat pertumbuhan janin di dalam kandungan.

Saat hamil, batas konsumsi kafein adalah 200 mg/hari atau setara dengan dua cangkir kopi.

Kafein berlebih bisa menyebabkan ibu hamil lebih mudah dehidrasi dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Kafein juga terdapat pada teh, cokelat, soda, dan minuman berenergi.

Pantangan ibu hamil #4: Konsumsi obat tanpa resep dokter

Ibu hamil harus mengonsumsi obat sesuai dengan resep dokter.

Jika Mama mengalami kondisi sakit saat hamil, jangan sembarangan mengonsumsi obat, ya, Ma. Pastikan obat yang dikonsumsi selama hamil telah melalui resep dan anjuran dokter. Hal ini berkaitan dengan dosis serta efek samping obat yang berkaitan dengan kehamilan.

Kelebihan dosis pada obat, dikhawatirkan dapat menyebabkan komplikasi kehamilan hingga mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan.

Pantangan ibu hamil #5: Konsumsi seafood dengan merkuri berlebihan

Pantangan makan seafood saat hamil, hati-hati mengandung merkuri!

Hati-hati bahwa beberapa makanan laut berpotensi mengandung merkuri. Beberapa diantaranya adalah kerang, udang, ikan salmon, dan juga ikan tuna.

Merkuri diperoleh dari pembuangan limbah yang bermuara di laut. Meski tak semuanya demikian, Mama tetap perlu membatasi konsumsi makanan laut rentan merkuri selama hamil, tentunya disarankan untuk tidak untuk dikonsumsi setiap hari.

Dilansir dari Web MD, konsumsi makanan laut bagi ibu hamil adalah 7 ons per minggu. Kesimpulannya, mengonsumsi makanan laut yang disebutkan di atas masih diperbolehkan, dengan catatan tidak berlebihan.

Pantangan ibu hamil #6: Konsumsi makanan pemicu alergi

Ibu hamil berpotensi mengalami alergi jika melakukan pantangan yang dilarang.

Mama memiliki riwayat alergi terhadap bahan makanan tertentu? Sebaiknya segera menghindarinya agar pertumbuhan janin tidak terganggu. Setiap orang tentu memiliki riwayat dan tingkat alergi yang berbeda-beda. Tak ada salahnya Mama memastikannya dengan melakukan tes alergi sejak awal kehamilan.

Masalahnya, alergi tidak akan membahayakan Mama saat hamil saja, melainkan hingga pada masa menyusui. Saat Mama terkena dampak alergi, bayi pun akan menerima dampaknya melalui ASI.

Pantangan ibu hamil #7: Konsumsi susu tanpa pasteurisasi

Ibu hamil wajib minum susu yang sudah dipasteurisasi.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan untuk membunuh bakteri pada makanan. Susu mentah tanpa pasteurisasi bisa membawa mikroba penyebab penyakit dan membuat ibu hamil berisiko terkena infeksi toksoplasmosis.

Akibatnya, adalah munculnya komplikasi kehamilan, keguguran, hingga gangguan penglihatan dan pendengaran pada bayi. Pastikan Mama mengonsumsi susu atau keju yang sudah melalui proses pasteurisasi, ya.

Pantangan ibu hamil #8: Diet ketat untuk turunkan berat badan

Menurunkan berat badan terlalu ekstrim bisa mengganggu kesehatan janin.

Jika saat hamil Mama harus menjaga berat badan untuk tujuan kesehatan, sebaiknya Mama mengkonsultasikannya kepada dokter terlebih dahulu. Asupan gizi dan nutrisi pada saat hamil harus masuk ke dalam tubuh seoptimal mungkin.

Meskipun hamil, Mama harus tetap menjalankan hidup sehat dan seimbang. Bukan tentang makan banyak atau sedikit, tapi pola makan yang lebih sehat. 

Pantangan ibu hamil 9: Konsumsi minuman beralkohol

Ibu hamil dilarang mengonsumsi minuman beralkohol.

Alkohol dapat masuk ke dalam darah dan menembus plasenta hingga masuk ke dalam tubuh janin. Hal ini dapat merusak sistem saraf dan otak janin yang sedang dalam proses tumbuh kembang. Central for Disease Control and Prevention menyebutkan bahwa alkohol bisa menyebabkan gangguan pada anak saat lahir, seperti IQ rendah dan pertumbuhan yang lambat. 

Pantangan ibu hamil #10: Sauna

Ibu hamil dilarang sauna karena dapat menyebabkan dehidrasi berlebihan.

American Congress of Obstetricians and Gynecologists menyebutkan bahwa sauna berpotensi menghambat pertumbuhan janin. Saat sauna, tekanan darah akan menurun sehingga distribusi oksigen dan nutrisi untuk janin menjadi lebih lambat. Hal ini bisa memicu berat badan rendah saat lahir, keguguran, bahkan cacat lahir.

Pantangan Ibu Hamil #11: Chemical treatment pada wajah

Hindari perawatan kulit yang menggunakan radiasi atau sinar laser karena dapat merusak pertumbuhan saraf bayi.

Untuk perawatan wajah, sebaiknya Mama menghindari chemical treatment dan juga perawatan dengan sinar laser. Gelombang radiasi pada laser bisa menghambat pertumbuhan sumsum tulang belakang dan sistem saraf janin. Belum lagi, beberapa bahan kimia yang tidak semuanya diperbolehkan untuk digunakan oleh ibu hamil.

Alternatifnya, Mama bisa melakukan perawatan alami atau menggunakan produk kecantikan yang sudah direkomendasikan oleh dokter kandungan. Pastikan bahan-bahannya aman dan natural, ya, Ma.

Pantangan ibu hamil #12: Tidak selektif pada zat kimia berbahaya

SLS merupakan salah satu hal yang dipantang oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan iritasi.

Zat kimia berbahaya bisa saja ditemukan dalam produk yang digunakan sehari-hari. Contohnya adalah fluoride pada pasta gigi, SLS pada sabun atau sampo, hingga paraben dan retinol pada produk perawatan kulit.

Saat hamil, Mama perlu lebih teliti tentang zat kimia apa saja yang tidak boleh bersentuhan dengan Mama. Dikhawatirkan, penggunaan jangka panjang dari zat kimia yang tidak disarankan tersebut dapat membahayakan kesehatan Mama ataupun janin di dalam kandungan. Sebagai contohnya, Mama bisa membaca bahaya SLS untuk ibu hamil di artikel ini.

Agar Mama tidak khawatir merawat diri selama masa kehamilan, Mama bisa menggunakan produk Mama’s Choice yang terbuat dari bahan natural dan bebas dari zat kimia berbahaya. Bukan sekedar mitos, setiap 12 pantangan ibu hamil di atas memang dilarang untuk dikonsumsi atau dilakukan selama kehamilan.

Mau tau lebih lanjut tentang mitos vs fakta tentang kehamilan? Atau informasi promo hingga hadiah menarik setiap bulannya? Yuk, gabung di Mama’s Choice VIP Member, klik di sini atau klik banner.

SHARE THIS POST

Tya

Tya

Gemar menulis dan bercerita. Membagikan kisah, pengalaman dan inspirasi melalui kata-kata. Perempuan yang terlihat melodrama, tapi suka tertawa. Sedang bersiap-siap menanti kehadiran si kecil dalam hidupnya. Agar semakin menyenangkan, berceritalah ia. Di sini.

Featured Article
Card image
Syarat Pembersih Rumah yang Aman untuk Bayi
Learn more
Card image
Masalah Memberikan ASI: Bagaimanapun Cara Menyusuinya,...
Learn more
Card image
Jangan Panik Saat Bayi Rewel Tumbuh Gigi, Lakukan 3...
Learn more
Card image
Tips Lengkap Pumping ASI: Kenali Manfaat dan Risikonya
Learn more
Mama's Choice

Item has been added
to your cart.

Checkout